Kamis, 04 September 2014 06:38 WIB

Menag Buka MQK Tingkat Nasional Ke 5 Di Pesantren As Ad Seberang Kota Jambi

 Menag Buka MQK Tingkat Nasional ke 5 di Pesantren As ad Seberang Kota Jambi

KOTAJAMBI(SR28) - Keberadaan dunia pesantren dari masa lalu telah mampu melahirkan banyak tokoh nasional maupun lokal yang  memberikan sumbangsih bagi pembangunan bangsa,  saat pembukaan Musabaqoh Qira’atil Kutub V oleh Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin  menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan menjadi harapan kemajuan generasi bangsa dari dunia pesantren khususnya bagi Provinsi Jambi saat ini menjadi contoh nyata alumni pesantren berbuat bagi pembangunan, Rabu (3/9) bertempat di Pesantren As’ad.
“Saudara Gubernur Jambi (HBA) tercinta ini merupakan alumni dari pondok pesantren yang menjadi tuan rumah kegiatan kita sekarang ini, hal ini membuktikan pesantren benar-benar telah melahirkan sosok yang sangat berjasa dalam pembangunan bangsa ini,” ungkap Menag. 

Diakuinya, pesantren sebagai salah satu pendidikan keagamaan Islam merupakan pengakuan tersendiri terhadap eksistensi(keberadaan) pesantren sebagai satuan pendidikan yang tidak lapuk oleh gerusan zaman bahkan selalu bisa mengikuti perkembangan yang ada,”Sudah sewajarnya Pemerintah mengakui peran besar pesantren sebagai bagian penting dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” lanjut H. Lukman Hakim.

Sebagai contoh H. Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan beberapa nama tokoh alumni pesantren yang telah berbuat bagi bangsa diantaranya KH. Hasyim Asy’ari, KH. Zainal Mustofa, KH Wahid Hasim, KH. Abdurrahman Wahid.        

Kata Menteri Agama, untuk beberapa waktu ke depan MQK V yang diselenggarakan di Jambi tersebut  akan membuktikan para peserta dalam membaca dan memahami kitab kuning sebagai sumber akademik dunia pesantren Indonesia,”Kita semua menaruh harapan besar kepada santri-santri yang tengah belajar di pondok pesantren, kelak juga akan menjadi bagian penting bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini.”

Meningkatkan pendidikan pesantren, Menag menyampaikan Pemerintah telah membuat sejumlah aturan yang memposisikan pesantren setara dengan pendidikan umum lainnya dengan dimasukkannya pesantren dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang kemudian dikukuhkan dalam PP No 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, selanjutnya Kementerian Agama telah menerbitkan Peraturan Kementerian Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2014 tentang satuan pendidikan, pendidikan mu’adalah pada pondok pesantren.
 “Momentum untuk mendapatkan penghargaan yang semestinya dan kesetaraan dengan nomenklatur pendidikan lain, baik pada aspek kesetaraan regulasi, program, maupun anggaran,” jelas Menteri Agama.

Namun yang tak kalah pentingnya, Menteri Agama meyakini pesantren dengan meneguhkan bacaannya pada kitab-kitab kuning yang menjadi rujukan dalam musabaqoh tersebut akan  melahirkan santri-santri yang santun, cerdas, berfikir rasional dan tidak melakukan tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama terutama dunia pesantren saat ini mendapat sorotan yang cukup serius baik yang menyangkut terorisme dan gerakan transnasional yang tumbuh ditanah air belakangan ini. “Kementerian Agama terus berkomitmen mendukung dan mengoptimalkan pesantren dalam memperkokoh ideologi bangsa yang mengayomi seluruh masyarakatnya dan membentengi mereka dari bahaya ideologi transnasional.” 

Sedangkan Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan Musabaqoh Qira’atil Kutub  di Provinsi Jambi memberi nuansa tersendiri dalam mengembalikan kenangan dan kejayaan Islam di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang telah lama menjadi pusat pembelajaran agama Islam khususnya bagi masyarakat Jambi sendiri.
“Kami tidak bisa melupakan Kota Jambi Seberang yang terkenal dengan sebutan daerah santri yang merupakan lumbung ilmu agama , lumbung kiai, dan wali Allah,” ungkap HBA.

HBA sebagai alumnus Ponpes As’ad Jambi begitupun Wakil Gubernur Jambi H. Fachrori Umar alumni Pesantren Candung Bukit Tinggi Sumatera Barat keduanya merupakan pemimpin yang telah meletakkan kepedulian pada dunia pesantren dan tidak mengherankan selama kepemimpinan mereka berdua telah mengalokasikan dana pembangunan untuk kemajuan pesantren di Provinsi Jambi. Tercatat alokasi Anggaran Pemerintah Provinsi Jambi  untuk pesantren Tahun 2011 sebanyak Rp. 4.224.000.000, Tahun 2012 Rp. 3.207.000.000, Tahun 2013 Rp.2.912.000.000, Tahun 2014 Rp. 5.040.000.000.

Terkait dengan MQK, HBA menyampaikan pengajaran kitab kuning merupakan salah satu fungsi pesantren dalam melestarikan warisan pengetahuan keislaman khususnya bagi Kota Jambi Seberang yang telah memiliki pesantren dari satu abad yang lalu,”Ada yang sudah berusia satu abad,” jelas HBA.

HBA berharap perhelatan akbar MQK V diikuti 1226 peserta dengan 315 official serta ribuan pengembira yang diharapkan memberi berkah untuk Provinsi Jambi terutama bagi masyarakat Kota Jambi Seberang.

Pembukaan MQK V juga dihadiri Wakil Menteri Agama Prof. H. Nazarudin Umar, Ketua Dewan Hakim Prof. H. Said Agil Al Munawwar, para Gubernur, Bupati dan Walikota Se-Provinsi Jambi, pejabat Pemerintah Pusat serta para tamu dan undangan lainnya.

Menag | Buka | MQK | Tingkat |

Copyright @2015