Jumat, 30 Agustus 2013 08:36 WIB

Demo Mahasiswa Tuntut WTC Tutup Ricuh

JAMBI (SR28)  - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lingkaran Mahasiswa Peduli Jambi (LMPJ), Kamis kemarin (29/8) sekitar pukul 10.30 WIB menggelar aksi di depan pusat perbelanjaan Wil Top Center (WTC), di kawasan Pasar Jambi. Dalam aksi itu, terjadi bentrok antara pendemo dengan pihak WTC. Namun, bentrok dapat dihentikan setelah pihak kepolisian menghalangi keduabelah pihak.

Bentrok terjadi sesaat setelah mahasiswa melakukan orasi, dan hendak membakar ban bekas. Karena dihalangi security, bentrokpun tidak terelakan. Bentrok yang terjadi tepat di depan pintu masuk pusat perbelanjaan itu berlangsung beberapa menit itu berhasil dihalangi oleh pihak kepolisian yang berjaga disana namun tidak ada korban dalam aksi itu.

Dalam aksinya mahasiswa menuntut pihak WTC Jambi untuk menutup pusat perbelanjaan tersebut karena WTC dan hypermart jelas telah menyentuh sungai Batanghari sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Mereka menilai pihak pengelola WTC Jambi dianggap telah melakukan pelanggaran analisis dampak lingkungan (Amdal) dari WTC itu telah jelas menyentuh sungai Batanghari.

Mahasiswa juga mendesak pemerintah Kota Jambi harus mencabut izin Mall WTC karena sudah jelas mematikan pasar tradisional angso duo dan keberadaannya tidak boleh ditengah kota.

"Kita minta Pemkot Jambi cabut izin Mall WTC Batanghari, Jambi," kata Danil koordinator aksi demo tersebut.

Para mahasiswa menganggap keberadaan mall WTC Jambi serta Hypermart yang berada dikawasan Kota Jambi sudah jelas melanggar pada aturan pemanfaatan tata ruang sebagaimana yang diamanahkan dalam UU No 23 tahun 1997. Dan, dalam orasi mahasiswa menyebut jika WTC telah menyalahi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 tahun 1993 tentang Amdal.

Pla/Cep

Demo | Mahasiswa | Tuntut | WTC |

Copyright @2015