Sabtu, 19 Maret 2016 05:54 WIB

Bupati Safrial Hentikan Program Gema Desa, Dikhawatirkan Tumpang Tindih Dengan Dana Desa

 Bupati Safrial Hentikan Program Gema Desa, Dikhawatirkan Tumpang Tindih Dengan Dana Desa
Bupati Tanjab Barat H Safrial

KUALATUNGKAL(SR28) - Bupati Tanjab Barat Dr.Ir.H. Safrial,MS akhirnya memastikan kucuran dana Gema Desa bagi 114 desa dan 20 kelurahan pada 13 kecamatan se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat dikesampingkan. Kucuran dana melalui Program Gema Desa yang berasal dari APBD Tanjab Barat sebesar Rp 300 juta bagi tiap-tiap desa itu resmi dihentikan.

Menurut Safrial, dikhawatirkan bakal terjadi tumpang tindih pengelolaan antara kucuran bantuan Dana Desa berasal dari APBN dengan program bantuan Gema Desa yang digagas Pemkab Tanjabbar. 

” Kita khawatirkan terjadi tumpang tindih pengelolaannya nantinya, makanya kita putuskan stop saja. Karena dari pemerintah pusat juga ada bantuan bagi desa,” kata Safrial.

Program Gema Desa sendiri merupakan program dari Pemkab Tanjabbar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu pada era pemerintahan sebelumnya, Pemkab menggagas program Gerakan Membangun Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (Gema Desa).

Dana ini diadakan merujuk pada kewenangan Pemerintah Kabupaten yang tertera dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Di situ tercantum pada pasal 112-115 yang disebutkan bahwa Pemkab berwenang memberdayakan, membina, dan melakukan pengawasan terhadap pemerintahan desa. Dalam kaitan pembinaan dan pengawasan desa, Pemkab antara lain mendorong percepatan pembangunan perdesaan.

Sejalan dengan Undang-Undang Desa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat  maju, aman, adil dan merata, maka Pemerintah Kabupaten Tanjabbar menetapkan Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah yang termuat dalam RPJM 2011-2016 dan disesuaikan dengan misi pembanguan daerah guna mengadakan  Program Gema Desa.

Program Gema Desa melalui pembangunan infrastruktur bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan dan kelurahan serta mendorong pengelolaan pembangunan  perdesaaan yang otonom, efektif, dan dinamis, serta meningkatkan kualitas infrastruktur perdesaan yang menunjang produksi dan distribusi hasil pertanian, peternakan dan kehutanan. Dalam perjalanannya, Dana Gema Desa digunakan dalam bentuk pembangunan dan rehab gedung kantor, ruang pertemuan (aula) desa dan kelurahan guna peningkatan proses pelayanan masyarakat. Juga termasuk di antaranya pembangunan infrastruktur penunjang produksi dan distribusi hasil pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan seperti Jalan Usaha Tani (JUT) dan Jalan Produksi (Japrod), pembangunan dermaga, tambatan perahu, warung, kios pertanian  di sentra produksi perdesaan dan kelurahan, dan pembangunan sarana prasarana sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan guna menunjang pelayanan sosial dasar masyarakat perdesaan dan kelurahan.

Lokasi sasaran Program Gema Desa, meliputi seluruh desa dan kelurahan dan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Tanjabbar dan pelaksanaannya dilakukan secara serentak. Saat itu lokasi sasaran program Gema Desa meliputi 114 desa dan 20 kelurahan pada 13 kecamatan di Kabupaten Tanjabbar dengan mekanisme setiap desa dan kelurahan mengajukan usulan untuk dapat didanai dengan Program Gema Desa.

 

Sab/Sat

Bupati | Safrial | Hentikan | Program |

Copyright @2015