Selasa, 30 Agustus 2016 19:33 WIB

Wagub Merangin H A Khaif Meoin Buka Lokakarya Pengelolaan Hutan Desa

 Wagub Merangin H A Khaif Meoin Buka Lokakarya Pengelolaan Hutan Desa
Wabup Buka Lokakarya Pengelolaan Hutan Desa

MERANGIN(SR28) - Wakil Bupati Merangin H A Khafid Moein kemarin (30/8), membuka Lokakarya Pengelolaan Hutan Desa di Hotel Royal Bangko. Acara itu diikuti puluhan orang pengelola hutan Desa, kepala Desa, Camat dan para tokoh adat.

Dikatakan wabup pada acara bertajuk konsorsium Institusionalisasi Pengelolaan Hutan Desa (IPHD) Merangin-Jambi tersebut, Kabupaten Merangin memiliki wilayah yang paling luas dibandingkan kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Dengan wilayah terluas itu, tentunya Kabupaten Merangin memiliki banyak hutan desa yang tersebar di 205 desa dalam 24 kecamatan.

“Jadi satu orang penduduk Kabupaten Merangin sampai kebayinya jika dibagi bisa kebagian dua hektar lahan,” ujar Wabup.

Luasnya Kabupaten Merangin tersebut lanjut Wabup, sayangnya tidak dibarengin dengan banyaknya jumlah personil Polisi Kehutanan. Akibatnya bagi desa yang belum membentuk hutan desa, tidak bisa terjaga dengan baik.

Untuk mempertahankan dan melestarikan hutan di Kabupaten Merangin itu diakui wabup, memang butuh keterlibatan semua pihak, termasuk dari kalangan pecinta lingkungan dan pelestari lingkungan.

“Memang sudah ada hutan-hutan yang dikelola secara adat dan hutan lindung. Tapi belum semua hutan di Merangin dikelola desa dan terjaga dengan baik, sehingga kelestariannya sangat terancam,” terang Wabup.

Tidak sedikit hutan di Kabupaten Merangin beber wabup, yang dirambah para penduduk pendatang. Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena sudah ratusan hektar lahan yang rambah dikawasan Lembah Masurai dan Jangkat untuk dijadikan kebun kopi.

Pada acara yang dihadiri sejumlah organisasi pengelola hutan dan dari kalangan akademisi tersebut, wabup juga sempat menanyakan konfensasi untuk keberadaan hutan lindung dan hutan desa itu untuk masyarakat.

“Turunnya harga karet dan sawit, membuat masyarakat mencari kehidupan lain dengan menambang emas. Kondisi ini berdampak pada rusaknya lingkungan. Bila ada konfensasi dari keberadaan hutan itu, tentu rusaknya lingkungan akibat penambangan emas itu bisa dicegah,” tegas Wabup.

 

Fji/Ags

Wagub | Merangin | H | A |

Copyright @2015