Pendidikan
Selasa, 14 Pebruari 2017 14:54 WIB

Miris, SD N 84 Telun Merangin Gunakan Rumah Dinas Tak Layak Untuk Ruang Belajar

 Miris, SD N 84 Telun Merangin Gunakan Rumah Dinas Tak Layak Untuk Ruang Belajar
Siswa gunakan rumah dinas untuk ruang belajar

MERANGIN(SR28) - Miris, di merangin masih ada Sekolah Dasar ( SD ) yang menggunakan rumah dinas sebagai tempat ruang belajar yang tak layak, meski SD ini tidak jauh keberadaan nya dari pusat kota bangko akantetapi sekolah ini kurang di perhatikan pemerintah.

SD N 84/IV  Telun Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin ini sangat miris, pasalnya ruangan yang di gunakan untuk kegiatan belajar sangat tidak layak di gunakan untuk kegiatan belajar hal ini di ungkapkan salah satu wali murid Arifin kepada SR28 (14/02).

"Iya sekolah ini masih kekurangan ruang belajar, untuk menutupi kekurangan tersebut, pihak sekolah terpaksa menggunakan rumah dinas (rumdis) yang sudah tak layak, guna dijadikan ruang belajar belajar " jelasnya.

Kepala Sekolah SD N 84/IV Telun Chos Nawelly, Saat di konfirmasaikanmengkui haltersebut,kata dia SD 84 ini memang kekurang ruang kelas sebanyak 2 lokal lagi.

“SD ini memang kekurangan lokal, lokal yang ada Cuma 4 lokal sedangkan kita dari kelas satu sampai kelas enam, terpaksa kita mempaatkan rumah dinas yang sudah taklayah ini menjadi ruang belajar “,

Di tambahkan Chos Nawelly saya sudah mengajukan Ruang Kelas Baru ( RKB ) kepada dinas Pendidikan kabupaten, tetapi hingga saat ini belum ada realisasi dari pihak dinas kabupaten, saya berharap kepada dinas kabupaten agar dapat member Ruang Kelas Baru ( RKB ) untuk SD 84 Desa telun.

Terpisah Kabid Sekolah Dasar ( SD ) Dinas pendidikan kabupaten merangin Jamaludin saat di komfirmasikan mengatakan SD 84/IV Telun tidak dapat Ruang Kelas Baru ( RKB ) pada anggaran 2017 ini ada beberapa paktor, yakni masalah data depodik yang nilainya rendah,lokal yang kurang di katakana sudah pas mungkin itu yang membuat SD ini tidak terjaring .

“ Iya SD N 84/IV Telun ini tidak dapat RKB pada tahun ini karna data nilai Depodik terlalu rendah,dan kinerja Kepala sekolah kurang maksimal" ujarnya.

Tatapi pihaknya bakal ajukan melalui Bantuan pPemerintah (Bantah) yang kucuran dana APBN, sistem pengajuannya melalui Tata Kola SD (Takola).

"Nanti pusatlah yang menilai apakah SD ini layak mendapat tambahan lokal atau tidak" jelasnya.

Fji|Ags

BERITA TERKINI

Smadav
Copyright @2015