Senin, 03 April 2017 09:33 WIB

Ceramah Zakir Naik Di Bandung Uraikan Soal Muslim Palsu

 Ceramah Zakir Naik di Bandung Uraikan Soal Muslim Palsu
Penceramah dari India, Zakir Naik

BANDUNG - Penceramah dari India, Zakir Naik, menyarankan berbagai kalangan memahami ajaran Islam berdasarkan Al Quran dan Hadis. “Jangan melihat cara penganutnya untuk memahami Islam yang benar,” kata Zakir Naik dalam acara Visit Indonesia 2017 di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Ahad, 2 April 2017.

Menurut Zakir, Al Quran merupakan kitab petunjuk. Sedangkan banyak orang Islam yang tidak menjalankan ajaran agamanya dengan baik. “Tanyakan (Islam) pada orang-orang yang paham, seperti bertanya kepada dokter ketika kita ingin tahu soal medis,” ujar Zakir Naik. 

Zakir Naik menganalogikan Islam dan pengikutnya seperti mobil dan pengemudi. Pengemudi yang tidak tahu cara menyetir bisa terjadi tabrakan dan akan disalahkan. “Kau tidak akan menyalahkan mobilnya. Seperti itu juga melihat Islam. Lihatlah yang ahli. Lihatlah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Muslim mungkin hanya mengikuti sebagian Al Quran dan Hadis,” kata Zakir menjawabseoreang  penanya. 

Zakir mengatakan, banyak Muslim yang mencantumkan agama Islam dalam kartu identitas. Nama muslim, katanya, belum tentu beriman. “Muslim palsu tidak akan ke surga, Islamnya nama saja,” ujarnya. Muslim, kata Zakir, sebenarnya memiliki iman, melakukan perbuatan baik, serta mengajak orang pada kebaikan dan kesabaran. 

 

Zakir Naik mengatakan, berdakwah menjadi tugas seorang Muslim dalam memberikan kebenaran informasi terkait Islam. Sebab, saat ini banyak non-Muslim yang tidak mempunyai pemahaman yang tepat tentang Islam. "Media Internasional banyak memberitakan hal yang keliru, jadi sebuah kewajiban setiap Muslim menyampaikan pesan tentang Islam kepada yang tidak memahaminya," Zakir Naik.

Zakir menuturkan, salah satu cara agar dapat meyakinkan non-Muslim agar tidak terpengaruh oleh berita yang tidak tepat yakni dengan cara dakwah. Dengan langkah tersebut maka segala stigma negatif tentang Islam dapat terkikis. "Kita punya tanggung jawab, karena kita dianjurkan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi hal yang dilarang. Apabila salah, kita koreksi. Itu tugas Muslim," kata dia.

Dikatakan Zakir, Indonesia memiliki jumlah penduduk dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia. Ia pun yakin Indonesia dapat menjadi kekuatan serta simbol perdamaian dunia Islam. "Indonesia harus menjadi contoh bagi dunia Islam, apalagi dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia," kata dia.

Saat ini negara Islam tengah terpecah oleh berbagai konflik yang terjadi sehingga Islam seringkali mendapat stigma buruk.  Oleh karena itu, Indonesia dengan penduduk mayoritas Muslim di dunia disebutnya harus menjadi titik awal bersatunya negara Muslim.
"Jika Muslim bersatu, tidak ada yang berani menantang kita. Sayangnya kita terpecah. Saya yakin Indonesia memiliki kekuatan Muslim yang kuat."

Tempo


Copyright @2015