Minggu, 16 April 2017 09:27 WIB

Sering Pipis Tengah Malam? Bisa Jadi Ini Sebabnya

 Sering Pipis Tengah Malam? Bisa Jadi Ini Sebabnya
Ilustrasi Buang Air Kecil

SR28JAMBINEWS - Satu dari tiga orang dewasa berusia di atas 30 tahun seringkai terbangun di malam hari karena buang air kecil, setidaknya dua kali dalam semalam.

Kondisi yang mengganggu ini disebut nokturia, dan seiring bertambahnya usia sangat mungkin keinginan buang air kecil di malam hari menjadi semakin sering.

Masalahnya, nokturia bisa mengganggu kualitas tidur, menyebabkan stres, mudah marah hingga merasa kelelahan di siang hari.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab nokturia, diantaranya sleep apnea, diabetes yang tak diobati, masalah jantung, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, konsumsi alkohol, konsusi kafein, ataupun karena terlalu banyak minum air.

Baru-baru ini, para ahli telah mengidentifikasi konsumsi garam berlebih sebagai potensi pemicu lain. Sebuah studi baru yang dipaparkan di Asosiasi Eropa Urologi menunjukkan, bahwa Anda dapat memangkas risiko ini hanya dengan membatasi asupan garam.

Para peneliti merekrut 321 orang dewasa Jepang yang rata-rata mengasup antara 9 hingga 11 gram garam sehari dan juga bermasalah dengan tidur. Perlu diketahui, jumlah tersebut melebihi batas atas American Heart Association 2.3 gram garam per hari.

Pola makan di Jepang memang cenderung tinggi garam. Tapi dengan semua makanan olahan Amerika, tentu asupan garam masyarakat Amerika pun tak berbeda jauh.

Selama 12 minggu, dua pertiga dari peserta mengurangi konsumsi garam mereka dari 10,7 gram menjadi 8 gram sehari.

Sisanya meningkatkan asupan garam dari 9,6 gram menjadi 11 gram. Seperti yang diperkirakan, mereka yang meningkatkan asupan garam buang air kecil lebih banyak di malam hari dibanding sebelumnya, rata-rata meningkat 2,7 kali.

Sebaliknya para peserta yang mengurangi asupan garam buang air kecil lebih jarang di malam hari, dari 2,3 berkurang hingga 1,4 kali.

Pemimpin penelitian Dr Tomohiro Matsuo, seorang urolog di University of Nagasaki, mengungkapkan bahwa asupan garam berlebih dapat memperburuk nokturia.

“Pasien dengan asupan garam yang berlebihan, cenderung merasa lebih haus dan minum lebih banyak cairan,” katanya.

“Akibatnya, jumlah cairan berlebih dapat menyebabkan poliuria - kelebihan produksi urin - atau edema umum, yang berarti retensi cairan dan pembengkakan di seluruh tubuh,” jelas Matsuo.

Penelitian terbaru ini adalah yang pertama menunjukkan dampak signifikan dari konsumsi garam berlebih.

“Buang air kecil di malam hari adalah masalah yang sangat mengganggu bagi banyak orang, apalagi seiring bertambahnya usia. Mengubah pola makan dengan mengurangi asupan garam secara signifikan mengurangi frekuensi pipis, sehingga kualitas hidup pun meningkat,” kata Matsuo.

Kompas


Copyright @2015