Daerah
Selasa, 18 April 2017 21:51 WIB

Bocah Penderita Kanker Di Tebo Butuh Bantuan

 Bocah Penderita Kanker Di Tebo Butuh Bantuan
Rifaldo, Bocah Penderita Kanker

MUARATEBO(SR28) – Rifaldo, bocah 5 tahun penderita penyakit kanker ganas sejak beberapa bulan yang lalu, saat ini hanya bisa pasrah dan mendekam di rumah saja. Pasalnya, orang tuanya kekurangan biaya untuk mengobatinya.

Warga Desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo yang orang tuanya hanya seorang petani tersebut sebelumnya pernah di bawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang, namun tidak bisa mendapatkan pengobatan. Hal tersebut dikarenakan pasien BPJS ini tidak mempunyai uang pendaftaran yang diwajibkan oleh rumah sakit.

Ibunda Rifaldo, Lismiyati mengatakan bahwa pasien juga pernah dibawa ke RSUD STS Tebo dan dilakukan operasi sebanyak 2 kali namun tak kunjung sembuh. Karena tak kunjung sembuh, akhirnya Rifaldo dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Namun dikarenakan di RSUD Raden Mattaher Jambi tidak memiliki perlengkapan yang lengkap, akhirnya Rifaldo dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

“Awalnya kami dirujuk ke Jambi, tapi karena di Jambi tidak ada perlengkapan untuk poli anak, kami dirujuk lagi ke rumah sakit Padang,” ungkap Lismiyati.

Setelah 5 hari di RSUP Dr. M Djamil Padang, Rifaldo tak kunjung mendapat perawatan. Hal tersebut dikarenakan harus membayar uang pandaftaran sebesar Rp 2.250.000 walaupun Rifaldo merupakan pasien BPJS. Karena tidak sanggup membayar ruang tersebut, Rifaldo akhirnya memutuskan untuk pulang ke Tebo tanpa mendapatkan perawatan sedikit pun.

”Padahalkan kami membawa BPJS, tapi oleh pihak rumash sakit, kami diharuskan bayar Rp 2.250.000 sebelum dilakukan pemeriksaan, karena kami tidak punya uang, akhirnya kami putuskan pulang dulu,” kata Lismiyati.

Saat ini kondisi Rifaldo sudah sangat menghawatirkan, sejak operasi ke dua, Rifaldo mau makan dan minum karena selalu termuntahkan. Selain itu Rifaldo juga selalu mengeluhkan badannya yang terasa panas dan sakit, sehingga harus selalu disiram air.

“Pokoknya setelah dioperasi dan dirujuk ke Jambi, dia tidak mau makan, kalau makan dan minum selalu muntah jadinya, badannya juga selalu dirasakan panas dan sakit-sakit, jadi harus selalu di siram tiap saat,” ujarnya lagi.

Dirinya berharap ada pihak yang sudah untuk membantu dalam pengobatan anaknya Rifaldo agar bisa sehat kembali seperti sedia kala. Dirinya juga mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Selama ini belum pernah dapat bantuan dari pemerintah, Saya berharap ada yang mau membantu untuk mengobati Rifaldo, agar dia segara sehat dan kembali seperti dulu,” harap Lismiyati.

Bbe/Ags

Smadav
Copyright @2015