Rabu, 19 April 2017 22:06 WIB

Ustad Fahmi Divonis 1,6 Tahun Penjara, Empat Orang Pelaku Lainnya Divonis Dua Tahun Penjara

 Ustad Fahmi Divonis 1,6 Tahun Penjara, Empat Orang Pelaku Lainnya Divonis Dua Tahun Penjara
Persidangan Ustad Fahmi Di PN Bangko

MERANGIN(SR28) - Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan kasus pembakaran Polsek Tabir dengan terdakwa H. Fahmi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangko, Rabu (19/04).

Dalam sidang kali ini, H. Fahmi dinyatakan bersalah dengan melanggar pasal 187 KUHP, Pasal 170 KUHP dan 160 KUHP. Maka terdakwa di vonis 1 tahun 6 bulan penjara.

"Terdakwa terbukti melanggar perbuatan hukum, dimana terdakwa telah menghasut warga dengan kata bakar, bakar," kata Majelis Hakim.

Atas putusan ini, penasehat hukum H Fahmi, Mudrika, menegaskan kepada Majelis Hakim akan mengajukan banding.

"Atas putusan ini, kami mengajukan banding yang mulia," ungkap Mudrika, kepada Majelis Hakim didalam persidangan.

Saat ditemui diluar persidangan, Mudrika mengatakan putusan yang dijatuhkan kepada kliennya sangat aneh dan lucu.

"Putusan yang diberikan majelis Hakim hari ini sangat aneh dan lucu karena apa, dari 17 orang saksi yang dihadirkan dimuka persidangan hanya dua orang yang dijadikan alasan dalam membuat keputusan, ini jelas keliru dan kami akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jambi," singkat Mudrika.

Sedangkan empat terdakwa lain diantaranya, Abdul Rohim, Ramdhani, M Amin dan Safarudin.

Majelis Hakim yang diketuai langsung oleh Ketua PN Bangko ini memutuskan empat terdakwa menjalani hukuman selama dua tahun penjara.

“Memutuskan kepada para terdakwa dengan hukuman selama dua tahun penjara, dan diperintahkan segera membayar perkara sebesar Rp 3 ribu,” ungkap Majelis Hakim.

Putusan tersebut diambil berdasarkan perbuatan terdakwa yang telah melanggar pasal 170, 160, dan 187 KUHP, dimana para terdakwa telah terbukti melakukan pengrusakkan Mapolsek Tabir.

“Terdakwa melanggar pasal yang dimaksud dalam KUHP diantaranya 160, 170 dan 187 KUHP,” ujar Majelis Hakim.

Atas putusan tersebut, melalui kuasa hukumnya, para terdakwa menerima putusan ini.

“Setelah berbicara dengan para terdakwa yang mulia, kami menerima putusan ini,” ungkap Kuasa Hukum terdakwa, H Navis.

Fji/Ags


Copyright @2015