Kamis, 20 April 2017 11:40 WIB

Ini Tanggapan BPJS Tebo Terkait Pelayanan Kesehatan Rifaldo Di Padang

 Ini Tanggapan BPJS Tebo Terkait  Pelayanan Kesehatan Rifaldo di Padang
Kantor BPJS Tebo

MUARATEBO(SR28) - Rifaldo (5) warga Desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay yang menderita penyakit tumor ganas, saat ini hanya bisa terbaring pasrah dirumah. Pasalnya, kedua orang tuanya tidak memiliki biaya untuk pengobatan Rifaldo. Padahal, Rifaldo terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Terkait hal itu, Yusuf Marzuki Petugas BPJS Center Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Thaha Saiffudin (RSUD STS) Kabupaten Tebo, saat dijumpai menegaskan bahwa pasien BPJS tidak dikenakan biaya perobatan. 

"Pasien BPJS, biaya perobatannya sudah ditanggung oleh BPJS. Jadi tidak ada lagi biaya yang harus dibayar atau ditanggung oleh pasien," tegas Yusuf dikonfirmasi dikantornya, Kamis (20/4/2017).

Diakui Yusuf, memang ada pasien BPJS yang bernama Rifaldo penderita tumor ganas dibagian perut. "Sudah kita rawat di RSUD STS Tebo tampa dikenakan biaya. Kemudian di rujak ke Jambi," kata dia.

Saat dijelaskan bahwa Rifaldo dirujuk dari Jambi ke Padang, namun saat berobat di rumah sakit Padang, Rifaldo harus membayar biaya cek kesehatan sebesar Rp 2,25 juta, Yusuf menjelaskan, "Tidak ada biaya yang dibebankan kepada pasien BPJS. Kalau pun ada, seharusnya ada kordinasi antara pihak BPJS setempat. Artinya pihak keluarga Rifaldo berkoordinasi dahulu dengan pihak BPJS disana (Padang), "jelas Yusuf.

"Kalau kewajiban kita di Tebo, susah kita laksanakan. Tidak ada biaya sepeserpun yang dibebankan kepada Rifaldo  semua biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS. Kalau itu (di Padang), kita tidak punya wewenang. Itu kewenangan BPJS disana," jelasnya lagi.

Saat disingung apa tindakan pihak BPJS atas pelayanan kesehatan terhadap Rifaldo, Yusuf kembali menjelaskan, "Silahkan bawah berobat kembali kesini (RSUD STS Tebo). Akan kita fasilitasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, Rifaldo, bocah 5 Tahun penderita penyakit kangker ganas sejak beberapa bulan yang lalu, saaat ini hanya bisa pasarah dan mendekam di rumah saja. Pasalnya, orang tuanya kekurangan biaya untuk mengomatinya.

Warga Desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo yang orang tuanya hanya seorang petani tersebut sebelumnya pernah di bawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang, namun tidak bisa mendapatkan poengonbatan. Hal tersebut dikarenakan pasien BPJS ini tidak mempunyai uang pendaftaran yang diwajibkan oleh rumah sakit

Ibunda Rifaldo, Lismiyati mengatakan bahwa Pasien juga pernah dibawa ke RSUD STS Tebo dan dilakukan operasoi sebanyak 2 kali namun tak kunjung sembuh. Karena tak kunjung sembuh, akhirnya Rifaldo dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Namun dikarenkan di RSUD Raden Mattaher Jambi tidak memiliki perlengkapan yang lengkap, akhirnya Rifaldo dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

“Awalnya kami dirujuk ke Jambi, tapi karena di Jambi tidak ada perlengkapan untuk poli anak, kami dirujuk lagi ke rumah sakit Padang” ungkap Lismiyati.

Setelah 5 hari di RSUP Dr. M Djamil Padang, Rifaldo tak kunjung mendapat perwatan. Hal tersebut dikerankan harus membayar uang pandaftaran sebesar Rp 2.250.000 walaupun Rifaldo merupakan pasien BPJS. Karena tidak sanggup membayaruang tersebut, Rifaldo akhirnya memutuskan untuk pulang ke Tebo tanpa mendapatkan perawatan sedikitpun.

”Padahalkan kami membawa BPJS, tapi oleh pihak rumash sakit, kami diharuskan bayar Rp 2.250.000 sebelum dilakukan pemeriksaan, karena kami tidak punya uang, akhirnya kami putuskan pulang dulu” kata Lismiyati.

Saat ini kondisi Rifaldo sudah sangat menghawatirkan, sejak operasi ke dua, Rifaldo mau makan dan minum karena selalu termuntahkan. Selain itu Rifaldo juga selalu mengeluhkan badanya yang terasa panas dan sakit, sehingga harus selalu disiram air.

“Pokoknya setelah dioperasi dan dirujuk ke Jambi, dia tidak mau makan, kalau makan dan minum selalu muntah jadinya, badannya juga selau dirasakan panas dan sakit-sakit, jadi harus selalu di siram tiap saat”

Dirinya berharap ada pihak yang sudah untuk membantu dalam poengobatan anbaknya Rifaldo agar bisa sehat kembali seperti sedia kala. Dirinya juga mengungkapkan bawha selama ini belum pernah mendaptkan bantuan dari pemerintah.“Selama ini belum pernah dapat bantuan dari pemerintah, Saya  berharap ada yang mau membantu untuk mengobati Rifaldo, agar dia segara sehat dan kembali seperti dulu” harap Lismiyati.

Reporter: Babe|Editor: Agus Sholihin Abar


Copyright @2015