Hukum
Jumat, 21 April 2017 20:11 WIB

Simpan Sabu Dalam Celana Dalam Sindikat Narkoba Ditangkap

 Simpan Sabu Dalam Celana Dalam Sindikat Narkoba Ditangkap
Polda Jambi Berhasil Amankan 1,9 Kg Sabu

KOTAJAMBI(SR28) - Pihak Kepolisian Daerah Jambi, kembali berhasil mengungkap kasus upaya penyelundupan narkotika jenis sabu, dalam jumlah yang cukup besar.

Sebanyak 1,9 kilogram sabu asal China, berhasil disita dari empat orang kurir sabu jaringan Internasional.

Empat tersangka yang ditangkap merupakan jaringan berbeda, dan membawa narkoba dengan cara yang berbeda pula.

Satu dari jaringan ini, menyelundupkan narkoba melalui jalur udara atau bandara, yaitu tersangka Abdulah Rigianti (26), warga Jalan Amd RT 32, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, dan temannya Musa Jailani (32), warga Jalan Nisam RT 4, Kecamatan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Mereka menyelundupkan 3 paket sedang sabu atau seberat 3 ons sabu, melalui bandara Hang Nadim, Batam, ke Bandara Sultan Thaha Jambi.

Modusnya dengan menyelipkan sabu tersebut ke celana dalam dan sepatu, hal itu dilakukan tentu untuk mengelabui petugas pengawasan pemeriksaan di bandara.

Namun meski lolos di bandara, mereka akhirnya tertangkap oleh petugas Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi, saat melintas di Kawasan Jalan Nusa Indah 2, RT 12, Kelurahan Simpang Empat Sipin, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi.

Dua tersangka lainnya adalah Saiful Lidan (41), warga Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Tunggal, Kota Medan, dan rekannya M Khaidir Ismail (42), warga Jeumpa Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, dengan barang bukti 1,6 Kg sabu.

Mereka diamankan anggota saat melintas di Kawasan Jalan Lintas Timur KM 32, Desa Bukit Baling, tepatnya di depan Polres Muaro Jambi.

“Saya sampaikan ya, ini dijelaskan ada dua sindikat yang pertama ada jalur laut dan jalur udara, jalur udara barang buktinya ada 3 ons yang dimasukkan dalam celana dalam dan sepatu untuk mengelabui petugas bandara makanya disimpan di celana dalam,” ujar Brigjen Pol Yazid Fanani, Kapolda Jambi.

Dari kedua jaringan yang diamankan, salah satunya merupakan jaringan Lapas Kelas II A Jambi, karena pemesan juga berasal dari dalam Lapas.

Ini merupakan kali kedua sindikat ini mengirimkan sabu dengan modus yang sama.

Ank/Ags

Smadav
Copyright @2015