Jumat, 21 April 2017 20:29 WIB

Rifaldo, Bocah Penderita Tumor Ganas Akhirnya Meninggal Dunia

 Rifaldo, Bocah Penderita Tumor Ganas Akhirnya Meninggal  Dunia
Rifaldo Anak Penderita Tumor Ganas Meninggal Dunia

MUARATEBO(SR28)  – Rifaldo (5) warga Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, penderita penyakit tumor ganas akhirnya meninggal dunia. Rifaldo menghembuskan napas terakhirnya, Jumat (21/4/2017), sekitar pukul 09.00 Wib.

"Sekitar jam 9 pagi tadi meninggalnya," kata Mashuri warga sekitar.

Mashuri yang juga mantan Kepala Desa Teluk Langkap ini menjelaskan, Rifaldo menderita tumor ganas sejak beberapa bulan yang lalu.

"Rencana hari ini juga, habis Jumatan dimakamkan di TPU desa," kata Mashuri.

"Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan tabah dan diberi kesabaran. Pada Rifaldo, kami doakan semoga ditempatkan ditempat yang mulia disisi-Nya," doa Ketua DPD Partai Perindo Tebo ini.

Meninggalnya Rifaldo juga diunggah oleh akun facebook Andie Sapri. Akun yang pertama kali mengupload Rifaldo ini menulis ‘Innalillahiwainailahirojiun telah perpulang ke Rahmatullah adik kami Rifaldo atau dipanggil adik Yi anak yang mengidap penyakit tumor ganas tempo hari, kami mewakili keluarga mengucapkan terimakasih kepada bapak/ibu para dermawan yang telah menyumbang riskinya untuk membantu adik kami ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, dan adik ini ditempatkan yang paling mulia disisi ALLAH.(surga)...Amin....,’ tulis akun Andie Sapri.

Diketahui, Rifaldo bocah 5 tahun yang menderita tumor ganas sejak beberapa bulan yang lalu, saaat ini harus hanya bisa pasrah dan mendekam dirumah saja  karena kekurangan biaya untuk mengobatinya.

Warga Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo yang orang tuanya hanya seorang petani tersebut sebelumnya pernah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang namun tidak bisa mendapatkan pengobatan. Hal tersebut dikarenakan pasien BPJS ini tidak mempunyai uang pendaftaran yang diwajibkan oleh rumah sakit

Ibunda Rifaldo, Lismiyati mengatakan bahwa Pasien juga pernah dibawa ke RSUD STS Tebo dan dilakukan operasi sebanyak 2 kali namun tak kunjung sembuh. Karena tak kunjung sembuh, akhirnya Rifaldo dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Namun dikarenakan di RSUD Raden Mattaher Jambi tidak memiliki perlengkapan yang lengkap, akhirnya Rifaldo dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

“Awalnya kami dirujuk ke Jambi, tapi karena di Jambi tidak ada perlengkapan untuk poli anak, kami dirujuk lagi ke rumah sakit Padang,” ungkap Lismiyati saat dijumpai dirumahnya beberapa waktu lalu. 

Setelah 5 hari di RSUP Dr. M Djamil Padang, Rifaldo tak kunjung mendapat perawatan. Hal tersebut dikarenakan harus membayar uang pandaftaran sebesar Rp 2.250.000 walaupun Rifaldo merupakan pasien BPJS. Karena tidak sanggup membayar uang tersebut, Rifaldo akhirnya memutuskan untuk pulang ke Tebo tanpa mendapatkan perawatan sedikitpun.

”Padahalkan kami membawa BPJS, tapi oleh pihak rumash sakit, kami diharuskan bayar Rp 2.250.000 sebelum dilakukan pemeriksaan, karena kami tidak punya uang, akhirnya kami putuskan pulang dulu,” kata Lismiyati.

Saat itu kondisi Rifaldo sudah sangat menghawatirkan, sejak operasi kedua, Rifaldo mau makan dan minum karena selalu termuntahkan. Selain itu Rifaldo juga selalu mengeluhkan badannya yang terasa panas dan sakit, sehingga harus selalu disiram air.

“Pokoknya setelah dioperasi dan dirujuk ke Jambi, dia tidak mau makan, kalau makan dan minum selalu muntah jadinya, badannya juga selalu dirasakan panas dan sakit-sakit, jadi harus selalu disiram tiap saat," jelasnya.

Bbe/Ags


Copyright @2015