Kesehatan
Senin, 08 Mei 2017 20:42 WIB

Hindari Sakit Saat Berhubungan Seksual Dengan Cara Berikut

 Hindari Sakit Saat Berhubungan Seksual Dengan Cara Berikut
Ilustrasi

SR28JAMBINEWS - Apakah Anda pernah mengalami nyeri saat berhubungan seksual. yaitu rasa nyeri yang timbul saat melakukan hubungan seksual. Dalam bahasa medis dikatakan dispareunia Rasa nyeri ini bisa terjadi di sekitar daerah genitalia atau juga di dalam panggul. 

Penyebab utama nyeri ini adalah:

Peradangan.

Nyeri saat berhubungan seksual dapat disebabkan oleh karena radang panggul atau infeksi saluran kencing.  

Kurang lubrikasi 

Saat melakukan hubungan seks, apabila kurang melakukan foreplay maka kemungkinan akan terjadi rasa nyeri saat penertasi,

Posisi seksual

Posisi hubungan seksual yang mungkin baru dicoba bisa mencederai organ genital, selain itu terjadi penekanan pada ovarium yang dapat menimbulkan rasa nyeri.

Beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri ketika melakukan hubungan seksual, antara lain:

  • Tambah Lubrikan. Salah satu yang dapat dilakukan adalah menggunakan cairan pelembab kulit sebagai lubrikan tambahan yang diberikan pada alat kelamin pria dan alat kelamin wanita sehingga saat penetrasi, nyeri dapat berkurang.
  • Wanita yang mengendalikan. Selain itu, saat melakukan penetrasi hendaknya si wanita yang memasukkan sendiri alat kelamin pasangannya supaya dapat mengendalikan penetrasi tersebut.
  • Tidak Terlalu Memaksa ke Dalam dan lakukan perlahan, juga dihindari melakukan penetrasi yang terlalu dalam karena pada pasien-pasien dengan infeksi organ reproduksi akan mengalami nyeri di bagian dalam.
  • Namun saat Anda melakukan hubungan seksual, kemudian Anda sering merasakan nyeri maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan. Karena, mungkin saja penyebabnya merupakan suatu penyakit yang mungkin terjadi di daerah genitalia. Penyakit inilah yang perlu segera diketahui oleh dokter. Anda boleh saja tetap melakukan hubungan intim, selama rasa nyeri itu tidak menghalangi dan selama diperbolehkan oleh dokter kandungan. Demikian dilansir dari laman DokterId.

 

Dokter.id

Smadav
Copyright @2015