Selasa, 16 Mei 2017 22:06 WIB

Zola Terus Tingatkan Perhatian Bagi Lansia, Setelah Pemberian Kursi Roda, Alat Bantu Dengar, Kaki Dan Tangan Palsu, Operasi Katarak Diupayakan

 Zola Terus Tingatkan Perhatian Bagi Lansia, Setelah Pemberian Kursi Roda, Alat Bantu Dengar, Kaki dan Tangan Palsu, Operasi Katarak Diupayakan
Gubernur Jambi, Zumi Zola

MERANGIN(SR28/ADV) - Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP, MA, menyatakan, dia terus meningkatkan perhatian bagi kaum lanjut usia (lansia). Setelah memberikan bantuan berupa kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, dan tangan palsu, Zola mengemukakan akan mengupayakan operasi katarak bagi lansia. Hal itu disampaikan oleh Zola dalam Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Ke-21, bertempat di Lapangan Masjid Baitul Makmur, Kabupaten Merangin, Senin (15/5).

Menteri Sosial Republik Indonesia, Hj.Khofifah Indar Pawawansa dan Ketua Komisi Nasional Lanjut Usia, Bachtiar Chansyah yang juga mantan Menteri Sosial RI hadir dalam even nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi tersebut.

Zola mengatakan, dia terus berusaha meningkatkan perhatian serta program yang memberi ruang agar kehidupan lansia semakin sehat dan bahagia .

"Program kesehatan lansia untuk layanan operasi katarak ini akan kita kerjasamakan dengan Ikatan Dokter Indonesia, sedangkan alat bantu kursi roda sudah diberikan di Merangin, Sungai Penuh, Kerinci, dan Kota Jambi. Untuk lansia Kabupaten Muaro Jambi telah mendapatkan bantuan alat bantu dengar dari Pemerintah Provinsi Jambi. Kalau masih ada kebutuhan alat bantu dengar, akan kita tindak lanjuti," ujar Zola.

Zola mengakui bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jambi merupakan bagian dari apresiasi dan penghormatan bagi para lansia yang menjadi pelaku dan saksi sejarah pembangunan yang bisa dinikmati saat ini.

"Tanpa para sepuh, kita tidak bisa merasakan pembangunan yang ada sampai sekarang," tegas Zola.

“Kehadiran Menteri Sosial Hj.Khofifah Indar Parawansa dengan membawa berbagai bantuan untuk lansia mendapat sambutan hangat atas kepedulian yang begitu besar untuk Provinsi Jambi. Sangat besar sekali perhatian Mensos yang sering sekali datang ke Jambi," ungkap Zola.

Menteri Sosial, Hj.Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pada tahun 2015 ada 25,5 juta orang lansia, diprediksi meningkat menjadi 36 juta orang pada tahun 2025, yang tentunya dapat menjadi permasalahan yang harus diatasi bersama oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, termasuk private sector, yakni pihak-pihak peduli lansia.

Khofifah menyatakan, kepedulian Gubernur Jambi kepada lansia, dengan berbagai bantuan yang telah diberikan dan mengupayakan operasi katarak bagi lansia sangat penting.

"Apresiasi Gubernur Jambi pada layanan lansia menjadi penting supaya terintegrasi dalam seluruh pendekatan secara komprehensif (menyeluruh) kepada lansia terlantar atau kurang mampu," kata Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan bahwa mulai November 2016, Kementerian Sosial telah menyiapkan Kartu Keluarga Sejahtera Lansia yang diberikan pada lansia yang kurang mampu, dan berkaitan dengan Hari Lanjut Usia Nasional ke-21 Tahun 2017, Kemensos mengeluarkan Peraturan Menteri Sosial tentang Kawasan Ramah Lansia.

"Kita harus prediksi layanan pada lansia yang harus disiapkan sebaik mungkin, pemerintah maupun private sector (pihak peduli lansia)," tutur Mensos.

Dalam peringatan HLUN ke-21 Tahun 2017 tersebut, Khofifah mencanangkan Senam Thai Chi sebagai senam sehat untuk Lansia, sebagai salah satu upaya pemerintah dan seluruh pihak peduli lansia untuk membahagiakan dan menyehatkan lansia.

Bupati Merangin, H.Al Haris,S.Sos,MH, menyampaikan, seribu lansia bertambah setiap tahunnya, dan Pemerintah Kabupaten Merangin terus berusaha membantu lansia, diataranya dengan memberikan bedah rumah untuk lansia.

"Kita urus dengan baik di usia senja mereka dan itu bentuk penghormatan yang selayaknya, mereka yang telah mengasuh dan mendidik kita," ungkap Bupati Al-Haris.

Al Haris menyatakan, tanpa ada perhatian dari masyarakat dan pemerintah membuat lansia terlantar bukanlah hal yang patut bahkan bernilai buruk terhadap kemanusiaan.

"Tidak peduli pada orangtua bukanlah hal yang baik, untuk itu kita terus memperhatikan dan membahagiakan mereka yang lansia," tutup Al-Haris.

Pada kesempatan tersebut, diberikan berbagai bantuan kepada lansia, baik bantuan dari Kementerisn Sosial, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi, dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Merangin, berupa sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, dan berbagai pengobatan gratis. Selain itu, juga diberikan secara simbolis bantuan Bedah Rumah Lansia.

Cep/Ags

Zola | Terus | Tingatkan | Perhatian |

Copyright @2015