Metro
Kamis, 18 Mei 2017 16:17 WIB

Wagub Jambi Harapkan TPID Provinsi Jambi Berperan Optimal Jaga Stabilitas Harga

 Wagub Jambi Harapkan TPID Provinsi Jambi Berperan Optimal Jaga Stabilitas Harga
Wagub Jambi Drs.H. Fachrori Umar

JAMBI(SR28) - Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum berharap agar TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Provinsi Jambi berperan secara optimal khususnya dalam menjaga stabilitas harga di Provinsi Jambi. Harapan tersebut disampaikan oleh Wagub saat Membuka High Level Meeting TPID Provinsi Jambi Tahun 2017 dan Forum Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Jambi yang diselenggarakan di SwissBell Hotel Jambi pada Rabu (17/05/2017) pagi.

“Keanggotaan TPID yang terdiri dari berbagai instansi pemerintahan daerah, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bulog, BUMD, serta pihak terkait lainnya diharapkan mampu membuka jalan bagi terbangunnya sinergisitas dan koordinasi kebijakan dalam konteks stabilisasi harga,” ujar wagub.

Menurut Wagub, kenaikan harga barang yang tidak terkendali akan menyebabkan tingginya angka inflasi, dan inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun, sehingga standar hidup masyarakat akan menurun. “Pada sisi lain, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan,” kata Wagub.

Wagub menuturkan, dalam konteks pengendalian inflasi daerah diingatkan kembali agar kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang pertanian, peternakan, perikanan, infrastruktur, dan perdagangan perlu melaksanakan roadmap program kerja pengendalian inflai daerah jangka panjang hingga tahun 2021 secara konsisten serta melaporkannya ke TPID Provinsi Jambi.

“Hal ini saya sampaikan mengingat masalah inflasi sebagai salah satu indikator strategis pembangunan,” tutur Wagub.

“Terkait dengan optimalisasi tugas TPID Provinsi Jambi, maka dengan ini saya instruksikan kepada jajaran OPD hendaknya, pertama, mempercepat penyelesaian dasar hukum operasi pasar produk pangan yang dilakukan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, kedua, mempercepat kerjasama antar daerah terutama daerah yang mengalami surplus pangan baik dalam Provinsi Jambi maupun dengan daerah di luar Provinsi Jambi, ketiga, mendorong efisiensi perdagangan terutama perdagangan pangan melalui optimalisasi Lelang Forwarduntuk produk pangan serta mulai merintis sistem resi gudang produk pangan, bekerjasama dengan pihak perbankan dan BUMN di Provinsi Jambi, dan keempat, mempercepat efektivitas lembaga penjamin kredit daerah serta program asuransi pertanian, peternakan dan perikanan bekerjasama dengan instansi terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Jasindo,” sambung Wagub.

Berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, Wagub menghimbau para bupati/walikota dan instansi teknis terkait untuk mendorong upaya peningkatan produksi melalui pemanfaatan lahan tidur, penggunaan bibit unggul, penyediaan saprodi pertanian dan perbaikan infrastruktur pendukung. Selain itu, perlu dilakukan kerjasama dengan lembaga penelitian, akademisi, organisasi kemasyarakatan dan aparat kemananan (TNI/Polri). “Sedangkan berkaitan dengan aspek konsumsi, saya menghimbau agar segenap aparatur pemerintah dan keluarganya untuk membiasakan mengkonsumsi pangan yang dihasilkan di Provinsi Jambi. Adapun berkaitan dengan aspek pendanaan, saya menginstruksikan agar instansi yang tergabung dalam TPID untuk memiliki anggaran rutin guna keperluan koordinasi seperti rapat, inspeksi mendadak, dan kunjungan kerja yang berkaitan dengan kegiatan stabilisasi harga bahan pangan,” pungkas Wagub.

Reporter: Humas Pemprov|Editor: Agus Sholihin Abar

Smadav
Copyright @2015