Kamis, 25 Mei 2017 07:59 WIB

Pimpinan Nasional KAMMI Kutuk Keras Kekerasan Pada Aksi Mahasiswa Di Depan Istana Negara

 Pimpinan Nasional KAMMI Kutuk Keras Kekerasan Pada Aksi Mahasiswa Di Depan Istana Negara
Aksi mahasiswa KAMMI alami kekerasan

JAKARTA - Kekerasan polisi kepada ratusan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang melakukan aksi protes di depan Istana terjadi malam ini (24/5). Kekerasan itu telah memakan banyak korban luka dan ratusan lainnya menjadi korban dari tendangan dan pukulan polisi.

Atas sikap keras Polisi tersebut, Pimpinan Nasional Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PIMNAS KA KAMMI), menyatakan sikap:

1. Mengutuk keras kekerasan yang terjadi pada mahasiswa yang berunjuk rasa malam ini. Kekerasan dan represifitas aparat keamanan harus diusut tuntas. Segera bebaskan mahasiswa yang ditangkap. 

2. Sikap tidak adil Polisi dalam memberlakukan unjuk rasa telah menyakiti masyarakat luas. Ahoker dibiarkan sampai pagi, tapi masyarakat yang kritis pada Jokowi digebug habis. Polisi semakin tidak simpatik ditengah masyarakat dan menimbulkan antipati yang luas. Saatnya Polisi melakukan evaluasi.

3. Pemerintah harus dengarkan tuntutan mahasiswa dan rakyat. Selesaikan kasus hukum yang membelit negeri ini. Kasus Sumber Waras, Korupsi Bus Transjakarta, Reklamasi Teluk Jakarta, Simpang Susun Semanggi, BLBI, E-KTP dan sebagainya adalah beban yang harus diselesaikan agar bangsa ini bisa berjalan maju. 

4. Bangsa ini harus bebas dari tekanan pemilik modal dan koruptor yang mengacaukan kehidupan bangsa ini. Lawan seluruh kekuatan modal yang menyetir dan mengendalikan hukum di negara ini. 

Demi keadilan dan masa depan. 

Jakarta, 24 Mei 2017

*PIMPINAN NASIONAL KELUARGA ALUMNI KAMMI*

Rahmantoha Budiarto

Sekretaris Jenderal

 

Muhammad Irfan

Ketua Bidang Politik

Reporter: M.Siddik|Editor: Agus Sholihin Abar


Copyright @2015