Rabu, 31 Mei 2017 16:35 WIB

Kejari Tebo : Sekolah Jangan Takut Kelola Anggaran DAK

 Kejari Tebo : Sekolah Jangan Takut Kelola Anggaran DAK
Rosandi Kasi Intel Kejari Tebo

MUARATEBO(SR28) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, siap dampingi sekolah dalam mengelola anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun 2017. Hal ini disampaikan langsung oleh Rosandi Kasi Intel Kejari Tebo.

"Kita siap mengawal dan mengawasi pengelolaan DAK. Tujuannya agar program ini bisa maksimal," ujar Rosandi saat beri materi sosialisasi pengelolaan DAK Bidang Pendidikan Tahun 2017, di aula utama kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tebo, Rabu (31/5/2017).

Dikatakan Rosandi yang juga Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Tebo, sekolah penerima DAK Bidang Pendidikan Tahun 2017 jangan takut dalam mengelola anggaran. Dalam pengelolaan anggaran ini, kata dia, sudah diatur oleh pemerintah pusat.

"Pedomani saja aturan yang ada, yaitu sesuai dengan Juklak dan Juknis kegiatan. Jadi tidak perlu takut. Jika ada keraguan, silahkan kordinasi sama PPTK, Kabid atau Kadis. Jika masih juga ragu, silahkan kordinasi sama kita," ujar dia.

Dijelaskan Rosandi, ada beberapa pihak sekolah yang merasa khawatir dan takut dalam mengelola anggaran DAK. Untuk itu, dia menegaskan kembali agar dalam mengelola anggaran DAK pihak sekolah harus berpedoman pada Juklak dan Juknis yang ada. Jadi tidak perlu takut. Kita siap mendapingi sekolah untuk mensukseskan program ini," kata dia.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Hendar Rasyid Nasution. SH, Kasi Datun Kejari Tebo. Dia menjelaskan, jika Kejari Tebo telah membentuk TP4D yang di-lauching sejak awal Maret 2016 lalu. Dengan telah diluncurkannya TP4D ini, kata dia, Kejari Tebo menyatakan siap mendampingi pemerintah daerah (Pemda) Tebo.

"Jadi, kita selalu siap menyediakan layanan konsultasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Kepala Sekolah," ujarnya.

Menurut dia, pejabat atau pengguna anggaran seharusnya tidak perlu ragu dan takut dalam penggunaan anggaran. Sebab sejauh ini Kejari Tebo sudah mempunyai TP4D yang salah satunya bertugas melakukan pendampingan kepada pejabat dalam penggunaan anggaran. Hal itu dilakukan guna menghindari ketakutan terhadap munculnya kebijakan yang berujung pada tindak pidana.

Kasi Datun menjelaskan, anggaran itu baik berasal dari APBD, APBN maupun anggaran pemerintah lainnya erat kaitanya dengan pembangunan dan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, tegasnya, meski nantinya TP4D Kejari Tebo telah melakukan pendampingan, namun tak menutup kemungkinan tindakan melanggar hukum tetap terjadi. Semua tergantung dari seberapa tertibnya pelaksana pengguna anggaran.

Sehingga, lanjut dia, pejabat pengguna anggaran tidak ragu lagi dan dapat menjalankan program tertib secara administrasi. Jika ada keraguan dia menyarankan segera konsultasi ke pihak Kejari, sehingga percepatan pembangunan tidak terkendala.

"Tapi, bagi pihak-pihak yang sengaja melakukan pelanggaran hendaknya kejaksaan menindak tegas. Kami sangat mengharapkan sekali dari Kejari dapat membantu, mengawal dan mengamankan Pemda dalam pembangunan di Tebo,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sosialisasi pengunaan anggaran DAK ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah SD dan SMP penerima DAK Bidang Pendidikan Tahun 2017. Selain Kasi Intel dan Kasi Datun Kejari Tebo, hadir juga sebagai pemateri Kapolres Tebo dan perwakilan Kantor Pajak Muara Bungo. 

Reporter: Babe|Editor: Agus Sholihin Abar


Copyright @2015