Hukum
Kamis, 15 Juni 2017 21:50 WIB

TRENDING TOPIC: Dinding Lapas Jebol Dihantam Banjir Hingga Kaburnya Tahanan

 TRENDING TOPIC: Dinding Lapas Jebol Dihantam Banjir Hingga Kaburnya Tahanan
Jebolnya dinding pagar lapas Rabu dini hari

TRENDING TOPIC SR28

Rabu, 14 Juni 2017

Petugas  Kepolisian Polresta  Jambi yang dibantu oleh Polda dan Kodim 0415 Batanghari berkejaran dengan waktu untuk menangkap kembali puluhan Narapidana Kelas II A Jambi yang melarikan diri dari dalam lapas.

Dari hasil penyisiran yang dilakukan petugas, hingga Rabu pagi tadi petugas setidaknya telah berhasil menangkap kembali 17 orang Napi yang sempat kabur tadi malam.

Insiden kaburnya para Napi bermula ketika hujan deras yang turun sejak Selasa malam hingga Rabu dinihari yang menyebabkan jebolnya tembok pengamanan Lapas Klas II A Jambi yang berlokasi di Jalan Pattimura, kelurahan Kenali Besar, Jambi.

Air yang merendam hampir seluurh Blok sel tahanan hingga setinggi dada orang dewasa menyebabkan Narapidana dan petugas lapas panik.

Debit air yang terus naik membuat salah satu dinding Lapas jebol. Situasi ini dimanfaatkan napi untuk kabur dengan memanjat dinding yang jebol tersebut.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas lapas kemudian memindahkan narapidana wanita yang berjumlah 60 orang ke rumah tahanan Imigrasi Jambi. Sementara pengamanan di lapas diperketat.

Gubernur Jambi, Zumi Zola pun sempat meninjau langsung ke Lapas Klas II A Jambi.

"Di dalam ada 1200 tahanan sebagian sudah dipindahkan ke Imigrasi, saya akan koordinasikan dengan Polisi dan TNI untuk amankan ini saja dulu" ujar Zola.

 Pasca kaburnya puluhan tahanan narapidana Lapas Kelas II A Jambi pada Rabu dinihari tadi, suasana lapas kini telah berangsur normal.

Tahanan yang kabur di Lapas Jambi

Meski demikian, ratusan personel gabungan bersenjata lengkap dari satuan Sabhara, Brimob, Reserse, Intelkam Polresta Jambi serta anggota TNI dari Kodim 1415 Batanghari masih berjaga di seputar Lapas untuk memastikan keamanan disana.

Dari data pihak Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jambi, dari 32 narapidana yang kabur, 17 orang diantaranya telah berhasil ditangkap kembali, 2 menyerahkan diri , sementara sisanya atau 13 orang amsih dicari.

"Karena banjir jadi tembok ambruk sekitar 30 meter, karena air bah yang begitu hebat, tinggi air mencapai setinggi dada orang dewasa" ujar Bambang Palasara, Kepala Kemenkumham Provinsi Jambi.

 Polisi Gelar Razia di Perbatasan Antisipasi Tahanan Lapas Jambi Yang Kabur

Dilansir dari laman Tribatanews Jambi Rabu (14/06), bahwa akibat  kejadian banjir dan robohnya tembok Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Jambi, untuk antisipasi tahanan kabur keluar propinsi, Ditlantas menggelar razia di jalan batas Propinsi Jambi-Palembang.

Pagi tadi pukul 05.30 Wib Sat PJR Unit III batas laksanakan razia 2.1 untuk penyekatan, antisipasi tahanan lapas Jambi yang kabur.

Kabid Humas Polda Jambi Akbp Kuswahyudi Trisnadi, S.H,SIk membenarkan bahwa personil dari Sat PJR Unit III Batas Jambi Palembang melaksanakan gelar razia untuk penyekatan dan antisipasi tahanan lapas Jambi yang kabur agar tidak lari keluar Provinsi Jambi.

Kamis, 15 Juni 2017

Pasca kaburnya puluhan narapidana Lapas Kelas II A Jambi pada Rabu dinihari kemarin, pihak kementerian Hukum dan HAM Provisni Jambi merilis secara resmi jumlah narapidana yang kabur dalam insiden jebolnya tembok Lapas karena tak mampu menahan luapan air akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.

Dari data Kemenkumham Jambi, jumlah Napi yang melarikan diri adalah sebanyak 44 narapidana, dari berbagai Blok sel tahanan kasus Tipikor.

Dari 44 Napi yang kabur 23 diantaranya sudah berhasil diamankan, yakni 18 orang Napi ditangkap, 5 orang menyerahkan diri, sementara 21 orang lainnya masih buron.

"Jadi ada 44 napi kabur yang menyerahkan diri ada 5, yang tertangkap 18 dan yang belum ditangkap 21 orang, saya himbau yag 21 itu menyerahkan diri baik-baik, karena ada datanya dikami, dan kami akan perlakukan baik-baik" ujar Bambang Palasara, kakanwil Kemenkumham Jambi.

Lapas Jambi jebol

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihak keamanan gabungan dari TNI dan Polri dengan bersenjata lengkap masih berjaga-jaga diarea sekitar Lapas Kelas II A Jambi.

 Kantor Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Jambi membangun pagar pengaman sementara menggantikan tembok pagar Lapas Klas II A Jambi yang roboh diterjang banjir pada Rabu dini hari lalu.

Material pembuat pagar sudah masuk, namun karena masih terkendala lokasi yang masih tergenang air, para pekerja terpaksa membangun pagar sementara secara manual, tanpa bnatuan alat berat.

"Pertama itu tembok roboh kita tangani dulu, tidak ada penghuni yang kecelakaan atau tewas, kita utamankan tembok dulu di perbaiki, nah untuk warga binaan tetap kita jaga psikologisnya karena trauma kena banjir, mereka cukup responsif dan saling bantu" ujar Sutrisman, Direktur Keamanan Kemenkumham Jambi.

Sementara itu pihak keamanan gabungan dari TNI dan Polri bersenjata lengkap juga masih berjaga disekitar lokasi jebolnya pagar tembok Lapas.

 

 

Pilihan Redaksi

Smadav
Copyright @2015