Jumat, 16 Juni 2017 08:13 WIB

Bersiap, Walikota Akan Kena Gugat Akibat Banjir Di Kota Jambi

 Bersiap, Walikota Akan Kena Gugat Akibat Banjir di Kota Jambi
Walikota akan kena gugat akibat banjir kemarin

KOTAJAMBI(SR28) -  Secara Yuridis, masyarakat Kota Jambi yang mengalami kerugian akibat banjir berhak melakukan gugatan terhadap Walikota Jambi. Hal tersebut diatur dalam hak menggunakan Class Action atau Gugatan Secara Berkelompok.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi Rudiansyah kepada wartawan, Kamis, 15 Juni 2017.

Menurutnya masyarakat  pada tahap awal dapat terlebih dahulu melakukan penghitungan terhadap banjir, dari sana barulah masyarakat bisa melakukan gugatan terhadap Pemerintah Kota Jambi melalui Class Action. Adapun WALHI sendiri sebagai organisasi yang fokus terhadap lingkungan dapat mengajukan gugatan Legal Standing sebagai organisasi lingkungan sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"WALHI siap mendampingi masyarakat menggugat Pemerintah Kota Jambi  terkait kerugian akibat banjir tersebut" terang Rudiansyah.

Ditambahkan Rudiansyah, Pemerintah kota Jambi menurutnya juga timpang dalam mengambil kebijakan pembangunan. Hal tersebut dapat dilihat dari kebijakan Pemerintah Kota Jambi yang sangat mendorong sektor investasi Perumahan, Perhotelan, Supermarket dan Pertokoan namun abai terhadap ketentuan yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK).

"Tetapi kelihatannya apa yang menjadi tanggung jawab itu abai dilaksanakan Pemerintah. Sehingga perizinan yang diterbitkan karena tidak terkontrol, tidak diawasi, sehingga banyak terjadi pelanggaran UU Lingkungan dan akhirnya banjir di Kota Jambi kian parah" tambah Rudiansyah.

Tak hanya WALHI, salah satu Organisasi Lingkungan yaitu Perkumpulan Hijau yang diketuai oleh Feri Irawan juga menuturkan siap mendampingi masyarakat yang mengalami kerugian akibat banjir yang melanda Kota Jambi.

"Setelah dilakukan Penghitungan kerugian oleh masyarakat akibat banjir, selanjutnya dilakukan safari banjir. Barulah setelah itu dilakukan gugatan  Class Action kepada Pemerintah Kota Jambi" tegas Feri

Feri mencontohkan Banjir yang terjadi di Kota Jambi dengan contoh kawasan Mayang, banjir yang saat ini terjadi berbeda jauh dengan sebelumnya  saat ini walaupun hujan tidak terlalu lebat, namun  banjir langsung mengepung pemukiman penduduk.

"Ini tentunya, salah satunyasudah berkurangnya daerah-daerah resapan air akibat pembangunan yang tumbuh sebegitu cepatnya karena pemberian perizinan yang tidak lagi terkontrol dan terawasi dengan baik" tutup Feri.

Reporter: M.Sidik|Editor: Agus Sholihin Abar

Bersiap, | Walikota | Akan | Kena |

Copyright @2015