Jumat, 30 Juni 2017 16:02 WIB

Sekda Erwan Malik : Kebakaran Gambut Mengkhawatirkan, Sekat Kanal Sangat Penting

 Sekda Erwan Malik : Kebakaran Gambut Mengkhawatirkan, Sekat Kanal Sangat Penting
Pj Sekda H. Erwan Malik

KOTAJAMBI(SR28) - Penjabat Sekretaris Daerah (Pj.Sekda) Provinsi Jambi, Drs. H.Erwan Malik,MM berharap agar semua pihak mendukung restorasi (pemulihan) lahan gambut. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan membuat canal blocking (sekat kanal) di lahan gambut, agar lahan gambut tetap basah, sehingga tidak mudah terbakar. Hal tersebut disampaikan oleh Pj.Sekda saat membuka Sosialisasi Restorasi Gambut, bertempat di Hotel Luminor, Rabu (21/6) sore.

"Kerusakan lahan gambut baik pada kawasan hutan lindung maupun budidaya dapat kita kategorikan pada kondisi yang mengkhawatirkan. Semua pihak harus berupaya mengatasi kerusakan gambut. Kebijakan restorasi harus didukung semua pihak," harap Pj. Sekda.," ungkap Pj.Sekda.

Erwan Malik menjelaskan, Provinsi Jambi memiliki lahan gambut kurang lebih 700.000 hektar dengan target luasan lahan gambut yang akan direstorasi mencapai 151.662 hektar, terdiri dari kawasan hutan lindung seluas 25.880 hektar, lahan gambut pada kawasan budidaya berizin seluas 99.774 hektar, serta lahan gambut pada kawasan budidaya tidak berizin seluas 26.008 hektar. "Intinya pembasahan lahan gambut dan dibuat sekat-sekat kanal agar lahan tidak kering supaya tidak mudah terbakar," lanjut Pj.Sekda.

Pj.Sekda mengatakan bahwa lahan gambut saat memasuki musim kemarau ataupun kering sangat mudah terbakar, yang akan menghasilkan polusi udara yang sangat buruk bagi kehidupan manusia dewasa terlebih anak anak dan balit, dan untuk menghindari hal tersebut terjadi lagi, pemerintah bekerjasama dengan semua pihak ikut menjaga lingkungan, bahkan butuh aksi tanggap atas titik api yang ada guna mencegah kebakaran yang lebih luas.

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Nazir Foead menjelaskan, Jambi menjadi salah satu prioritas dalam melaksanakan restorasi gambut di tujuh provinsi. "Restorasi perlu berjalan atas dasar antisipasi dampak sosial, ekonomi, lingkungan, yang tidak diinginkan masyarakat," ujar Nazir Foead.

Lebih lanjut, Nazir Foead menyatakan, upaya restorasi gambut memerlukan kerjasama dan dukungan banyak pihak mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, akademisi, kelembagaan adat, kelompok masyarakat sipil, dan masyarakat secara keseluruhan.

Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur, merupakan lahan gambut yang menjadi lokus restorasi lahan gambut dengan harapan Provinsi Jambi terbebas dari kebakaran lahan gambut yang berdampak buruk bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat

"Portugal saat ini kebakaran hutan, sampai tadi pagi 65 korban jiwa, hutan yang terbakar ada dekat jalan raya, saat warga melarikan diri terperangkap dalam mobil, sedangkan kebakaran disinyalir terjadi karena kekeringan dan hutannya merupakan hutan utuh bukan hutan tanaman," jelas kepala BRG RI.

Kekhawatiran akan terjadi kebakaran menjadi perhatian bersama peserta sosialisasi, untuk mengambil langkah antisipasi agar lahan gambut tidak terbakar.

Reporter: Humas Pemprov|Editor: Agus Sholihin Abar

Sekda | Erwan | Malik | : |

Copyright @2015