Selasa, 04 Juli 2017 10:43 WIB

Waduh, Anak Perempuan Usia 9 Tahun Inginkan Operasi Vagina

 Waduh, Anak Perempuan Usia 9 Tahun Inginkan Operasi Vagina
Dr Naomi Crouch

LONDON - Semakin banyak anak perempuan praremaja yang menghendaki operasi vagina mereka karena merasa tertekan dengan bentuk alat kelamin mereka.

Dr Naomi Crouch, seorang ginekolog remaja terkemuka, mengatakan ia prihatin atas data yang diberikan sejumlah dokter umum bahwa anak-anak perempuan praremaja yang ingin melakukan operasi vagina jumlahnya meningkat.

Operasi vagina bernama labiaplastyini adalah sebuah metode yang membuat bibir vagina diperpendek atau dibentuk ulang.

Lembaga kesehatan Inggris (NHS) mengatakan operasi tersebut tidak boleh dilakukan pada anak-anak perempuan sebelum usia mereka menginjak 18 tahun.

Pada 2015-2016, lebih dari 200 anak perempuan di bawah 18 tahun melakukan operasi labiaplasty di NHS. Lebih dari 150 anak perempuan berusia di bawah 15 tahun.

Dr Crouch, yang memimpin organisasi yang menangani masalah ginekologi untuk anak dan remaja di Inggris (British Society for Paediatric and Adolescent Gynaecology), mengatakan selama bekerja untuk untuk NHS ia belum melihat seorang anak gadis yang membutuhkan operasi tersebut.

"Terkadang anak-anak perempuan itu berkomentar seperti ini, 'Saya hanya membencinya, saya hanya ingin (vagina saya) dioperasi'. Bagi seorang gadis yang merasakan kebencian terhadap bagian tubuhnya - terutama bagian intim - sangat memprihatinkan."

Kisah Anna

Anna (bukan nama sebenarnya) mempertimbangkan untuk melakukan operasi labiaplasty pada usia 14 tahun.

"Saya melihatnya tidak rapi dan bersih dan saya rasa saya ingin ukuran vagina saya menjadi lebih kecil. Orang-orang di sekitar saya menonton film porno dan saya memiliki gagasan bahwa (vagina) ini seharusnya simetris dan tidak mencuat.

"Saya pikir bentuknya sama dengan orang lain, karena sebelumnya saya belum melihat (gambar) vagina normal. Saya ingat pernah berpikir, 'Jika ada operasi untuk itu, maka jelas saya bukan satu-satunya yang menginginkan ini dilakukan, dan mungkin itu bukan masalah besar.'"

Ia lantas memutuskan untuk tidak melakukan operasi vagina.

"Saya benar-benar senang tidak melakukannya, saya tidak membutuhkannya. Saya terlihat normal sepenuhnya dan sangat normal."

Paquita de Zulueta, seorang dokter umum selama lebih dari 30 tahun, mengatakan bahwa baru dalam beberapa tahun terakhir ini gadis-gadis mulai menemuinya dengan kekhawatiran tentang bentuk labia mereka.

"Saya melihat anak-anak perempuan mulai usia 11, 12, 13 tahun berpikir ada yang salah dengan vulva mereka - bentuk yang salah, ukuran yang salah, dan hampir merasa muak.

"Persepsi mereka adalah bahwa bagian bibir dalam vagina seharusnya tidak terlihat, hampir seperti Barbie, tapi kenyataannya ada variasi yang sangat besar. Sangat normal jika bagian bibir vagina menonjol."

Ia menyalahkan foto-foto perempuan muda yang tidak realistis yang dipamerkan melalui situs pornografi dan media sosial.

"Tidak ada pendidikan yang cukup dan ini harus dimulai ketika mereka masih anak-anak, menjelaskan bahwa ada rentang dan - sama seperti kita melihat ada yang berbeda di wajah kita - kita semua terlihat berbeda di sana, dan tidak apa-apa."

Sementara itu pihak NHS Inggris mengatakan mereka tidak melakukan operasi untuk alasan kosmetik, hanya untuk kondisi klinis seperti mengalami sakit fisik atau tekanan emosional.

Tapi Dr De Zulueta mengatakan beberapa anak perempuan tahu bahwa mereka perlu melebih-lebihkan gejala fisik mereka untuk menjalani operasi.

"Ada kesadaran bahwa mereka lebih mungkin melakukan operasi jika mereka mengatakan bahwa itu mengganggu hubungan seks, kegiatan olahraga, mereka merasa perlu melakukannya."

Dr Crouch yakin labiaplasty hanya diberikan pada anak-anak perempuan yang memiliki kelainan medis.

"Saya sulit untuk mempercayai bahwa ada 150 anak perempuan dengan kelainan medis sehingga mereka memerlukan operasi di labia mereka," katanya.

Ia menambahkan bahwa ada kesamaan yang tidak menyenangkan antara labiaplastydan sunat alat kelamin perempuan (FGM), yang ilegal di Inggris.

"Aturan menyebutkan bahwa kita seharusnya tidak melakukan operasi ini pada tubuh yang tengah berkembang karena alasan budaya. Budaya Barat saat ini memiliki bibir yang sangat kecil. Saya melihat ini sebagai hal yang sama".

Kebanyakan operasi labiaplasty dilakukan oleh ahli bedah kosmetik pribadi pada perempuan-perempuan berusia di atas 18 tahun.

Industri ini telah dikritik karena menormalkan prosedurnya.

Image captionAhli bedah plastik Miles Berry mengatakan operasi vagina bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada gadis-gadis remaja.

Ahli bedah plastik Miles Berry membela operasi tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat memperbaiki kehidupan perempuan.

"Ini bisa mengubah orang secara fundamental, perasaan yang mereka miliki tentang diri mereka sendiri, kepercayaan diri dan harga diri mereka.

"Saya telah melihat pasien berusia antara 16 dan 21 tahun yang belum pernah memiliki pacar karena mereka sangat memperhatikan hal ini."

Lembaga Royal College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan operasi tersebut tidak boleh dilakukan saat masa perkembangan seorang gadis, setelah berusia 18 tahun baru bisa diperbolehkan.

 

Source: BBC Indonesia

Waduh, | Anak | Perempuan | Usia |

Copyright @2015