Rabu, 12 Juli 2017 11:15 WIB

Diduga Tabrak Tumpukan Material Proyek Jalan Parit II, Sarkawi Mengalami Pecah Kepala

 Diduga Tabrak Tumpukan Material Proyek Jalan Parit II, Sarkawi Mengalami Pecah Kepala
Kecelakaan tunggal di jalan Parit II Tungkal

KUALATUNGKAL(SR28) - M. Sarkawi, warga Desa Kuala Indah Kabupaten Tanjab Barat terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Korban kecelakaan tunggal ini mengalami luka serius dibagian kepala dan wajah, diduga korban menabrak tumpukan material di Jalan Parit II Kuala Tungkal, (08/07/17) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Ajmi, Kades Kuala Indah Kabupaten Tanjab Barat, membenarkan jika korban kecelakaan tunggal di Jalan Parit II Kuala Tungkal itu sempat dibawa ke Rumah Sakit KH. Dautd Arif Kuala Tungkal. "Korban atas nama M .Sarkawi mengalami luka yang cukup parah.  Kondisi korban mengalami pecah kepala, grahang dan gigi hancur," ungkap Ajmi saat dihubungi via telepon kemarin.

Ajmi juga menjelaskan,  korban masih berumur 17 tahun ini hendak peri arah ke pasar diperjalanan korban tanpa sadar menabrak matrial proyek yang ditempatkan dipinggir jalan parit II ini.

"Korban sempat dua hari koma di RSUD Kuala Tungkal dan semalam sore dirujuk ke RS Raden Mataher Jambi, sekitar pukul 16.00 WIB setelah saya selesaikan administrasinya" jelas Ajmi. Selama berobat, Ajmi menyebutkan korban menggunakan surat keterangan tidak mampu atau Jamkesmas.

Dari kejadian ini, Ambo Angka,SH anggota DPRD Tanjab Barat angkat bicara, ia menyayangkan seharusnya pekerjaan proyek atau pelaksana struktur bangunan berupa jalan harusnya memasang rambu - rambu atau K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Safety Signs). 

"Mengapa begitu,  karena ini juga sudah diatur dalam Undang - Undang. Kita menghimbau kepada rekanan agar memasang K3 itu jika menumpukan material menggunakan badan jalan itu. Karen akibat tumpukan material dibadan Jalan itu bisa menimbulkan korban Laka seperti sekarang ini yang dialami warga Parit II ini," ungkap Ambo Angka saat ditemui di Gedung DPRD Tanjab Barat. 

Ambo menegaskan, pelaksanaan proyek PT Beringin Citra Lestari dan pelaksana lainnya penting agar dapat memasang atau memperhatikan K3 ini. 

"Kita minta PU untuk menegur itu. Karena ini sudah ada korban," sebutnya. 

Disisi lain,  Ambo menyarankan agar Dinas PU  selaku penyelenggara proyek lelang yang berhubunga dengan struktur bangunan menggunakan material batu, pasir dan lain sebagainya,  perusahaan diminta agar dapat melampirkan SKT K3. 

"Kami harap kepada dinas terkait penyelenggara atau panitia lelang. Kontraktor dapat melampirkan SKT K3 bila perlu," pungkasnya.

Reporter: Sabri |Redaktur: Agus Sholihin Abar


Copyright @2015