Senin, 31 Juli 2017 14:13 WIB

Wihhh...Polisi Australia Ini Fasih Berbahasa Indonesia Loh

 Wihhh...Polisi Australia Ini Fasih Berbahasa Indonesia Loh
Peter Davidson

AUSTRALIA - Peter Davidson, pria Australia kelahiran tahun 1983, telah bergabung dengan Kepolisian Queensland hampir delapan tahun. Peter mengaku bisa berbahasa Indonesia, yang telah ia pelajari hampir dua tahun terakhir.

Dengan kemampuan berbahasa Indonesia, kini ia sedang membuat sebuah brosur informasi dalam Bahasa Indonesia soal pelayanan Policelink. Policelink adalah layanan yang bisa diakses oleh warga Queensland untuk melaporkan insiden yang tidak terlalu genting, seperti pencurian atau kehilangan barang.

Kota kecil Yamanto, berdekatan dengan kampus Southern Queensland University, Griffith University, serta ada kampus dari University of Queensland, yang menurut Peter banyak ditemukan mahasiswa Indonesia.

"Brosur ini khususnya bagi para mahasiswa, sehingga mereka bisa melaporkan, seperti kehilangan, kecurian, hal-hal yang tidak terlalu darurat." Peter berharap dengan kemampuan berbahasa Indonesianya juga dapat lebih mendekatkan kepolisian Australia dengan komunitas Indonesia.

Peter mengaku ketertarikannya terhadap bahasa dan budaya Indonesia berawal saat ia berlibur ke Bali. "Saya merasa sangat disambut oleh warga setempat. Mereka membantu saya untuk merasa aman, dibawa ke tempat-tempat indah, diajak makan."

"Belajar bahasa Indonesia bagi saya tidak sulit, karena saya menyukainya. Tapi kesulitan terbesar bagi saya adalah penempatan kata dalam kalimat. Kadang saya kesulitan menemukan padanan kata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia. Sulit untuk tidak selalu menggunakan kata 'the' terlalu sering."

Menurut Peter, kebanyakan laporan yang ia tangani dari warga Indonesia di Queensland adalah jenis kejahatan ringan. Tetapi jika dilihat, korban pencurian paling sering terjadi.

Terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang menurut Peter karena mereka memiliki laptop, telepon genggam, dan jenis gadget lainnya untuk keperluan sekolah. "Saya rasa warga Indonesia mudah percaya dan terlalu santai, sehingga orang lain memanfaatkannya."

Setelah pencurian dan kehilangan, Peter menyebutkan ada pula warga Indonesia yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Wihhh...Polisi | Australia | Ini | Fasih |

Copyright @2015