Sabtu, 12 Agustus 2017 12:56 WIB

Anak Kades Di Merangin Ngaku Bawa Lari Pacarnya Lalu Disetubuhi

 Anak Kades di Merangin Ngaku Bawa Lari Pacarnya Lalu Disetubuhi
SM (18) saat diamankan Polisi

MERANGIN(SR28) – SM (18), seorang pemuda, anak dari kepala Desa Tanjung Putus Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin diciduk anggota Satreskrim Polres Merangin karena dilaporkan orang tua sebut saja bunga (17) ke Mapolres Merangin setelah membawa kabur sang gadis, Kamis (10/08) sekitar pukul 02.00 Wib.

SM dibekuk Satreskrim Polres Merangin di Taman Bujang Upik, depan Kantor Bupati Merangin, kemarin sore. Remaja pengangguran ini diduga membawa kabur dan mencabuli anak di bawah Umur.

Entah apa yang ada di benak SM. Ia rupanya punya niat lain pada Bunga. Bunga diajak kabur dari rumah dan dijanjikan akan dinikahi. Bunga yang terlanjur cinta, menuruti kemauan SM.

SM dan Bunga lantas kabur ke Kabupaten Sarolangun untuk menikah secara siri. Setelah menikah, mereka pulang ke Merangin, menuju Desa Nalo untuk menginap di rumah saudara SM.

Di sanalah SM menyetubuhi Bunga hingga tiga kali. Setelah itu SM membawa Bunga ke rumah orangtuanya. Namun sampai di rumah orangtua Bunga, SM langsung pergi.

SM mengakui sudah menyetubuhi Bunga sebanyak tiga kali. Persetubuhan dilakukan di rumah pamannya. Ia juga mengaku sudah menikahi Bunga di Sarolangun.

“Kami sudah lama pacaran, dia saya bawa kabur. Kami melakukan hubungan badan setelah nikah di Sarolangun. Memang desa kami berdekatan, saya anak seorang kepala desa di Tabir Barat,” ujar SM.

Kapolres Merangin melalui Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Al Hajad membenarkan telah mengamankan seorang remaja yang dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Pelaku kami tangkap di taman, saat menunggu korban. Pelaku dilaporkan orangtua korban telah membawa kabur dan mencabuli anaknya,” ujar Al Hajad.

Kasat menjelaskan, pihaknya sudah menetapkan SM sebagai tersangka. Hal itu didasari oleh keterangan korban dan bukti visum, diperkuat dengan pengakuan pelaku.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Namun dia hanya mengaku baru satu kali berhungan badan dengan korban. Itu tidak akan mempengaruhi proses hukumnya,” tutup Al Hajad.

Reporter: M.Fajri | Redaktur: Agus Sholihin Abar


Copyright @2015