Rabu, 30 Agustus 2017 09:38 WIB

Upaya Relawan Memupuk Nasionalisme Di Daerah Perbatasan

 Upaya Relawan Memupuk Nasionalisme Di Daerah Perbatasan
Upaya Relawan

SR28JAMBINEWS.COM - Tak kenal maka tak sayang. Pepatah tersebut memiliki makna yang sangat dalam bagi 50 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Sungai Batang, Kecamatan Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Kawasan yang terletak di wilayah perbatasan tersebut sangat sulit dijangkau karena masih minim infrastruktur jalan.

Terisolasinya Desa Batang membuat fasilitas listrik, air, pendidikan dan tempat ibadah menjadi barang langka. Tidak adanya fasilitas pendidikan membuat anak-anak di desa tersebut menempuh pendidikan di luar desa yang jaraknya cukup jauh.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, warga Desa Batang kebanyakan menggunakan mesin genset yang dibeli dari Tawau, Malaysia. Kebutuhan BBM serta kebutuhan hidup pokok sehari-hari warga lebih mudah didatangan dari Tawau, Malaysia.

Pun siaran televisi dan radio yang dijadikan hiburan dan untuk mendapatkan informasi, lebih mudah didapat dari Malaysia. Tidak heran, pemahaman informasi dari negara Malaysia lebih banyak mereka dapatkan daripada dari dalam negeri.

"Itupun hidupnya hanya beberapa jam di malam hari," ujar Wahyudi, warga Desa Sebatik Induk yang juga ketua Forum Bela Negara Kaltara, Minggu (26/8).

Marlina, salah satu kader Forum Bela Negara menceritakan, Desa Batang tidak memiliki fasilitas sekolah dan tempat ibadah. Padahal jumlah penduduknya mencapai lebih dari 50 kepala keluarga.

Sejumlah kader Forum Bela Negara yang berada di Sebatik lalu terketuk hatinya untuk membantu penyediaan pendidikan dengan membangun sekolah Pendidikan Anak Usia Dini.

Sulitnya infrastruktur membuat tim relawan memilih membuat tenda dan berkemah di desa tersebut selama pembangunan PAUD. Para relawan juga membawa sendiri bahan bangunan dari luar desa.

Melihat kecenderungan warga Desa Batang yang lebih mudah mengakses informasi serta kebutuhan pokok kepada Negara Malaysia, tim relawan akhirnya memberi nama PAUD tersebut Bela Negara.

Beberapa materi pelajaran yang diajarkan adalah pengenalan terhadap Pancasila, nama tokoh negara Indonesia serta kota-kota besar di Indonesia. Materi pelajaran tersebut diberikan untuk memupuk nasionalisme anak bangsa di wilayah yang masih terisolasi

sholat hajat

Source:Kompas

Upaya | Relawan | Memupuk | Nasionalisme |

Copyright @2015