Kamis, 14 September 2017 11:28 WIB

Hati-Hati, Cara Bersetubuh Ini Berisiko Tinggi

 Hati-Hati, Cara Bersetubuh Ini Berisiko Tinggi
Ilustrasi berhubungan intim

SR28JAMBINEWS.COM - Berhubungan seksual secara sehat dengan pasangan sangatlah penting. Ada beberapa cara bersetubuh yang diketahui berisiko tinggi menularkan penyakit menular seksual (PMS) ataupun risiko lainnya.

Melakukan hubungan seksual yang aman sangat penting diperhatikan oleh pasangan. Selain alat kontrasepsi yang dapat menghindari kehamilan yang tidak diharapkan atau penularan penyakit tertentu, perhatikan pula kondisi pasangan dan perilaku seksualnya.

Berikut beberapa cara bersetubuh yang tergolong memiliki risiko tinggi:

  • Seks anal

Yang dimaksud seks anal yaitu ketika alat kelamin pria dimasukkan ke dalam anus pasangan. Tidak hanya hubungan sejenis, hubungan berbeda kelamin juga mungkin saja melakukan hal tersebut.

Cara bersetubuh jenis ini sangat berisiko tinggi menularkan penyakit menular seksual, apalagi, kulit di bagian anus tergolong tipis dan mudah robek sehingga lebih rentan terinfeksi. Penyakit yang mungkin ditularkan melalui seks anal antara lain herpes genital, kutil kelamin,gonorea, klamidia, sifilis, dan HIV. Menggunakan kondom dengan benar kemungkinan dapat membantu menurunkan risiko tersebut.

  • Seks oral

seks oral banyak dilakukan oleh pasangan sebagai bagian dari aktivitas seksual. Hanya saja, aktivitas seks jenis ini dapat dengan mudah menularkan virus human papillomavirus (HPV) yang kemungkinan dapat berkembang menjadi kanker di sekitar tenggorokan.

Seorang ahli menegaskan, seks oral tidak termasuk cara bersetubuh yang aman. Seks oral selain memiliki kemungkinan menularkan penyakit menuar seksual, juga dapat menularkan virus hepatitis. Meski demikian, risiko tersebut berbeda-beda pada setiap pasangan. Hal ini tergantung pada seberapa banyak berganti-ganti pasangan dan seks oral seperti apa yang dilakukan.

  • Seks dengan jari

Memasukkan jari ke dalam kelamin wanita, banyak dilakukan sebagai stimulasi aktivitas seksual. Begitu pula dengan upaya menemukan klitoris untuk mencapai orgasme. Hal ini berbeda dengan penggunaan tangan pada kelamin pria.

Pelaku seks jenis ini harus waspada jika terdapat luka ataupun goresan pada jari, karena dapat meningkatkan risiko penularan HIV ataupun infeksi hepatitis B atau hepatitis C. Selain itu, penting sekali menjaga kuku tetap rapi. Hal ini untuk menghindari timbulnya luka atau goresan di dalam dinding vagina yang kemudian dapat terinfeksi. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat guna menghindari kuman dan bakteri. Jika perlu, gunakan sarung tangan karet saat melakukannya.

  • Seks dengan alat bantu (sex toy)

Ada banyak ragam jenis alat bantu seksual atau sex toy, mulai dari vibrator hingga boneka seks (sex doll). Ada juga alat lain yang mungkin tidak diperuntukkan khusus untuk alat bantu seks. Tapi, bisa saja digunakan untuk melengkapi aktivitas seks bagi pasangan.

Yang penting adalah untuk menjaga kebersihan alat bantu seks yang digunakan. Hindari berbagi alat bantu seks untuk menghindari penularan penyakit menular seksual seperti sifilis, herpes, dan klamidia. Sementara itu, luka di sekitar vagina atau penis yang mengeluarkan darah hingga menempel pada alat bantu seks, bisa meningkatkan risiko penularan hepatitis B, hepatistis C, dan HIV.

Cara bersetubuh di atas disarankan untuk dihindari ataupun dilakukan dengan tindakan pencegahan risiko. Bila terjadi gangguan kesehatan setelah melakukan cara bersetubuh berisiko tinggi, segera konsultasi dengan dokter atau ahli medis lainnya.

Source: Alodokter

Hati-Hati, | Cara | Bersetubuh | Ini |

Copyright @2015