Selasa, 17 Oktober 2017 09:36 WIB

Ada Apa Dengan Pembangunan Perumahan Nelayan Yang Hingga Kini Masih Melaksanakan Pekerjaan

 Ada Apa Dengan Pembangunan Perumahan Nelayan Yang Hingga Kini Masih Melaksanakan Pekerjaan
Pembangunan perumahan nelayan

KUALA TUNGKAL (SR28) - Ada apa dengan Pembangunan Perumaha Nelayan, meski sudah habis masa kontrak pembangunan 50 Unit Perumahan Nelayan yang merupakan Pembangunan Perumahan Khusus Jambi 1,Dana APBN pusat,yang dikerjakan oleh PT.Dayatama Citra Mandiri dikawasan Parit V, Desa Tungkal 1, kecamatan Tungkal Ilir,Kab.Tanjab Barat ini,namun pihak rekanan masih saja berupaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut ini terpantau jelas oleh SR28 dilapangan dimana masih saja ada bebrapa rumah yang belum terselesaikan,seperti pemasangan seng, keramik dan jalan.

Melihat itu beberapa LSM dan tokoh masyaarkat Tanjab Barat mempersentasekandari pekerjaan tersebut baru senilai 65 persen hingga masa akhir masa kontrak kemarin ,namun disayangkan pada saat sejumlah wartawan ketika berda dilapangan tidak ada petugas khusus yang bisa ditemui dilapangan terkait pekerjaan dana APBN tersebut.

Menyikapi hal tersebut,Ketua LSM LPSDN Tanjab Barat Anand Viqriza,SH.MH,kembali berkomentar,"Kalau seperti apa yang didapat dilapangan kawasan pembangunan perumahan nelayan yang bersumber dana APBD Pusat puluhan milyar seperti sekarang ini tidak selesai sesuai target,sudah seharus nya pekerjaan itu dihentikan terlebih dahulu,dan menunggu proses-proses selanjutnya,dan jangan dibiarkan seperti itu,karna biasa keterlambatan dari target kerja itu sudah tentu rekanan membayar denda," kata Anand senin (16/10/17) disalah satu temapat parit satu .

"Dan kita sayang an lagi disitu ada pengawasan dari TP4D Kejati Provinsi Jambi,namun untuk itu mereka juga ikut diam dan tidak bereaksi apaun tentang pelaksaan kerja yang sudah habis waktu masa kontrak nya itu,ada apa ini,pengwasan seperti apa yang dimaksud dalam TP4D,apakah pengawasan membiarkan rekanan meraup Keuntungan yang besar,atau pengawasan untuk menakuti pihak-pihak istansi terkait untuk tidak bisa menjamah pekerjaan tersebut meski sarat Kecurangang dalam pekerjaan tersebut" pungkasnya.

Reporter: Sabri| Redaktur: Agus Sholihin Abar

Ada | Apa | Dengan | Pembangunan |

Copyright @2015