Rabu, 15 November 2017 16:22 WIB

Ini Makna Dibalik Tradisi Mandi Shafar Di Tanjab Timur

 Ini Makna Dibalik Tradisi Mandi Shafar di Tanjab Timur
Upacara Mandi Shafar dipusatkan di Desa Air Hitam

TANJAB TIMUR (SR28) -- Masyarakat Tanjab Timur tumpah ruah meramaikan Festival Mandi Safar yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur di Pantai Babussalam, Rabu pagi (15/11/2017).

Pengasuh Pondok Pesantren Wali Peetu, sekaligus Tokoh Masyarakat Desa Air Hitam Laut, H.As'ad Arsyad,S.Ag,M.Ag menjelaskan, Mandi Shafar merupakan tradisi masyarakat muslim Desa Air Hitam Laut yang sebagian besar masyarakatnya adalah masyarakat Bugis, tradisi ini dibawa oleh masyarakat Bugis yang ada di Desa Air Hitam Laut. Inti dari mandi shafar sendiri adalah menulis doa, berniat untuk mandi dan pelaksanaan mandi.

"Mandi shafar ini pertama kali dilakukan oleh Syeikh Syarifuddin yang merupakan ulama syufi. Menurut kajian Syeikh Syarifuddin dengan pengetahuan yang beliau miliki, dalam satu tahun ada satu malam dimana Allah menurunkan 12 ribu macam bencana ke dunia ini, yaitu rabu malam terkhir pada bulan Shafar, jadi mandi shafar itu setiap tahun dilaksanakan pada rabu terakhir bulan Shafar," terang As'ad.

As'ad menjelaskan, untuk menghindari bencana, Syeikh Syarifuddin memerintahkan para muridnya untuk menulis doa yang berawalan kata salamun yang terdapat 7 macam dalam Al-Qur'an, untuk memohon keberkahan kepada Allah SWT, agar dengan berkah ayat suci Al Qur'an bisa terhindar dari segala bencana. Pada awalnya tidak dimandikan, tetapi hanya ditulis di atas kertas kemudian dimasukkan ke dalam gelas air dan airnya diminum.

Lebih lanjut, As'ad mengatakan, kemudian murid-muridnya bertanya bagaimana kalau dimandikan, Syeikh Syarifuddin menjawab tidak apa-apa, maka dimasukkan doa yang telah ditulis tadi ke dalam baskom lalu airnya dimandikan, itulah awalnya proses mandi shafar tersebut dan dilakukan di rumah masing masing.

"Pada tahun 1980, H.Arsyad mengatakan, untuk kebersamaan kita lakukan secara bersama-sama di pantai. Itulah awal mula mandi shafar sampai sekarang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat Desa Air Hitam Laut di Pantai Babussalam, sekaligus menjadi tamasya tahunan," pungkas As'ad.

Redaktur: Agus Sholihin Abar

Ini | Makna | Dibalik | Tradisi |

Copyright @2015