Sabtu, 18 November 2017 12:08 WIB

Mau Mandi Ke Sungai, Santri Al Munawaroh Kaget Melihat Dua Ekor Kerbau Sudah Terpotong-potong

 Mau Mandi Ke Sungai, Santri Al Munawaroh Kaget Melihat Dua Ekor Kerbau Sudah Terpotong-potong
Dua ekor kerbau sudah terpotong-potong

MERANGIN (SR28) --  Hendak mandi ke sungai pada pagi hari,seperti kegiatan rutin santri Pondok Pesantren Al Munawaroh Desa Rantau Ngarau Kecamatan Tabir Ulu terkejut melihat Dua ekor potongan kerbau yang sudah di bunuh .Rabu (15/11) sekitar pukul 08.00 WIB pagi. 

Dua santri yakni  Ari (14) dan Romi (15) itu menemukan dua bangkai kerbau yang sudah dalam kondisi terpotong saat hendak mandi di sungai atas temuan itu, santri tersebut melaporkannya kepada warga sekitar. Selain itu warga juga memberitahukan temuan ke Polsek Tabir Ulu. Setelah warga dan Polisi datang, maka dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan hasil olah TKP, diduga kerbau tersebut hasil dari tindakan yang dilakukan pencuri. Namun belum sempat diambil meski sudah terpotong menjadi tiga bagian yakni bagian kepala, kaki dan tangan.

Namun saat itu juga, dua warga Desa Muara Langeh yakni Taropen (45) dan Dauf (56) mengakui jika hewan jenis kerbau tersebut merupakan miliknya. "Kerugian untuk korban Taropen sekitar Rp 12 Juta, sementara korban Dauf mengalami kerugian sekitar Rp 15 Juta," kata Kapolsek Tabir Ulu, Iptu Syafrial.

Usai dipastikan pemiliknya, selanjutnya bangkai kerbau tersebut langsung dibawa oleh pemiliknya. Namun sayangnya hingga berita ini diturunkan korban belum melapor ke Polsek Tabir Ulu.

"Kita tidak tahu kenapa tidak lapor, padahal sudah kita suruh melapor," jelas 

Di katakan Polsek untuk warga tabir dan tabir barat kalau ada grak grik orang atau mobil yang masuk wilayah ini yang mencurigakan tolong di laporkan ke Polsek .

"Saya berharap kepada masyarakat Tabir Ulu Dan Tabir Barat Jika ada grak grik orang dan mobil yang masuk mencurigakan agar dapat segera melaporkan ke Ma Polsek agar kita bisa terhindar dari kejadian ini " tutup Kapolsek.

Reporter: M.Fajri| Redaktur: Agus Sholihin Abar

Mau | Mandi | Ke | Sungai, |

Copyright @2015