Sabtu, 09 Desember 2017 18:16 WIB

TRENDING TOPIC: Dunia Kecam Keputusan AS Akui Yerusalem Ibukota Israel

TRENDING TOPIC: Dunia Kecam Keputusan AS Akui Yerusalem Ibukota Israel
Presiden AS, Donal Trump

SR28JAMBINEWS.COM -- Pemimpin dunia International bereaksi keras dan menyatakan keprihatinan atas keputusan Presiden AS yang tiba-tiba saja mengakui secara sepihak bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel. Presiden Donald Trump juga memutuskan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem.

Israel adalah satu-satunya negara yang menyambut keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diumumkan secara resmi hari Rabu (6/11) di Washington:

"Keputusan Presiden (AS) merupakan langkah penting menuju perdamaian, karena tidak ada perdamaian yang tidak memasukkan Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel. Saya berbagi komitmen dengan Presiden Trump untuk memajukan perdamaian antara Israel dan semua tetangga kami, termasuk warga Palestina," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dikutip dari laman DW Indonesia, Sabtu 9 Desember 2017.

Namun Presiden Palestina Mahmoud Abbas menilai, langkah Trump dilakukan sengaja untuk merusak proses perdamaian Timur Tengah.

Langkah-langkah tercela ini merupakan perusakan yang disengaja dari segala upaya perdamaian dan merupakan sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat telah menarik diri dari peran yang telah dimainkannya selama dekade terakhir dalam mensponsori proses perdamaian," kata Mahmoud Abbas.

Sementara itu Presiden RI, Joko Widodo meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, "Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Jokowi. "Keputusan itu telah melanggar berbagai resolusi di PBB, di mana AS menjadi anggotanya, dan ini bisa menguncang stabilitas keamanan dunia," ujar Jokowi.

Bukan hanya pemimpin Indonesia, reaksi keras juga datang dari Para pemimpin dunia yang mengecam keras langkah AS yang mengakui sepihak bahwa Yerusalem merupakan Ibukota Israel.

Berikut beberapa reaksi Pemimpin dunia internasional:

- "Pemerintah Jerman tidak mendukung keputusan ini, karena status Yerusalem akan dinegosiasikan dalam kerangka solusi dua negara." (Kanselir Jerman Angela Merkel)

- "Pemerintah Kerajaan Arab Saudi berharap bahwa pemerintah AS akan membatalkan tindakan ini, dan mendukung kemauan internasional untuk memungkinkan rakyat Palestina mendapatkan kembali hak-hak mereka yang sah."(Juru bicara pemerintah Arab Saudi).

- "Aspirasi kedua belah pihak harus dipenuhi dan sebuah cara harus dipertimbangkan melalui negosiasi untuk menyelesaikan status Yerusalem sebagai ibukota masa depan kedua negara." (Presiden Turki  Recep Tayyip Erdogan)

- "Keputusan sepihak seperti itu melanggar resolusi internasional dan tidak akan mengubah status hukum kota Yerusalem, karena berada di bawah pendudukan." (Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini)

- "Kami tidak setuju dengan keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sebelum kesepakatan status akhir. Kami percaya bahwa ini tidak membantu dalam hal prospek perdamaian di wilayah ini." (Perdana Menteri Inggris Theresa May).

 

Source: DW

TRENDING | TOPIC: | Dunia | Kecam |

Copyright @2015