Jumat, 05 Januari 2018 17:22 WIB

Sebelum Divonis 8,5 Tahun Penjara, Mantan Rektor UNJA Curhat Ini Di Facebook

 Sebelum Divonis 8,5 Tahun Penjara, Mantan Rektor UNJA Curhat Ini di Facebook
Curhatan Aulia Tasman di facebook

JAMBI (SR28) -- Mantan Rektor Universitas Jambi Aulia Tasman terhitung 4 Januari 2018 resmi menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Jambi. Aulia kembali menjalani masa tahanan setelah turun putusan dari MA pada 1 November 2017 lalu dengan hukuman 8 Tahun 6 Bulan subsidair 200juta.

Sebelum menjalani masa tahanan, Aulia Tasman melalui akun Facebooknya menyatakan bahwa dia telah meluncurkan 1 buku hasil karyanya yang berjudul Menelusuri Jejak Kerajaan Melayu Jambi dan Perkembangannya. Dia berharap karyanya ini berguna bagi Bangsa dan Negara.

Berikut curhatan Aulia Tasman di akun facebook miliknya:

ALHAMDULILLAH - KARYAKU

SUMBANGAN UNTUK BANGSA TERCINTA

Ini sumbangan pemikiran untuk bangsaku tercinta. Semoga Allah Swt yang membalas sebagai amal jariah dari hambanya demi kemajuan bangsa Indinesia. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati kebesaran sejarah bangsanya"....

"Sebagai wujud kecintaanku seperti yang tertera dalam sampul belakang, titipan pesan Mendikbud Prof. Muhd. Nuh sewaktu menghadiri undangan Pemda Jambi dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi tahun 2012 - "Jadikan kembali Jambi sebagai pusat peradaban dunia baru", dimana pada abad ke 8-9 Masehi di Jambi terdapat universitas tertua di Indonesia dan tertua kedua di dunia setelah Nalanda University di India".

Dalam kurun waktu 4 tahun (2012 -2016) pada kesempatan sebagai Rektor Universitas Jambi, kujadikan Univestitas Jambi yang lahir tahun 1963 sampai dengan akhir 2011 (hampir 50 tahun) hanya mempunyai 5 (lima) fakultas saja.

Sebagai dasar untuk menjadikan Jambi sebagai "Pusat Peradaban Baru" maka dalam kurun waktu empat tahun itu ku perjuangkan Universitas Jambi mendapatkan program studi sebanyak mungkin. Hasilnya 50 (lima puluh) program studi baru dibawa ke Universitas Jambi dan ku tambah fakultas dari 5 (lima) buah menjadi 9 (sembilan) tambahan fakultas baru sehingga sekarang unja sudah menjadi universitas besar dengan 14 fakultas.

Dulu Unja yang sampai akhir 2011 sebagai universitas terkecil di Sumatera dengan hanya 5 fakultas dan pada tahun 2016 menjadi universitas tersubur dalam penambahan program studi dan fakultas, menjadikan Unja menjadi universitas terlengkap atau paling banyak untuk keragaman program studi S1 dan Diploma IV di Sumatera dengan 59 program studinya dan menjadi universitas tiga terbesar di Sumatera. Jika program studi baru bisa dibuka S2nya nanti maka suatu saat Unja akan menjadi universitas terbesar di Sumatera. Insyaa Allah terwujud tergantung kemampuan pimpinan membawanya menjadi lebih besar.

Lima Fakultas Lama adalah: 1. Fakultas Ekonomi, 2. Fakultas Hukum, 3. Fakultas Pertanian, 4. Fakultas Peternakan dan 5. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendikan.

Sembilan Fakultas Baru adalah:

1. Fakultas Kedoteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dengan 5 program studi.

2. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dengan 11 program studi.

3. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) dengan 3 program studi

4. Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) dengan 3 program studi.

5. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) denan 3 program studi.

6. Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) denga 2 program studi.

7. Fakultas Teknik (FT) dengan 4 program studi.

8. Fakultas Kehutanan (FHut) dengan 2 program studi, dan

9. Fakultas Pascasarjana dengan 21 program studi S2 dan 4 program studi S3.

Semuanya telah keluar izin resmi dan sudah terakreditasi rata-rata Nilai B

Akreditasi Institusi (Unja secara keseluruhan) dari tidak pernah menjadi Nilai B

Ranking Nasional Perguruan Tinggi dari ranking 150-an sebelum 2012 dan menjadi Ranking 30 Nasional tahun 2015.

Daya tampung mahasiswa baru dari 3000-an tahun 2011 dan meningkat tajam menjai lebih kurang 7.200 mahasiswa baru tahun 2016.

Inilah sumbangan nyata karyaku seperti semangat yang menggebu dalam buku tulisanku "Menelusuri Jejak Sejarah Kerajaan Melayu Jambi dan Perkembanannya" adalah inspirasi utama untuk menadikan Jambi sebagai Pusat Peradaban Dunia Baru suatu ketika nantinya.

Selamat menikmati, kurang minta ditambah dan dikmbangkan, berlebih silakan untuk dikurangi atau dihapus. Semoga dapat menjadi rujukan dalam rangka menulis Sejarah Jambi secara lengkap.

Terima kasih kalau berlebihan atau banyak kekurangan... memang itulah obsesi terbesarkan dalam meniti kari sebagai dosen di Univesitas Jambi.

TAMBAHAN INFO:

 Alhamdulilah. beberapa program bergensi sudah di dapat, malah ada beberapa yang hanya diberikan kepada Unja, Misalnya:

1. Prodi Arkeologi itu hanya ada 5 di Indonesia - UI, UGM, Udayana, Unhas dan untuk Sumatara hanya di Unja. 

2. Prodi. Pertambangan hanya ada dua di Sumatera yaitu di Unsri dan di Unja, 3. Prodi. Geofisika kalau tidak salah untuk Sumatera hanya ada di Unja, 

4. Prodi. Geologi untuk Sumatra hanya ada di Unsri, UNP Padang, dan di Unja. 

5. Fakultas Kehutanan di Sumatera hanya ada di Unja, 

6. Faklultas Peternakan di Sumatera hanya ada di Unand dan di Unja, 

7. Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) hanya ada dua di Sumatera yaitu di Unand dan di Unja 

8. Fakultas Ilmu Keolahragaan untuk Sumatera hanya ada di UNP Padang, Unila dan Unja. 

9. Kemudian Lembaga Teknologi, Informasi dan Kemonikasi (LPTIK) hanya ada di Unand dan di Unja. 

Inilah capaian spektakuler yang sangat kita banggakan. Sekarang dari 50 program studi baru yang kita dapatkan sudah banyak yang menghasilkan alumni, hanya mungkin 2 atau 3 prodi saja yang tahun ini akan mulai menamatkan kuliahnya. Sehingga sampai akhir tahun ini seluruh program studi akan punya lulusan. tks tidak untuk menyombongkan diri, memang itulah yang sebenarnya. Semuanya terbangun dan tercipta pada masa 4 tahun (2012-2016).

Ini lah yang saya sebut bahwa Jambi suatu saat nanti akan menjadi Pusat Peradaban Baru di Indonesai sebagai mana dulu pada abad ke 8-9 masehi Jambi pernah menjadi Pusat Peradaban Dunia lama dengan adanya universitas tertua di Indonesia dengan jumlah mahasiswanya lebih dari 1000 orang biksu muda yang belajar disana. I'Tsing tahun 635 dalam perjalanannya dari Cina ke India mampir dulu di kerajaan Melayu Sriwijaya selama 6 bulan untuk mempelajari bahasa Sanskerta dan dan ilmu lain sebelum berangkat ke Nalanda University di Indonesia.

Akhirnya kerjasama dua universitas tertua itu adalah dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan yang lebih mengagumkan Raja Melayu - Sriwijaya mendirikan lima kompleks asrama mahasiswa khusun yang dikirim dari Jambi untuk kuliah di Nalanda University. (penjelasan dari Mendikbud Prof. Muhd. Nuh dan mantan Menteri Luar Negeri - Hasan Wirayuda sewaktu kunjungannya ke komplek percandian Muara Jambi dan disana kampus universitas tertua di Indonesia dengan luasannya mencapai lebih kurang 2700 km persegi). 

Reporter: Muhammad Sidik | Redaktur: Agus Sholihin

Sebelum | Divonis | 8,5 | Tahun |

Copyright @2015