Kamis, 11 Januari 2018 09:33 WIB

Konflik Lahan, Koperasi Tungkal Ulu Serobot Lahan Warga 4200 Hektar

 Konflik Lahan, Koperasi Tungkal Ulu Serobot Lahan Warga  4200 Hektar
Warga dari 5 desa unjuk rasa

KUALA TUNGKAL (SR28) -- Ribuan petani di lima Desa Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjab Barat dibuat geram sehingga mengelar unjuk rasa atas penyerobotan lahan warga, Selasa (9/1/2018).

Bagaimana tidak, Koperasi Tungkal Ulu  sudah vakum 20 tahun kini tiba-tiba hidup kembali (Mati Suri) dan langsung membuat petani yang ada menjadi susah dan resah. Bahkan dalam demo tersebut terbentang tulisan “ Bupati Tak Punya Hati” yang di tulis oleh para pendemo.

“Kenapa pemerintahan dimasa kepemimpinan  Safrial selaku kepala daerah tidak mengambil sikap tegas apa yang terjadi yang di alami masyarakat" ujar salah satu pendemo Ombing Sukisman yang juga merupakan  anggota DPRD  Tanjabbar Dapil Ulu.

Dijelaskan pendemo, Pada masa kepemimpinan Bupati Usman Ermulan banyak  koperasi yang tidak aktif yang sudah di vakumkan, yang salah satunya ialah koperasi Kotalu, namun yang terjadi saat ini tiba-tiba muncul kembali dan langsung meyerobotkan lahan milik warga.

"Kuat dugaan ada orang penting di Kabupaten ini bermain dibalik layar sengaja memakai tangan koperasi Kotalu ini untuk menguasi lahan seluas 4200 Hektar tersebut" jelas Ombing.

Untuk diketahui, menurut keterangan warga pendemo Koperasi Kotalu dan ribuan warga Tungkal Ulu mengklaim 4200 Ha lahan milik warga 5 (lima) Desa di Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjab Barat, sehingga diadakan pertemuan dengan ribuan masyarakat yang hadir pada saat itu.

Dalam pertemuan serius tersebut yang diadakan oleh Pemkab Tanjab Barat, tidak melibatkan Bupati Dr Ir H Safrial MS selaku pemegang kebijakan di Pemerintahan, padahal dalam konflik lahan tersebut adalah kampung halaman Bupati sendiri.

Pendemo mengaku tetap terus berupaya memperjuangkan hak masyarakat. Dia berharap konflik lahan tersebutdapat diselesaikan dengan baik tanpa merugikan masyarakat sekitar.
 
"Bagaimana caranya nanti, paling tidak ada solusinya tidak merugikan kedua pihak, jangan main rampok begitu saja bukan zaman penjajahan yang bisa main rampok begitu saja. Masyarakat menilai koperasi Kotalu sudah lama tidak aktif, jika tidak ada titik temu konflik ini dewan siap akan memdampingi masyarakat ke pusat membawa aspirasi masyarakat ini,“ tandasnya.

COPYRIGHT © SR28 GROUP 2018

Reporter: Sabri  | Redaktur: Agus Sholihin 

Konflik | Lahan, | Koperasi | Tungkal |

Copyright @2015