Rabu, 07 Pebruari 2018 14:14 WIB

3 Sikap Anak Ini Mengingatkan Orangtua Perlu Terapkan Disiplin Lebih Ketat

 3 Sikap Anak Ini Mengingatkan Orangtua Perlu Terapkan Disiplin Lebih Ketat
Ilustrasi

SR28JAMBINEWS.COM -- Anak-anak yang menunjukkan sikap di luar aturan yang telah diterapkan orangtua memang menjengkelkan. Apalagi jika orang dewasa di sekitar mereka ikut jengkel dengan perangai anak.

Atas sikap tersebut, sepertinya orangtua harus lebih ketat lagi menerapkan disiplin kepada anak. Jika anak-anak sejak kecil dibiarkan melanggar aturan mereka akan lupa batas saat tumbuh dewasa, berikut tanda-tanda dari sikap anak yang merupakan isyarat bahwa orangtua harus menerapkan disiplin lebih ketat lagi.

Menyalahkan orang lain

Jika anak sudah tidak bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lalukan, apalagi itu salah, lalu mereka melemparkan kesalahan kepada orang lain, berarti orangtua harus melakukan sesuatu kepada anak.

Lauren Steele, seorang pakar parenting menyarankan kepada orangtua untuk membuat daftar tanggung jawab tertulis. "Tulis catatan yang berisi daftar tanggung jawab anak. Minta mereka membaca berkali-kali. Misalnya, pukul berapa mereka harus berhenti menonton tv, belajar, makan, dan lain sebagainya. Jika itu sudah ada, maka tak ada alasan bagi anak untuk melanggar, meski waktu bermain lebih karena keberadaan temannya."

Tidak peduli

Jika anak Anda tidak peduli dengan orang lain, terutama keluarga, ini merupakan masalah. Anak akan tumbuh menjadi orang yang egois dan hanya mementingkan diri sendiri.

Dalam hal ini cobalah beri anak tanggung jawab untuk membantu orang lain atau merawat hewan peliharaan. Misalnya mengajak anak ke panti asuhan untuk menyayangi dan merawat sesama manusia. Atau, bisa juga dengan merawat hewan peliharaan. Beri si kecil tugas rutin untuk memberi makan hewan.

Tidak merasa bersalah

Apakah anak-anak Anda menolak perasaan bersalah? Ingat, sikap ini akan menjadi masalah terhadap kepribadian mereka. Tidak merasa bersalah merupakan tanda anak-anak menolak mengakui kesalahan.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Disiplinkan dengan menegakkan konsekuensi. Ketika mereka tidak merasa bersalah, mereka harus merasa bingung ketika akhirnya mereka melakukan sesuatu yang salah. Tapi, bukan berarti orangtua mencari celah untuk menyengsarakan anak. Namun, buat situasi agar mereka sadar telah melakukan kesalahan. Misalnya, jika anak-anak bersikap kasar kepada cobalah benar-benar menunjukkan sikap menderita. Seperti sakit, menangis, atau sedikit marah sampai anak merasa itu terjadi akibat perbuatan mereka.

Source: Okezone

3 | Sikap | Anak | Ini |

Copyright @2015