Jumat, 09 Pebruari 2018 12:29 WIB

Pantai Indah Australia Terancam Gelombang Panas

 Pantai Indah Australia Terancam Gelombang Panas
Laut Australia

SR28JAMBINEWS.COM -- Jika Anda ingin mengunjungi pantai Australia yang masih asli, sebaiknya segeralah datang. Sebab, kawasan wisata alam paling populer di Australia ini mendapat ancaman serius perubahan iklim.

Selama ini, wisata alam memang paling mendominasi pasar Australia untuk pelancong lokal maupun internasional. Namun Icons at Risk: Climate Change Threatening Australian Tourism yang dikeluarkan independent climate organisation Climate Council, pada Kamis (8/2), menyebutkan gelombang panas dan peningkatan suhu akan merusak wisata alam ini.

Di antara kawasan yang terdampak perubahan iklim ini adalah pantai Australia, margasatwa, Great Barrier Reef, dan taman nasional.

Selain itu, diproyeksikan frekuensi gelombang banjir akan meningkat paling sedikit 100 kali lipat akan menerpa kota-kota di Sydney, Melbourne, Hobart, Cairns, Darwin, Fremantle dan Adelaide.

Rusaknya pantai yang menyebabkan wisatawan menghindarinya adalah Pantai Utara Sydney, Sunshine Coast Queensland, dan Pantai Surf Victoria.

Survei menunjukkan bahwa 17 sampai 23 persen wisatawan beralih ke destinasi berdasarkan kondisi pantai. Akibatnya Australia diperkirakan merugi A$ 20-56 juta (Rp212 miliar – 597 miliar) per tahun untuk dua wilayah terakhir saja.

Climate Council juga menyebutkan perubahan iklim akan memperluas distribusi ubur-ubur mematikan di sepanjang pantai Queensland. Dipastikan wisatawan menghindari pantai tersebut.

Lebih jauh ke pedalaman, Red Centre, daerah pedalaman Australia Tengah yang berpusat di kota Alice Springs dan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, akan mengalami kenaikan suhu di atas 35ºC (95ºF) pada 2030.

Kenaikan suhu ini juga akan berdampak kawasan lainnya di negeri ini termasuk Taman Nasional Kakadu yang menakjubkan.

Meski tidak selalu terhubung dengan reputasi pantai internasionalnya, Australia juga menjadi rumah bagi beberapa bidang ski yang indah.

Namun, laporan tersebut juga menyebutkan resor ski Australia telah melaporkan penurunan kedalaman salju maksimum dan panjang musim selama 25 tahun terakhir - maka terjadi peningkatan pembuatan salju buatan.

Laporan tersebut juga mencatat dampak kenaikan suhu pada wisata olahraga berbasis event, yang baru saja dilaksanakan yaitu Australia Terbuka.

Gelombang panas dua hari pada Januari memuncak pada 40,2ºC (104ºF), menyebabkan para atlet mengeluh. 

Di sini, singkatnya, adalah tujuan wisata alam di Australia sangat terpukul. Perubahan iklim merupakan ancaman serius bagi lingkungan alam Australia dan ekonomi negara.

Sebagai industri bernilai miliaran dolar, pariwisata merupakan penghasil devisa kedua terbesar Australia (A $ 43,6 miliar setara Rp465 triliun) setelah bijih besi, dan menyumbang 4,9 persen dari angkatan kerja.

Saat ini Pemerintah Australia menerapkan strategi nasional, yang dijuluki Tourism 2020, untuk mendongkrak pasar pariwisatanya. Pemerintah setempat mengharapkan pariwisata meningkat 3,3 persen per tahun sampai 2030.  

Namun perubahan iklim diprediksi berdampak sangat besar terhadap daya tarik wisata terbesar di negara ini. Pemerintah negara disarankan lebih bijak jika fokus pada penanganan perubahan iklim sebelum menghabiskan anggaran kampanye pariwisata yang mengilap untuk tujuan yang terancam.

 

Source: Okezone

Pantai | Indah | Australia | Terancam |

Copyright @2015