Senin, 12 Pebruari 2018 11:37 WIB

Presiden Jokowi: Tak Ada Tempat Bagi Intoleransi Di Indonesia

 Presiden Jokowi: Tak Ada Tempat Bagi Intoleransi di Indonesia
Presiden RI, Joko Widodo

JAKARTA (SR28) -- Presiden Jokowi mengutuk keras tindakan penyerangan yang terjadi di Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta. Pelaku membawa pedang dan melukai empat orang yang tengah beribadah. Polisi menembak pelaku karena terus menyerang jemaat dan petugas.

Presiden Jokowi bahkan menyatakan bahwa negara Indonesia menutup ruang dan tidak ada tempat bagi oknum ataupun pihak-pihak yang tidak bisa hidup dalam kemajemukan dan tidak bisa hidup dalam toleransi.

"Tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara kita apalagi dengan kekerasan," ujar Jokowi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2). Demikian dilasnir dari CNN indonesia.

Orang nomor satu di indonesia ini juga menyatakan bahwa konstitusi di indonesia juga sudah mnegatur dan menjamin kebebasan dalam beragaman bagi masyarakat Indonesia. Mayarakat berhak memilih, memeluk serta menjalankan ibadah keagamaanya

Jokowi menegaskan, konstitusi mengatur Indonesia menjamin kebebasan beragama bagi masyarakatnya mulai dari memilih, memeluk, serta menjalankan acara atau ibadah keagamaannya.

Namun, Jokowi menilai bahwa kejadian yang terjadi belakngan ini tidak hanya terjadi di indonesia saja, melainkan banyak negara di luar sana yang juga menjadi korban intoleransi.

"Kalau dilihat, semua negara mengalami. Tapi kami tidak memberikan tempat kepada orang penyebar intoleransi," tegas Jokowi.
 

Presiden | Jokowi: | Tak | Ada |

Copyright @2015