Rabu, 30 Oktober 2013 08:18 WIB

Rupanya, Belanja Pegawai Capai Rp215 Triliun & 70 Persen APBN Hanya Untuk Pulau Jaw

 Rupanya, Belanja Pegawai Capai Rp215 triliun  & 70 Persen APBN Hanya untuk Pulau Jaw

Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 70 persen diperuntukkan pembiayaan pembangunan di Pulau Jawa. Diharapkan perlu diatur agar lebih adil lagi.

"APBN 2013 sejumlah Rp1.439 triliun jika bisa dibagi merata, maka perekonomian tidak akan hanya terpusat di Jawa," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis pada Lokakarya Regional Sumatra Economic Outlook 2013 di Palembang, Sumatera Selatan. Harry mengakui pusat perekonomian sebagian besar di Pulau Jawa, sehingga membutuhkan anggaran yang lebih besar. Namun seharusnya dapat diatur secara lebih adil lagi. Selain itu, ujar dia, harus ada koordinasi antarelite politik di DPR yang mewakili daerah selain dari Pulau Jawa, agar dapat memperjuangkan anggaran yang memadai bagi daerah mereka.

"Selama ini belum ada koordinasi tersebut, tetapi umumnya anggota DPR sibuk mengurusi dapil-dapilnya (daerah pemilihan, Red)," kata Harry lagi. Dia menyambut baik adanya koordinasi antargubernur se-Sumatera untuk membangun infrastruktur berupa jalan tol lintas sumatera. "Jika jalan tol ini bisa direalisasikan, maka Sumatera akan menjadi pusat ekonomi baru selain Jawa," kata dia.

Harry juga mengungkapkan belanja pegawai lebih besar anggarannya dalam APBN, dibandingkan belanja infrastruktur. "Jika belanja infrastruktur lebih besar, maka bisa dipastikan perekonomian akan lebih maju dari sekarang," kata dia. Ia menilai, belanja pegawai yang besar tidak akan bisa meningkatkan taraf ekonomi rakyat. "Hanya pegawai-pegawai pemerintah saja yang sejahtera, tapi rakyat kebanyakan tidak menikmatinya," ujar dia lagi.

Dia menyebutkan, anggaran APBN 2012 sebesar Rp1.439 triliun, dengan alokasi untuk belanja pegawai sebesar Rp215 triliun. Sedangkan belanja infrastruktur hanya sebesar Rp161 triliun, hanya 11 persen dari total anggaran. Jika anggaran infrastruktur ditingkatkan menjadi 20-25 persen per tahun, maka di Indonesia akan bisa dibangun 25 ribu km jalan setiap tahun.

Selain itu, Harry mengungkapkan bahwa prioritas pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan pusat-pusat ekonomi. "Jadi pusat-pusat ekonomi ini dihubungkan dengan jalan yang bagus, sehingga akan mampu meningkatkan ekonomi bangsa," ujar dia. Menurut Harry, infrastruktur harus lebih dahulu dibenahi adalah jalan raya yang sudah mulai rusak. Setelah itu, baru memperbaiki jembatan dan pelabuhan yang menjadi penghubung antarwilayah.

detik.com

Sat

Rupanya, | Belanja | Pegawai | Capai |

Copyright @2015