Minggu, Januari 17, 2021

Sriwijaya Air Wajib Ganti Rugi Rp1,25 M per Penumpang SJ182

JAKARTA - Keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 berhak atas ganti rugi dari pihak maskapai. Hal tersebut mengacu pada Pasal 141 ayat (1)...

Besok Divaksin, Begini Kondisi Kesehatan Jokowi

JAKARTA - Sekretariat Presiden memastikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjalani vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1) besok di Istana Kepresidenan Jakarta....

Ini Pertimbangan Hakim Tolak Praperadilan Habib Rizieq

JAKARTA - Hakim Akhmad Sahyuti menolak gugatan praperadilan yang diajukan Habib Rizieq Shihab terkait penetapan tersangka kasus pelanggaran kekarantinaan kesehatan dan penghasutan kerumunan di Petamburan, Tanah...

BREAKING NEWS:Black Box Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan!

JAKARTA - Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan. Kotak hitam itu kemudian dibawa ke daratan. Seperti dikutip dari Antara,...

Technology

Sudirman Resmi Menjabat Sebagai Sekda Provinsi Jambi

JAMBI (SR28) - Dalam arahannya, Pjs Gubenrur Jambi Restuardy Daud meminta Sekda terpilih untuk dapat segera bersinergi dengan seluruh pihak. Bukan hanya dengan jajaran peemrintah Provinsi saja, tapi termasuk dengan jajaran pemerintah kabupaten kota serta instansi vertikal.

- Advertisement -

Gubernur Jambi Perkuat Komunikasi dengan Pihak Sekolah

JAMBI (SR28) - Penjabat Gubernur Jambi Restuardy Daud, berupaya menguatkan komunikasi guna mengetahui kebutuhan sekolah yang saat ini kegiatan belajar mengajar mengalami perubahan menghadapi Pandemi Covid-19, Sabtu (10/10).

Audiensi bersama Kepala Sekolah SMAN/SMKN se Kota Jambi yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi menjadi harapan Pjs.Gubernur Jambi untuk meningkatkan kemajuan dan ketertiban sekolah dengan bangunan komunikasi yang baik sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana maksimal. "Generasi Z merupakan generasi yang lahir 1998 hingga tahun 2010 akan berbeda gaya komunikasi dan saya yakin para guru sudah menerapkan dan punya strategi," ungkap Pjs.Gubernur Jambi.

Dunia pendidikan memiliki sosok penting yaitu guru yang bertatap muka secara langsung juga banyak memahami kondisi mental dan keinginan peserta didik, menyikapi hal tersebut Pjs.Gubernur Jambi menitikberatkan perhatian,"Saat anak-anak didik tidak dapat bertatap muka langsung diharapkan pembelajaran serta bimbingan tetap berlangsung baik dan Pemerintah Daerah juga berusaha memberikan fasilitas penunjang belajar yang dibutuhkan sekolah," jelas Pjs.Gubernur Jambi.

Sumbang saran dari beberapa kepala sekolah menginginkan adanya penambahan sarana dan prasarana sekolah guna memfasilitasi kebutuhan penerimaan dan pembelajaran siswa, serta kebijakan lain yang perlu dilakukan untuk kemajuan sekolah.

"Terima kasih atas masukan untuk Pemerintah Daerah dengan komunikasi ini kita dapat mengetahui secara langsung adanya pembinaan untuk siswa, keberadaan ruang kelas dan kebutuhan penting lainnya juga membangun kerja sama pemerintah, pihak sekolah dan orang tua," kata Ardy Daud.

Demo Tolak RUU Cipta Kerja Berujung Ricuh dan Mencekam

JAMBI (SR28) - Demo menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan mahasiswa berujung ricuh. Alhasil kompleks perkantoran di kawasan Telanaipura menjadi mencekam.

Bupati Tanjabbar Bersama Gubernur Jambi Tanam Mangrove di Sekitar Pelabuhan Roro

KUALA TUNGKAL (SR28) - Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial MS bersama Gubernur Jambi Fachrori Umar menanam pohon Mangrove di sekitaran pelabuhan Roro Kuala Tungkal dalam rangka peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2020, Senin (03/08/2020).

Kegiatan penanaman mangrove turut diikuti oleh Staf Khusus Menteri Lingkungan hidup bidang koordinasi dampak lingkungan, Kapolda Jambi, Danrem 042 Gapu, Forkompimda Provinsi Jambi, Kepala OPD Provinsi/ Kabupaten, Asisten, Pramuka, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Safrial memapaparkan singkat tentang kondisi geografis Tanjung Jabung Barat. Bupati juga sampaikan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki hutan Mangrove yang cukup luas.

"Keberadaan hutan Mangrove di Tanjung Jabung Barat sangat berharga sebagai sumber daya alam yang menyimpan banyak manfaat yang dan harus dijaga kelestariannya," ungkap Safrial.

Selain itu, Pemkab Tanjab Barat didukung Kementerian Pariwisata telah berupaya secara maksimal untuk mengangkat hutan mangrove di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Salah satunya dengan menjadi sebuah objek wisata tematik, yang memiliki nilai tambah yaitu dengan membuka dan membangun sarana dan prasarana penunjang ekowisata mangrove pangkal babu agar dapat dikunjungi dengan mudah dan nyaman oleh para wisatawan baik dalam maupun dari luar negeri bahkan juga para peneliti lingkungan hidup yang terkait dengan hutan mangrove untuk pengembangan ilmu pengetahuan," jelas Safrial.

"Jauh lebih penting kedepannya ekowisata hutan mangrove pangkal babu ini dapat senantiasa kita kembangkan dan memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat luas melalui tumbuh kembangnya industri kecil yang menyediakan berbagai kerajinan cenderamata kuliner laut yang khas dan sebagainya," ujarnya.

Selain itu Safrial berharap  pemerintah provinsi Jambi dan pemerintah pusat melalui Kementerian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dapat mendukung pembangunan dan mendorong perkembangan ekowisata hutan mangrove pangkal babu itu.

Sementara itu, Gubernur Jambi H. Fachrori Umar M. Hum dalam sambutannya menyampaikan saat ini Pemerintah sangat menaruh perhatian terhadap kelestarian hutan mangrove, mengingat banyaknya manfaat hutan mangrove khususnya bagi masyarakat sekitar.

Fachrori berharap melalui kegiatan peringatan hari mangrove sedunia ini, dapat menambah motivasi dalam rehabilitasi dan menjaga kelestarian hutan mangrove, khususnya di Provinsi Jambi.

"Provinsi Jambi memiliki hutan mangrove seluas 9.300 hektar, di Tanjung Jabung Barat 4.166, 65 hektar, melalui kegiatan ini, mari kita gelorakan semangat menanam mangrove untuk memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan kelestarian hutan mangrove," ujar Gubernur. (Sabri)

Polisi Tangkap Buronan Kasus Curanmor di Jambi

JAMBI - Seorang warga Penyengat Olak, kecamatan Jaluko, kabupaten Muaro Jambi ditangkap tim macan Polsek Kota Baru, Jambi setelah dua bulan menjadi buronan kasus pencurian kendaraan bermotor.

Sumber: JAMBI28 TV

Latest News

Tak Layak Masuk Dalam Pemiliharaan, Aktivis Endus Dugaan Korupsi Uang Negara Di Pembangunan Sarana dan Prasarana MTQ Tanjabbar

KUALA TUNGKAL (SR28) - Terkait hasil kerja pembangunan Sarana dan Prasarana MTQ Tingkat Provinsi Jambi yang berada di Desa Tungkal 1 (Satu)...

Di Akhir Jabatannya, Bupati Safrial Resmikan Proyek Fisik Infrastruktur 2016-2020

KUALA TUNGKAL (SR28) - Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir.H.Safrial didampingi Wabup Drs. H. Amir Sakib, Senin (11/01/21) kemarin di Laman Orang...

Yuk Intip, Ini Daftar Kekayaan 5 calon Kapolri

JAKARTA (SR28)- Perrgantian Kapolri direncanakan akan rampung pada akhir Januari 2021 ini. Sederet nama pun mulai muncul ke publik, mulai dari petinggi...

Nelayan Melihat Pesawat Jatuh Saat Hujan Deras di Sekitar Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

JAKARTA - Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Pemerintahan dan Transit Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Surachman mengatakan, nelayan Pulau Lancang mendengar ledakan di...

LSM Petisi: Hasil Kerja Pembangunan Sarana Dan Prasarana MTQ Didesa Tungkal 1 Tanggung Jawab PPK-PPTK

KUALA TUNGKAL (SR28) – Terkait hasil kerja pembangunan Sarana dan Prasarana MTQ Tingkat Provinsi Jambi yang berada di Desa Tungkal 1 Kecamatan...

Music

Pemkot Jambi Minta Bantuan Dana CSR Perusahaaan untuk Beli Alat PCR Covid-19

KOTA JAMBI - Pemerintah Kota Jambi memutuskan untuk membeli alat PCR Covod-19 tersebut dari luar Indonesia yang tentunya dengan bantuan dana CSR dai para pengusaha di Kota Jambi. Sementara, dana yang sudah dianggarkan pemerintah nantinya bisa dipergunakan untuk memebeli alat kesehatan lainnya guna mendukung pelaksanaan pengujian spesimen swab Covid-19 itu berjalan dengan optimal.

Ardy Daud Titip 3 Pesan Kepada Bupati/walikota Se Provinsi Jambi

JAMBI (SR28) - Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud, menitipkan 3 pesan kepada Bupati/Walikota yang perlu mendapatkan perhatian lebih dan menjadi fokus bagi Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi pada tahun 2020, yaitu: lebih meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, menyukseskan pilkada serentak di Provinsi Jambi dan lebih meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ardy Daud saat memimpin Rapat Koordinasi Pemilihan Kepala Daerah (Rakor Pilkada) Serentak dan Penanganan Covid-19 bersama Bupati/Walikota se Provinsi Jambi melalui Video Conference (Vidcon), yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (09/10).

"Dalam meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, ada beberapa hal yang menjadi fokus kita bersama untuk saat ini yaitu, terkait ketentraman dan ketertiban umum menyikapi penetapan undang undang cipta kerja yang dalam 3 hari terakhir menjadi perhatian publik dengan adanya aksi unjuk rasa secara paralel di 5 Daerah yaitu Kota Jambi, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh", ujar Ardy Daud.

"Kondisi ini menyebabkan terjadinya gejolak pada ketentraman dan ketertiban umum karena adanya disinformasi antara apa yang tertera dalam undang undang dengan yang beredar luas ditengah tengah masyarakat. Undang undang ini sebenarnya untuk menjawab kebutuhan yang ada pada masyarakat, guna menciptakan lapangan kerja, sehingga bukan hanya bagi para pekerja tetapi juga bagi para pencari kerja," tambah Ardy Daud.

Ardy Daud mengatakan, terkait pelaksanaan APBD Tahun 2020 dan penyusunan rancangan APBD Tahun 2021, yang mana sebagian besar sudah melaksanakan perubahan APBD 2020 serta sedang melakukan penyusunan untuk APBD 2021. Untuk APBD 2020, berdasarkan surat dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, masih ada 2 Kabupaten yang serapan anggarannya masih pada kisaran 32 - 36 persen, sehingga memerlukan tindak lanjut dalam mempercepat realisasi anggaran APBD 2020 dengan mendorong kegiatan yang belum terlaksana dan menentukan prioritas sesuai kondisi daerah.

"Selain itu, kita juga harus turut membantu dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional dengan menentukan kebijakan prioritas guna mendukung sektor sektor yang sangat terdampak covid-19 dan lebih mengoptimalkan dana Desa yang ada karena menjadi salah satu instrument untuk menstimulus pemulihan ekonomi, sehingga perekonomian Provinsi Jambi secara perlahan meningkat dan ditengah pandemi covid-19," kata Ardy Daud.

Selanjutnya, Ardy Daud mengajak seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi untuk mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan pilkada serentak pada tanggal 09 Desember 2020, yang mana saat ini telah memasuki masa kampanye. Berdasarkan evaluasi dari Pemerintah Pusat, untuk minggu pertama tahapan kampanye di Provinsi Jambi berjalan dengan aman dan tertib, meskipun masih terdapat pelanggaran kampanye tapi masih dalam tingkatan yang rendah.

"Saya minta dukungan dari seluruh Bupati/Walikota dalam penyelenggaraan pilkada serentak ini, karena ada beberapa rangkaian kegiatan yang melakukan mobilisasi besar seperti pendistribusian logistik dan uji rapid test kepada petugas KPPS sebanyak lebih kurang 67 ribu orang," kata Ardy Daud.

Ardy Daud mengungkapkan, dalam hal pencegahan dan penanganan covid-19 yang masih melanda Provinsi Jambi, sangat membutuhkan dukungan bersama karena berdasarkan data per tanggal 08 Oktober 2020 untuk Provinsi Jambi, pasien positif covid-19 semakin meningkat setiap harinya dan menjadi catatan bagi semuanya.

"Hal ini tentunya menjadi catatan tersendiri, dengan semakin meningkatnya pasien positif covid-19 setiap harinya, harus juga dibarengi dengan aspek Penanganan ya seperti menambah tempat bagi pasien positif covid-19, baik itu yang ada gejala maupun yang tanpa gejala," ungkap Ardy Daud.

Ardy Daud mengajak seluruh Bupati/Walikota se Provinsi Jambi untuk menjadi pionir dalam memberikan contoh kepada masyarakat, agar lebih peduli dengan pandemi Covid-19 sebagai hal yang sangat serius. "Kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan selalu mengingat 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta Menjaga jarak)," ajak Ardy Daud.

Pada kesempatan tersebut, Bupati/Walikota se Provinsi Jambi melaporkan perkembangan daerahnya masing masing kepada Pjs.Gubernur Jambi.

Polresta Jambi Terjunkan 646 Personel Untuk Pengamanan TPS Besok

KOTA JAMBI - Dari sisi pengamanan, pihak Polresta Jambi sedikitnya telah menyiapkan 646 personel yang akan diterjunkan untuk pengamanan Pilkada besok.

646 personel Polresta Jambi itu, akan diterjukan untuk mengamankan 1.334 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kota Jambi. Pembagiannya sendiri dari 646 personel tersebut, akan dibagi menjadi 2 personel polisi yang ditugaskan untuk mengamankan 10 TPS.

Hut Tanjabbar Ke-55 Bupati Safrial Sampaikan PDRB Meningkat 5,35% dari Tahun Lalu

KUALA TUNGKAL (SR28) - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah dimana semakin tinggi PDRB maka dapat dikatakan bahwa pertumbuhan ekonominya juga semakin tinggi. Titik nilai produk domestik regional bruto (PDRB) merupakan ukuran produktivitas yang mencerminkan seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam satu tahun. Demikian dijelaskan Bupati Safrial saat memberikan sambutan Upacara Hut Tanjab Barat Ke-55 (10/08) kemarin.

Lanjut Bupati  Safrial.”Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan kabupaten yang memiliki PDRB terbesar dibandingkan kabupaten-kabupaten lain di provinsi Jambi. Berdasarkan data BPS tercatat bahwa nilai PDRB Kabupaten Tanjung Jabung Barat atas dasar harga berlaku 2010 pada tahun 2019 mencapai 42.51 triliun rupiah. Secara nominal nilai PDRB ini mengalami kenaikan sebesar 1.7 Triliun Rupiah dibandingkan tahun 2018 yang mencapai  40.83 Triliun Rupiah.” Naiknya nilai PDRB ini dipengaruhi oleh meningkatnya produksi di seluruh lapangan usaha dan adanya inflasi," jelasnya.

Berdasarkan harga konstan 2010, Angka PDRB juga mengalami kenaikan dari 28.86 Triliun Rupiah pada tahun 2018, menjadi 30.35 Triliun Rupiah pada tahun 2019. Hal ini menunjukkan selama tahun 2019 Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 5.35%.

"Hal ini lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 4.90% peningkatan nilai PDRB ini menunjukkan perekonomian di kabupaten ini mengalami pertumbuhan yang positif,"tandas nya. (Sabri)

Tak Hanya Wartawan, Rapid Test Masal Juga Akan Sasar Seluruh Wilayah di Jambi

JAMBI (SR28) - Tidak hanya terhadap wartawan di Jambi. Satgas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi juga akan melkaukan rapid test masal ke seluruh wilayah kabupaten kota se Provinsi Jambi. Yang tujuan utamanya, terlebih dahulu mengakali rendahnya testing uji swab yang bisa dilakukan  Pemprov Jambi lantaran amsih bergantung pada Balai POM Jambi yang kapasitas ujinya masih rendah.

Tak Hanya Wartawan, Rapid Test Masal Juga Akan Sasar Seluruh Wilayah di Jambi

Tak Hanya Wartawan, Rapid Test Masal Juga Akan Sasar Seluruh Wilayah di Jambi

Posted by JAMBI28 TV on Friday, September 18, 2020
Sumber: JAMBI28.TV

Culture

- Advertisement -

Viral! Lebih Pilih Pelakor, Ayah Pukul Anak Istri Hingga Viral di Media Sosial

Unggahan pemilik akun Aurellia Renatha yang mengaku dianiaya oleh ayahnya sendiri gegara pelakor viral di media sosial.

Gadis cantik ini menyatakan, penganiayaan atas dirinya itu dilakukan di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (24/7) malam.

Hal ini dibenarkan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono yang menyebut bahwa oknum polisi dimaksud adalah Kombes RD.

Sang oknum polisi perwira menengah itu menjabat sebagai sebagai Penyidik Utama TK. I Rowassidik Bareskrim Polri. Argo menyebut, Kombes RD diduga telah melakukan penganiayanaan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Buntut dari peristiwa itu, anak kandung Kombes RD melaporkannya ke Polsek Kelapa Gading. Akan tetapi, pelaporan itu disusul dengan Kombes RD yang juga mempolisikan anaknya sendiri.

Tonton video lengkapnya disini: https://jambi28.tv/lebih-pilih-pelakor-ayah-pukul-anak-istri-hingga-viral-di-media-sosial/

Masih Lemahnya Kesadaran Masyarakat di Indonesia Dengan Terbukti Banyaknya Pelanggaran Terhadap Larangan Melakukan Kerumunan Pada Masa Pandemi Covid 19 Corona Virus

Oleh : Haidir S.Ag.,M.H.

Manusia saat ini tengah menghadapi suatu krisis global yang mungkin menjadi salah satu krisis terbesar dalam kehidupan manusia. Kondisi ini menuntut setiap elemen masyarakat, pemerintah, dan elit politik untuk bersinergi dalam mengatasi kompleksitas implikasi yang ditimbulkan dari mulai kesehatan, ekonomi, sosial politik, sampai budaya. Karena Persebaran pandemi Covid-19 yang semakin meluas menyebabkan krisis kesehatan nasional bahkan global. Pemerintah Indonesia telah menyatakan status kedaruratan kesehatan pada tanggal 31 Maret 2020 melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Akan tetapi krisis kedaruratan semacam ini tidak bisa dipandang sederhana. Karena situasi kedaruratan (state of emergency) memberikan kekuasaan luar biasa kepada negara yang tidak dimiliki ketika situasi normal, hal ini lazim disebut sebagai Emergency Power.

Untuk menangani wabah tersebut, penegakan hukum menjadi salah satu langkah yang dipilih pemerintah. Aparat kepolisian pun dikerahkan dalam mengatasi wabah virus corona di Tanah Air. Secara garis besar, polisi bertugas dalam membubarkan kerumunan massa, menangani penyebar berita bohong atau hoaks, serta penimbun bahan pokok.

Awalnya, Kapolri mengeluarkan Maklumat Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19). Melalui maklumat yang ditandatangani Idham pada 19 Maret 2020, Kapolri meminta masyarakat tidak berkerumun.

Adapun, tindakan pengumpulan massa terdiri atas empat hal.

Pertama, pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis.

Kedua, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga. Ketiga, kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan.

Keempat, unjuk rasa, pawai dan karnaval. Terakhir, kegiatan lain yang menjadikan berkumpulnya massa.

Untuk menindaklanjuti antisipasi kedaruratan penyakit zoonosis, selain telah ada serangkaian regulasi yang mengatur upaya perlindungan dan pencegahan penyakit menular yaitu :

1) Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3273);

3) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723);

4) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Keschatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

5) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6236);

6) Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kedaruratan Bencana pada Kondisi Tertentu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 34)

Kapolri pun juga mengeluarkan telegram bagi jajarannya, yang ditandatangani oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1098/IV/HUK.7.1./2020, ancaman pidana bagi mereka yang melawan imbauan polisi untuk membubarkan diri bertambah. "Menolak atau melawan petugas yang berwenang sebagaimana Pasal 212 sampai dengan Pasal 218 KUHP dan menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit sebagaimana UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular Pasal 14 ayat (1) dan (2),"

Dalam Pasal 14 ayat 1 UU tentang Wabah Penyakit Menular disebutkan, siapa saja yang menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam pidana penjara selama-lamanya satu tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000. Sementara, Pasal 14 ayat 2 UU yang sama menuliskan, bagi siapapun yang karena kealpaannya mengakibatkan terhalanginya pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam hukuman kurungan enam bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000. Polisi mengantisipasi bentuk pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi selama PSBB antara lain kejahatan yang terjadi pada saat arus mudik (street crime), kerusuhan/penjarahan yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pmberatan. Tindak pidana tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362, 363, 365, 406, dan 170 KUHP.

Bentuk kejahatan lainnya, yakni upaya menghambat kemudahan akses sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Pasal 77 juncto Pasal 50 Ayat (1) dan Pasal 79 Ayat (1) dan (2). Kemudian, ancaman pidana bagi mereka yang tidak mematuhi atau melanggar penyelenggaraan kesehatan seperti tertuang Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Namun kenyataannya ditengah Langkah hukum yang telah diambil pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid 19 masih saja banyak  masyarakat tidak mematuhinya. Meskipun penyebaranCovid 19 telah menjadi salah satu kekhawatiran masyarakat tetapi dengan  berbagai upaya yang berbentuk himbauan dari pemerintah belum benar-benar dipatuhi oleh masyarakat. Bahkan sebagian besar masyarakat menganggap bahwa virus tersebut tidak akan menyebar luas sebagaimana di negara tempat awal penyebarannya.

Berbagai hoax mengenai kondisi cuaca dan iklim di Indonesia sebagai kondisi yang tidak akan menimbulkan penyebaran luas atau hoax terkait ramuan ataupun obat-obatan yang dianggap dapat mencegah timbulnya Covid 19 ternyata mampu mempengaruhi masyarakat untuk tidak sepenuhnya menganggap virus ini sebagai ancaman sehingga masih banyaknya pelanggran pelangran emnegenai protocol kesehtan yang telah ditetapkan.

Pada dasarnya, Pemerintah telah dan selalu menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap disiplin dalam menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup yang sehat. Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tetap melakukan physical distancing dan mengikuti berbagai protokol kesehatan demi mencegah penularan Virus Covid-19 ini. Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 membuat empat strategi untuk menguatkan kebijakan physical distancing sebagai strategi dasar demi mengatasi pandemi Virus Corona COVID-19 salah satunya penggunaan masker. Masyarakat diwajibkan menggunakan masker saat berada di ruang publik atau di luar rumah. Diharapkan agar dengan memakai masker mata rantai penularan COVID-19 mampu dicegah dan perkembangannya dapat diminimalisir dan bahkan dimusnahkan.

Sayangnya, sekalipun Pemerintah telah melakukan edukasi dan sosialisasi tentang Covid-19, mengubah perilaku individu dari masyarakat ternyata tidaklah mudah. Banyak warga yang masih mengacuhkan peringatan Pemerintah. Di banyak tempat, penerapan New Normal justru difahami dan dijalankan oleh banyak warga dengan cara normal seperti layaknya seperti sebelum dilanda Virus Covid-19. Padahal, sebagai warga negara Indonesia yang baik, adalah wajib hukumnya mematuhi aturan Pemerintahan yang ada untuk kebaikan masayrakat itu sendiri. Apalagi kini wabah Covid-19 sedang menunjukkan taringnya. Karenanya, seluruh masyarakat indonesia diharapkan berperan aktif menjalani segala anjuran dan aturan terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19 sedini mungkin.

Terkait dengan hal tesrebut, dibutuhkan penegakan hukum sanksi denda yang tegas bagi yang melanggar protokol kesehatan berupa penggunaan masker umumnya di Provinsi Jambi dan khususnya di Kabupaten Merangin agar masyarakat sadar akan pentingnya meminimalisir tiap harinya kasus positif Covid-19 di Indonesia. Namun ketegasan di sini juga perlu dibarengi dengan kebijaksanaan dari Pemerintah Kabupaten Merangin agar pesan-pesan dari pemegang kekuasaan dapat didengar dan anjurannya dapat dilaksananan. Sikap Pemerintah seperti ini sangat urgen di saat-saat suasana kehidupan masyarakat tidak kondusif dan tampak tidak menentu akibat wabah Covid-19 dengan segala akibat buruknya dan sisi negatifnya yang sangat berpenguh terutama dibidang kesehatan, ekonomi, sosial, dan juga pendidikan masyarakat.

Gubernur Jambi: Perdagangan Global Perhatikan Indikator K3

JAMBI (SR28) - Penjabat sementara Gubernur Jambi Restuardy Daud, menerima Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia secara daring/virtual di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (7/10).

Penyerahan penghargaan K3 Tahun 2020 secara daring juga dilakukan kepada perusahaan yang dinyatakan layak untuk menerima penghargaan kecelakaan nihil (zero accident award) di wilayah Provinsi Jambi, perusahaan penerima penghargaan SMK3 di wilayah Provinsi Jambi dan perusahaan penerima penghargaan program pencegahan HIV/AIDS di wilayah Provinsi JambiGubernur Jambi dianugerahi Pembina Terbaik K3 bersama gubernur 19 provinsi lainnya. "Saya kira ini merupakan suatu penghargaan yang sangat luar biasa karena ini sudah 7 kali kita menerima penghargaan yang sama sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada waktu yang bersamaan juga ada 27 perusahaan di Jambi yang menerima penghargaan kecelakaan kerja nihil dan juga ada 2 perusahaan yang menerima penghargaan kategori menerapkan pencegahan dan penanganan HIV/AIDS," ungkap Ardy Daud.

Penghargaan Pembina Terbaik K3 diberikan kepada gubernur yang telah berhasil melaksanakan program pembinaan K3 sehingga perusahaan-perusahaan diwilayahnya memperoleh Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) atau Kecelakaan Nihil sebanyak 0,05 persen dari jumlah perusahaan yang ada diwilayahnya.Provinsi Jambi lima tahun berturut menerima penghargaan sebagai Pembina Terbaik K3 di Tahun 2020 ini ada 19 provinsi juga memperoleh penghargaan sebagai Pembina Terbaik K3 yang disikapi oleh Pjs. Gubernur Jambi sebagai penghargaan yang sangat membanggakan untuk semua pihak yang terkait bahkan dirinya berharap dapat terus dilanjutkan untuk masa-masa mendatang.

"K3 ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi pekerjanya karena bicara mengenai keselamatan berarti bagaimana mengurangi kecelakaan kerja, kemudian bagi pekerjanya nanti juga berbicara bagaimana pekerjaannya sehat untuk sektor atau aspek produksinya kalau sehat ini juga berarti produknya akan sehat dan aman sehingga diharapkan produktivitas perusahaan ini akan semakin baik," lanjut Ardy Daud.Harapan untuk terus mendorong peningkatan disiplin K3 dalam pandangan Pjs.Gubernur Jambi secara konteks perdagangan global K3 merupakan salah satu indikator untuk daya saing atau competitiveness,"Salah satu indikator yang diminta itu adalah bagaimana kita menerapkan aspek K3 dan kita akan upayakan terus dan juga ini atas dukungan teman-teman di dinas tenaga kerja dan transmigrasi," jelas Pjs. Gubernur Jambi.

Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziah menyampaikan penganugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada perusahaan yang telah memenuhi standar prosedur penilaian dengan harapan semakin banyak perusahaan yang mendapat penghargaan."Terima kasih kepada gubernur yang telah berhasil membina usaha-usaha penerapan K3 di wilayah masing-masing serta mengajak kesadaran bersama untuk melaksanakan K3 secara baik dan benar terus meningkat apalagi tantangan menerapkan disiplin K3 semakin besar karena ada Pandemi Covid-19," ujar Menteri Ketenagakerjaan.Dalam laporan Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Haiyani Rumondang menjelaskan penghargaan yang diberikan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dapat memberi motivasi kepada perusahaan dan aparat pemerintah disemua level untuk menciptakan K3.

Meliputi kecelakaan nihil,SMK3 program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS,  pembina K3, Pemeduli HIV/AIDS di tempat kerja," kata Haiyani Rumondang.Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja menyampaikan 1237 perusahaan meraih penghargaan K3 Tahun 2020 yang sebelumnya 1052 perusahaan di Tahun 2019 meraih penghargaan Nihil Kecelakaan, untuk penghargaan SMK3 diraih 2362 perusahaan Tahun 2020 sebelumnya Tahun 2019 ada 1466 perusahaan, pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja diraih 233 perusahaan Tahun 2020 sebelumnya pada Tahun 2019 ada 172 perusahaan.

"Memberikan motivasi kepada pekerja, pengusaha dan perusahaan serta berbagai pihak melakukan yang upaya terbaik terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja," ujar Haiyani Rumondang.

- Advertisement -

Must Read

Bupati Tanjabbar Bersama Danlanal Palembang Tanam Mangrove di Kawasan Pelabuhan Roro

KUALA TUNGKAL (SR28) - Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial, MS bersama Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari CTMP, tanam mangrove di kawasan Pelabuhan Roro, Jum'at (18/09). Hadir mendampingi Bupati, Forkopimda, Sekda, Asisten, Staf Ahli para kepala OPD serta Kabag di lingkup Sekretariat Daerah.

Diawali dengan sarapan bersama di Rumah Dinas Bupati bersama Sekda dan beberapa Kepala OPD, kemudian Bupati mengajak Danlanal menuju Pelabuhan Roro untuk melaksanakan penanaman mangrove. Bupati juga mengajak Danlanal meninjau Kantor Pos AL Kuala Tungkal yang merupakan hibah dari Pemkab Tanjab Barat.

Ditemui di sela pemantauan Pos AL, Bupati H. Safrial mengatakan penanaman Mangrove merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan terutama terhadap pengurangan estimasi gas rumah kaca atau lebih dikenal Global Warning.

"Mudah Mudahan dengan penanaman mangrove ini yang menurut teorinya dapat menyerap Karbondioksida,"ucap bupati Safrial.

Lebih lanjut Bupati menawarkan Danlanal untuk membuat Cabang Lanal Palembang di Tanjab Barat.

"Kalau bersedia Pemkab siap menyediakan lahan untuk pembangunan Lanal di Tanjab Barat, kita siapakan Kantor dan Rumah Dinas disini, harapan kami disini ditempatkan yang jabatannya setara Kapolres atau Dandim, minimal berpangkat Letkol sehingga komunikasi pengamanan pantai kita berjalan baik," harap Bupati.

Sementara Danlanal Palembang Kolonel Fildamalari mengatakan Lanal Palembang memiliki Daerah yang cukup luas dikarenakan Lanal Palembang memiliki 19 Pos, 2 Posal dan 17 Posmad.

"Akan sangat sulit jika hanya di pantau dari Palembang, penawaran pak Bupati tadi akan jadi pertimbangan kami untuk menempatkan perwakilan Danlanal Palembang disini yang berpangkat Minimal Letkol, sehingga akan memudahkan Koordinasi dan komunikasi dengan Forkopimda disini," tandasnya. (Sabri)

Lepas Atlet PABBSI Ikuti Uji Tanding, Bupati Tanjabbar: Jaga Nama Baik Daerah

KUALA TUNGKAL (SR28) - Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial, MS lepas atlet Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) yang akan berangkat ke Kota Jambi untuk mengikuti Try Out dan Uji Tanding bersama PABBSI Kota Jambi, Kamis (17/9/2020).

Dalam pelepasan yang diadakan di Ruang Rapat Bupati tersebut, Bupati Safrial berpesan agar para atlet PABSSI Tanjab Barat bertanding dengan sportif dan bisa menjaga nama baik daerah.

"Dalam sebuah pertandingan juara itu penting, tapi sportifitas tetap harus dijaga. Jaga nama baik daerah. Selamat berjuang, mudah-mudahan sukses. Teriring doa dari kami secara pribadi. Semoga adek-adek memperoleh medali yang banyak," ujarnya.

Bupati juga berjanji akan meminta OPD terkait untuk bisa meningkatkan insentif atlet di Tanjab Barat.

"Insentif harus disesuaikan, upayakan lebih tinggi dari daerah lain, minimal sama. Agar atlet-atlet berprestasi tidak pindah ke daerah lain," tambah Safrial.

Sebelumnya ketua PABBSI Tanjab Barat H. M. Arif mengungkapkan try out dan latih tanding ini diadakan untuk menjaga kebugaran atlet karena banyak kegiatan terhenti disebabkan pandemi covid-19 sekaligus persiapan bagi atlet yang lolos PON Papua.

"Atlet PABBSI kita termasuk berprestasi Pak, ada dua yang ikut PON Papua, tapi tertunda karena Covid. Untuk itu kita adakan kegiatan ini agar kondisi atlet PABBSI tetap bugar," paparnya

Sementara Ketua KONI Tanjab Barat, Syarifuddin yang ikut serta dalam pelepasan berpesan agar atlet PABBSI bisa mengikuti kegiatan dengan semangat dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Ketua KONI juga minta maaf tidak bisa membantu dengan maksimal karena pandemi covid-19. (Sabri)

Hebat, Kota Jambi Peringkat 8 Se Indonesia Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

KOTA JAMBI - Pemerintah Kota Jambi menerima penghargaan dari kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI atas capaian terhadap laporan penyelenggaraan pemerintah daerah atau LPPD tahun 2018 atas evaluasi kinerja penyelenggaraan peemrintah daerah atau EKPPD kota Jambi tahun 2019 dengan perolehan status sangat tinggi dengan skor 3,4420.

Gubernur Jambi kunker ke Merangin resmikan jembatan

MERANGIN - Gubernur Jambi Fahrori Umar mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong infrastruktur di daerahnya. Salah satunya dengan membangun infrastruktur darat sampai ke desa-desa.

“Kita sudah berkomitmen dalam membangun Provinsi Jambi dimulai dari desa-desa,” kata Fachrori usai meletakkan batu pertama pembangunan jembatan Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabil Ilir, kabupaten Merangin, Kamis 23 Juli 2020.

Fachrori mengatakan, perhatian nyata Pemprov Jambi ditunjukkan melalai pembangunan jembatan Desa Rantau Limau dalam membantu pembangunan di wilayah kabupaten/kota, khususnya di wilayah Kabupaten Merangin.

“Jembatan Desa Rantau Limau Manis ini akan dibangun secara permanen, sebelum nya hanya jembatan gantung biasa dan hanya dilewati oleh kendaraan roda dua, jembatan ini nantinya akan menghubungkan tiga kabupaten yaitu Merangin, muara Bungo, dan Tebo,” ujar Gubernur.

Fachrori berharap pengerjaan pembangunan jembatan ini bisa selesai tepat waktu sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

Pembangunan jembatan desa rantau limau manis ini merupakan pemenuhan janji kampanye saat maju menjadi Wakil Gubernur Jambi mendampingi Zumi Zola. “Pembangunan jembatan sudah kita mulai, sudah kita wujudkan, saya tepati janji saya,” ucap Gubernur.

Sementara Bupati Merangin H Al Haris mengucapkan, berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi karena telah membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Merangin.

“Saya melaporkan kepada Bapak Gubernur Jambi bahwa Kabupaten Merangin telah mendapat banyak bantuan pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Provinsi Jambi karena anggaran APBD Kabupaten Merangin tidak mencukupi untuk membangun seluruh daerah yang luas ini, dengan PAD lebih kurang Rp100 miliar per tahun,” ucap Haris.

Haris juga mengatakan, upaya pemerintah Kabupaten Merangin dalam membangun infrastruktur telah membangun 44 jembatan, jalan 69,8 persen dari yang di target kan nasional yaitu 70 persen, perbaikan jalan rusak ringan 18 persen, jalan rusak berat 11,65 persen.

“Kami sangat mengharapkan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi, karena peran pemerintah provinsi sangat penting sekali untuk membantu pembangunan di kabupaten Merangin ini dalam rangka percepatan pertumbuhan wilayah kami, sehingga kedepannya lebih maju lagi,” tuturnya.

Keluarga Dilarang Jemput Paksa Jenazah Suspect Covid-19

JAMBI (SR28) - Pemerintah provinsi Jambi melarang keluarga jemput paksa jenazah suspect Covid-19. Hal ini agar tak kembali terjadinya penularan virus tersebut dari jenazah ke keluarga maupun masyarakat luas.

Fachrori Umar Support Budidaya Mangrove di Tanjung Jabung Barat

KUALA TUNGKAL (SR28) – Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar.M.Hum menegaskan bahwa hutan mangrove harus dilestarikan karena manfaatnya sangat penting, baik untuk menjaga ekosistem air dan fauna dalam ekosisten tersebut maupun manfaat terhadap udara, karena memiliki kemampuan menyimpan karbon 5 kali lebih baik dari hutan daratan, serta dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami. Fachrori mengajak masyarakat dan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama melestarikan hutan mangrove. Hal tersebut disampaikan Fachrori dalam Peringatan Hari Mangrove se Dunia Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2020, bertempat di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (03/08/2020).Fachrori mengatakan, kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Hari Mangrove se Dunia kali ini dilaksanakan di 10 provinsi di Pulau Sumatera yaitu Provinsi Jambi, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepualauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung. ”Penaman mangrove dipusatkan di Provinsi Bangka Belitung, yang akan dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo dengan penanaman mangrove sebanyak 2.020 batang di setiap provinsi, yang melibatkan jajaran  pemerintah daerah dan kelompok tani,” kata Fachrori.Pada kesempatan ini Fachrori mengajak seluruh kelompok tani dan nelayan untuk ikut menggelorakan semangat menanam mangrove, untuk memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove di Provinsi Jambi.“Ekosistem mangrove merupakan sumber daya lahan basah wilayah pesisir dan sistem penyangga kehidupan dan kekayaan alam yang nilainya sangat tinggi. Untuk itu, perlu upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan secara lestari untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Fachrori.Fachrori mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi sangat menaruh perhatian akan kelestarian ekosistem mangrove, karena mangrove banyak memiliki fungsi dan manfaat, diantaranya pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat, penyimpan karbon serta sebagai mitigasi bencana. ”Provinsi Jambi memiliki sebaran ekosistem mangrove seluas 9.347,61 hektar terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 4.165,65 hektar dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur seluas 5.181,99 hektar,” tutur Fachrori.Fachrori menjelaskan, dari hasil penelitian bahwa hutan mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon 5 kali lebih baik dari hutan daratan serta dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami, maka ekosistem mangrove perlu tetap terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya untuk menangani masalah lingkungan. ”Perlu kita sadari bahwa kebiasaan dalam keseharian kita yang turut menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove diantaranya konservasi lahan menjadi area pengunaan lain, perambahan, pencemaran, perluasan tambak, serta praktek budidaya yang tidak berkelanjutan. Perubahan bentang lahan terutama menjadi tambak menyebabkan terlepasnya emisi karbon yang dapat berkontribusi dalam peningkatan suhu bumi,” jelas Fachrori.“Bagi daerah pesisir pantai yang panjang seperti Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mangrove (bakau) sangat penting, selain untuk kelestarian ekosistem, juga berperan menjaga daratan jika gelombang besar, terutama tsunami yang ditakuti, melanda,” pungkas FachroriMenteri Lingkungan Hidup RI yang diwakili Staf Khusus Menteri LHK Bidang Koordinasi Jaringan LSM dan Analis Dampak Lingkungan Ir.Hanna Adiati,M,Si mengatakan, setiap tanggal 26 Juli diperingati sebagai Hari Mangrove se Duniia, dan Indonesia sebagai negara maritim dengan dua pertiga luas wilayahnya adalah lautan serta Indonesia memiliki luas hutan mangrove terbesar di dunia. “Luas bakau Indonesia menurut data pada tahun 2019 mencapai 3,31 juta hektar, dimana seluas 2,67 juta hektar atau 81 persen merupakan mangrove dalam kondisi baik. Sudah sewajarnya kita mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat yang terkandung dalam mangrove yang dikelola selama ini. Kerusakan mangrove disebabkan alih fungsi menjadi pemukiman, perkebunan, pertambangan ilegal, perkembangan infrastruktur percemaran limbah,” terang Hanna Adiati.Hanna Adiati menjelaskan, hutan mangrove sangat mendukung upaya penurunan emisi gas (gas rumah kaca) rumah tangga penyebab perubahan iklim, untuk itu perlu langkah-langkah untuk pencegahan kerusakan mangrove yang lebih luas supaya dapat dipulihkan secara efisien dengan rutin penanamannya. “Kita menyelenggrakan penanaman ini bertujuan agar masyarakat khususnya di Tanjung Jabung Barat menjadi sadar akan pentingnya menjaga  hutan mangrove yang merupakan benteng pertahanan terhadap potensi bencana, dan sekaligus menjaga ekosistem darat dan laut,” pungkasnya.Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr.Ir.H.Safrial,MS menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama-sama Forkopimda setiap tahunnya selalu mengadakan penanaman mangrove (tanaman bakau) sebagai pelindung bagi hewani. Ada tiga manfaat hutan mangrove di Tanjung Jabung Barat: pertama, tempat pelindungan udang ketak, kedua tempat berkembang biaknya kerang, dan ketiga tempat berkembang biaknya kepiting“Selama ini, hutan mangrove ini ditebang, dijadikan arang untuk dijual sebagai penambah ekonomi masyarakat, tapi sekarang sudah dilarang selama 3 tahun ini. Kita harus melestarikan hutan mangrove ini karena banyak manfaatnya” ujar bupati. Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI M.Zulkifli turut hadir dalam acara tersebut.

Humas Pemprov Jambi

Lifestyle Magazine

Ratusan Rumah Warga di Kota Jambi Terendam Banjir

KOTA JAMBI (SR28) - Lebatnya guyuran hujan membuat saluran drainase yang berada di lokasi dataran rendah itu tak mampu menampung banyaknya ebit air. Al hasil ratusan rumah warga terendam banjir setinggi 60 Cm atau setinggi lutut orang dewasa.

Terungkap! Ini Alasan Kenapa Tak Boleh Sering-sering Makan Mi Instan

JAMBI - Untuk sesekali sebagai variasi, makan mi instan tentu tidak ada larangan sama sekali. Tetapi berlebihan mengonsumsi makanan ini bisa memicu dampak merugikan yang dapat membahayakan tubuh kita loh. Berikut simak 4 alasan kenapa kita tidak boleh sering-sering mengkonsumsi mi instan.

Waduh, Donald Trump Larang Tik Tok di AS, Alasannya Cukup Mengerihkan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal menandatangani perintah eksekutif secepatnya untuk melarang aplikasi media sosial (medsos) TikTok yang berkembang pesat di Amerika Serikat.

Trump beralasan, pelarangan dilakukan karena pihak berwenang Amerika telah meningkatkan kekhawatiran bahwa layanan tersebut dapat menjadi alat bagi intelijen China untuk mengambil data pribadi 80 juta pengguna aktif di AS.

Sumber: JAMBI28 TV

Polda Jambi Persiapkan Langkah Pengamanan Pilkada Serentak 2020

JAMBI - Kepolisian Daerah Jambi menggelar rapat koordinasi Operasi Mantap Praja 2020 bersama Pemprov Jambi terkait guna mempersiapkan langkah pengamanan Pilkada serentak 9 Desember mendatang yang digelar ditengah pandemi.

Mengenal Batik Asal Jambi Yang Memikat Hati

KOTA JAMBI (SR28) - Batik Jambi merupakan warisan budaya asli dari Provinsi Jambi. Batik Jambi juga merupakan batik tertua di Sumatera yang keindahannya selalu memikat para pecinta batik nusantara.

Video News

- Advertisement -

Ketagihan Narkoba, Juru Parkir Nekat Jadi Jambret

KOTA JAMBI - Gara-gara ketagihan mengkonsumsi narkoba jenis Sabu, seorang juru parkir nekat menjadi jambret. Dalam aksinya pelaku selalu mengincar wanita sebagai korbannya. Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian diketahui, pelaku telah 6 kali melakukan aksinya dan biasa beraksi di wilayah Pasar baru, kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Kemunculan Seekor Ular Sanca Hebohkan Warga Thehok-Kebun Kopi

KOTA JAMBI (SR28) - Kamis pagi (30/7) puluhan warga yang tinggal di jalan Raden Wijaya Lorong Akimar Kelurahan Thehok Kota Jambi dibuat ketakutan dengan kemunculan seekor ular sanca.

4 Bandar Narkoba Jaringan Internasioanl Dibekuk Polres Bungo, Sabu Senilai 3 Miliar Diamankan

BUNGO (SR28) - Satuan Narkoba Polres Bungo, Jambi berhasil mengamankan 4 orang bandar dan kurir narkotika jaringan internasional. 4 Orang tersangka tersebut ditangkap dari 2 tempat yang berbeda tanpa perlawanan. Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil mengamanakan 2,02 Kg Sabu serta 3.007 butir pol ekstasi senilai 3 Miliar Rupiah.

Curhat Ustad Yusuf Mansur, Kepedihan Terinfeksi Corona

Ustad Yusuf Mansur curhat soal dirinya yang positif virus corona (Covid-19). Deretan sakit pernapasan dirasakan, bahkan untuk baca Al-Quran saja terasa sulit. Mengawali curhatnya, Ustaz Yusuf Mansur menerangkan kondisinya sudah lebih baik. Namun napasnya belum bisa kembali seperti semula.

Kendati dalam kondisi tersebut, Ustaz Yusuf Mansur masih bersyukur. Lewat kisahnya, baru terungkap apa yang dirasakan da'i kondang selama Covid-19. Sebab selama ini sang putri, Wirda Mansur kerap mengabarkan sang ayah dalam kondisi baik.

Organ pernapasannya seperti paru-paru terasa sakit. Inilah yang membuat lelaki 43 tahun ini mengatur betul pernapasannya. Latihan pernapasan terus dilakukan. Salah satunya dengan membaca Al-Quran walau dengan napas terbata-bata.

Teladani Semangat Pahlawan dan Kerelaan untuk Berkorban

JAMBI - Dalam memeperingati Hari Pahlawan Nasional, Kpaolda Jambi mengajak masyarakat untuk meresapi nilai-nilai perjuangan yang telah dicontohkan para pendahulu. Agar nilai perjuangan tersebut dapat menjadi contoh ntuk kehidupan di masa kini dan yang akan datang.

Gubernur Beri Penjelasan Atas Tanggapan Dewan Terhadap 5 Ranperda

JAMBI (SR28) - Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menyampaikan penjelasan dan jawaban atas tanggapan dewan terhadap lima rancangan peraturan daerah (Ranperda) Provinsi Jambi dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (14/9/2020). Penjelasan gubernur tersebut merupakan tindak lanjut dari pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Jambi terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Provinsi Jambi Tahun 2020, yang telah disampaiakan oleh gubernur kepada dewan dalam rapat paripurna pada Jumat, 11 September 2020.

Agenda rapat paripurna tersebut adalah :1.Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Perubahan APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2020, 2.Penyampaian Tanggapan dan/atau Jawaban Gubernur Jambi terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi atas 5 (lima) Ranperda Provinsi Jambi dan Pembentukan Pansus.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto,SH.I,M.Si didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Rocky Candra, dan diikuti oleh 32 orang dari 55 orang anggota DPRD Provinsi Jambi.

Juru bicara fraksi-fraksi yang membacakan pandangan umum terhadap Rancangan Perubahan APBD Provinsi Jambi Tahun 2020 adalah: Fraksi PDIP Wartono Priyo Kusumo, Faksi Gerindra Hakiman, Fraksi Golkar Dra.Hj.Mai Masnah, Fraksi Demokrat Ahmad Fauzi Ansori, Fraksi PAN H.Musharudin,SE, Fraksi PKB Hj.Eka Marlina, Fraksi PKS H.Rudi Wijaya, Fraksi P3 Berkarya Kamaluddin Havis,S.Ag, dan Fraksi Nasdem Hanura Sofwan.

Pada intinya, semua fraksi di DPRD Provinsi Jambi memberikan saran agar penyusunan dan pelaksanaan APBD benar-benar memperhatikan prinsip efektivitas, efisiensi, dan bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Gubernur memberikan penjelasan atas pandangan umum fraksi-fraksi terhatap lima Ranperda Provinsi Jambi. Kelima ranperda tersebut adalah:

a. Rancangan Peraturan Daerah tentang Cadangan Pangan

b. Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengangkutan Batubara di Provinsi Jambi

c. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas PERDA Provinsi Jambi Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jambi

d. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan PERDA Provinsi Jambi Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah

e. Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencabutan PERDA Nomor 4 Tahun 2014 tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempergunakan Tenaga Asing

Gubernur memberikan jawaban dan penjelasan atas pertanyaan seluruh fraksi terhadap lima ranperda, secara runut dan menyeluruh. Ia berharap agar tanggapan dan jawaban yang diberikannya memberikan penjelasan yang baik dan memadai terhadap pertanyaan fraksi-fraksi.

Gubernur mengemukakan, dirinya yakin bahwa Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi Jambi memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan kualitas lima ranperda Provinsi Jambi, dari segi isi dan redaksional, serta agar Perda yang dihasilkan nantinya implementatif.

Dalam Ranperda tentang Cadangan Pangan, gubernur mengatakan, peran pemerintah daerah dan stakeholder adalah memberikan informasi terkait bencana alam, bencana sosial, gagal panen, dan keadaan kronis yang mengalami kerawanan pangan pasca bencana yang terjadi di wilayah kabupaten/kota, mulai dari tingkat desa yang terkena bencana dengan melakukan pendataan yang diketahui oleh kecamatan dan diusulkan kepada bupati/wali kota. Informasi ini selanjutnya ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dalam bentuk penyaluran cadangan pangan berupa beras, sesuai dengan tingkat konsumsi masyarakat per kapita per hari dan akan dituangkan dalam Peraturan Gubernur.

Mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengangkutan Batubara di Provinsi Jambi, gubernur menerangkan, Ranperda tersebut telah disusun berdasarkan kajian naskah akademik dengan tetap berpedoman pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba. Dalam proses perumusannya, telah dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait sesuai peraturan perundang-undangan. Selain itu, Ranperda ini juga telah melalui proses harmonisasi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI Provinsi Jambi.

Terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencabutan PERDA Nomor 4 Tahun 2014 tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempergunakan Tenaga Asing, gubernur mengucapkan terima kasih kepada Dewan atas saran untuk melakukan pemantauan tenaga kerja asing di Provinsi Jambi.

Terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan PERDA Provinsi Jambi Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, gubernur mengungkapkan bahwa pada dasarnya dengan adanya ranperda ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi.

Pada kesempatan tersebut, DPRD Provinsi Jambi membentuk panitia khusus (pansus) untuk mendalami pembahasan lima ranpeda Provinsi Jambi.

- Advertisement -

Music

Pemkot Jambi Minta Kementerian Keuangan RI Segera Hibahkan Rusun

KOTA JAMBI - Hingga kini, Pemerintah Kota Jambi belum dapat memanfaatkan secara maksimal rumah susun yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Padahal, rumah susun yang terletak persis di belakang rumah sakit umum Abdul Manap itu telah dibangun sejak 3 tahun yang lalu.

Menyikapi hal ini, pemerintah kota Jambi secara langsung meminta Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi agar dapat mengkomunikasikan kepada Dirjen Kekayaan Negara untuk segera melakukan proses penghibahan terhadap aset negara tersebut ke tangan Pemerintah Kota Jambi. Pasalnya, proses penghibahan aset negara yang telah dibangun Kementerian PUPR tersebut tidak bisa serta merta dapat dihibahkan ke Pemerintah Kota Jambi.

Datang ke Jambi, Mendagri Tito Karnavian Beri Arahan Soal Pilkada dan Covid-19

JAMBI (SR28) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan arahan pada rapat koordinasi persiapan Pilkada 2020 dan Covid19. Tito berpesan kedepan agar dibuat Peraturan Daerah (Perda) protokol kesehatan seperti pemakaian masker yang didalamnya memuat sanksi. Kepada para Calon Kepala Daerah yang akan mengikuti Pilkada Tito juga berpesan agar menjadikan Alat Peraga Kampanye (APK) juga dijadikan sebagai alat pencegahan Covid19.

Sumber: JAMBI28 TV

Bayi Perempuan Diculik Pacar, Pelaku Berhasil Ditangkap di Jakarta

JAMBI (SR28) - Tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi berhasil menangkap seorang pria berinsiial BA (35) yang dilaporkan telah menculik seorang bayi perempuan berusia 2 bulan. Penangkapan terhadap pelaku dilakukan di wilayah Jakarta Utara pada Senin lalu sekitar pukul 01.00 WIB.

Bayi Perempuan Diculik Pacar, Pelaku Berhasil Ditangkap di Jakarta

Bayi Perempuan Diculik Pacar, Pelaku Berhasil Ditangkap di Jakarta

Posted by JAMBI28 TV on Wednesday, September 23, 2020
Sumber: JAMBI28.TV

Gelar Khitanan Masal Dengan Protokol Kesehatan, Bupati Tanjabbar Apresiasi BAZNAS

KUALA TUNGKAL (SR28) - Kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kab. Tanjab Barat mendapat apresiasi Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial, MS. Pasalnya, kegiatan khitanan masal yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati ini, diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Atas nama pribadi dan Pemkab Tanjab Barat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana dan unsur yang terlibat dalam kegiatan ini yang tetap mengedepankan protokol kesehatan," ujar Bupati.

Lebih lanjut, dalam sambutannya Bupati Safrial juga menyampaikan terimakasih kepada Baznas yang tetap berbagi di tengah wabah pandemi covid 19 ini. Bupati juga berharap Baznas ke depannya bisa berbuat lebih banyak lagi dengan kegiatan yang berbeda.

"Terimakasih Baznas Tanjab Barat yang telah berbagi dengan masyarakat kurang mampu, ke depan saya harap bisa dalam bentuk lain mungkin berupa bedah rumah atau pembagian sembako. Ini akan jadi contoh untuk masyarakat lainnya yang memiliki rezki lebih untuk saling berlomba dalam kebaikan," ujar Safrial.

Sebelumnya Ketua Panitia, Drs. Sahrudin Awang dalam laporannya menyampaikan kegiatan khitanan massal ini bertujuan untuk membantu masyarakat miskin dalam melaksanakan kewajiban khitan dan sekaligus sebagai syiar islam oleh Baznas. Menurutnya sudah menjadi cita-cita Baznas untuk dekat dengan masyarakat serta menjalin ukhuwah islamiyah.

"Di tengah pandemi ini kita berupaya melaksanakan sunatan massal dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Setiap anak di beri masker dan face shield. Kemudian juga disediakan hand sanitizer, air dan sabun. Dalam pelaksanaan juga di beri jarak tanpa ada kerumunan," jelasnya.

Sahrudin Awang juga melaporkan khitanan massal diikuti oleh 100 anak dari berbagai kecamatan di Tanjab Barat dengan prioritas keluarga miskin. Kegiatan melibatkan tim medis dengan 25 perawat dan 3 dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjab Barat

Setelah dibuka secara resmi oleh Bupati H. Safrial acara dilanjutkan dengan pemberian paket secara simbolis berupa uang santunan, sarung dan juz 'ama oleh Bupati kepada salah satu anak peserta khitanan massal. (Sabri)

Sport News

Jambi Masih Butuh Hujan Buatan Guna Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

KOTA JAMBI (SR28) - Ditengah puncak musim kemarau pada pertengahan Agustus ini, BMKG Jambi menilai Satgas Karhutla Jambi perlu melakukan TMC Hujan Buatan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provnsi Jambi.

Sumber: JAMBI28 TV

Ditangkap Karena Curi Besi Cetakan Polongan, Satu Pelaku Ternyata Spesialis Curanmor

KOTA JAMBI - Polresta Jambi Melalui Unit Reskrim Polsek Kota Baru Jambi berhasil menangkap seorang pelaku spesialis pencurian sepeda motor (curanmor). Kapolsek Kota Baru, AKP Afrito Marbaro saat menggelar konferensi pers, mengatakan pelaku bernama Abdulrahim alias Baim (30) warga Alam Barajo, Kota Jambi ditangkap setelah polisi menerima laporan ada aksi pencurian besi pencetak polongan beton bersama dua rekannya Eko (25) dan Adi (33) di tempat persembunyiannya.

Kronologi Komedian Nunung Srimulat Dinyatakan Positif Covid-19

JAKARTA (SR28) - Komedian Nunung Srimulat bersama empat orang keluarga serta satu asistennya dinyatakan positif terpapar virus Corona Covid-19. Mereka menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di antara mereka, Nunung Srimulat yang lebih dulu dinyatakan positif. Awalnya, ia memang sempat merasakan hilangnya indera penciuman, yang diikuti dengan gejala lainnya.

Sumber Youtube: JAMBI28 TV
- Advertisement -

Hasil Tinjauan Pjs Gubernur Jambi, Debit Air Sungai Batanghari Masih Aman

JAMBI (SR28) - Berdasarkan tinjauan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menyatakan bahwa kondisi air saat ini dalam keadaan aman atau ketinggian air sungai Batanghari hingga 26 Oktober kemarin masih pada level waspada.

Santri Positif Corona di Ponpes Al Hidayah Jambi Berambah 13 Orang

KOTA JAMBI - Beberapa waktu lalu, sebanyak 16 santri di Ponpes Al Hidayah Kota Jambi telah terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, jumlah tersebut kini kian bertambah. Setidaknya ada sebanyak 13 orang yang kembali dinyatakan terkonfirmasi positif virus corona.

Hasil ini, diketahui setelah Satgas Penanganann Covid-19 Provinsi Jambi melakukan kontak tracking terhadap 16 santri yang sebelumnya telah terlebih dahulu dinyatakan positif virus corona.

BREAKING NEWS:Black Box Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan!

JAKARTA - Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan. Kotak hitam itu kemudian dibawa ke daratan. Seperti dikutip dari Antara,...

Jokowi Ajak Seluruh Elemen Kesehatan Suskseskan Vaksinasi Covid-19

JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak para apoteker, dokter, perawat dan berbagai elemen lainnya dalam masyarakat untuk membantu pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka secara virtual Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia.

TV

Merdeka Belajar: Apakah Benar Sudah Merdeka?

SR28JAMBINEWS - Perayaan kemerdekaan Indonesia tahun ini tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada lomba balap karung, tidak ada lomba makan kerupuk, tidak ada lomba panjat pinang, dan tidak ada lomba-lomba tradisional lainnya. Kalaupun ada persentasinya pasti sangat sedikit. Upacara kemerdekaanpun tidak akan meriah seperti biasa. Pasukan pengibar bendera banyak dikurangi kuantitasnya. Gegap gembita karnaval yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat dan pelajarpun tak akan digelar.

Covid-19 telah memaksa hampir seluruh aktifitas perayaan kemerdekaan lumpuh total. Lalu, jika gegap gempita perayaan kemerdekaan sepi, bagaimana dengan tututan pendidikan di sekolah? Karena seperti halnya Indonesia yang tengah merayakan hari kemerdekaan, pendidikan di tanah air juga telah mencanangkan program Merdeka Belajar. Program Merdeka Belajar sendiri dilahirkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada akhir tahun 2019. Program Merdeka Belajar episode satu ditandai dengan hilangnya ujian akhir nasional, pembaharuan konsep ujian sekolah, penyederhanaan rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan program zonasi.  Lalu, apakah konsep merdeka belajar ini dapat membantu siswa di masa pandemic? Apakah pelajar Indonesia telah benar-benar merdeka?

Siswa dan Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Beberapa minggu yang lalu saya menyebar survey pada siswa tentang kendala dalam belajar online. Mayoritas siswa berharap untuk kembali belajar tatap muka di sekolah. 90% dari total responden (150 responden) memberikan kendala teknis dan kendala non-teknis. Kendala teknis seperti listrik yang sering mati, harga kuota internet yang mahal, dan sinyal internet yang hilang timbul. Kendala non-teknis misalnya guru yang sekedar memberi tugas, tanpa memberi materi yang interaktif, serta tidak adanya fleksibilitas pelaksanaan pembelajaran dan penugasan. Lalu timbul pertanyaan, apakah mereka sudah merdeka di tengah jargon merdeka belajar?

A.      Kondisi listrik yang seperti minum obat

Ada banyak siswa tinggal di pinggiran yang tidak begitu memperoleh akses listrik yang memadai. Seringnya gangguan bahkan dalam satu hari bisa mencapai tiga kali (mirip seperti minum obat), tentu menjadi penghambat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berikut adalah salah satu quote dari siswa saya, Toni (nama samaran) “Saya tinggal di desa kecil dan terkadang mati lampu seharian, otomatis di sini tidak ada jaringan seharian.” Bukan hanya itu, data KEMENDES (2010) menunjukkan bahwa masih terdapat 2.275 desa yang belum teraliri listrik. Jika di negara kita masih ada dua ribuan desa yang belum teraliri listrik; atau ada aliran listrik namun sering terjadi gangguan, maka kemerdekanan dalam merdeka belajar sulit untuk diwujudkan.

B.      Harga kuota internet mahal dan terbatasnya akses internet

“…kendala jaringan internet, karna tidak semua anak tinggal di tempat yang ada jaringan internet yang bagus. Ketiga, tidak semua anak memiliki hp dan kuota.” (Doni, nama samaran). Tidak sedikit siswa kami yang mengembalikan survey mengeluhkan banyaknya biaya yang harus mereka keluarkan untuk sekedar mengikuti kelas online. Bukan hanya itu, sudah harganya mahal, sinyal internet sering pula hilang timbul.  Setiap hari, Senin s.d Jumat mereka harus “On” dari pukul 7.30 s.d pukul 12.00, tentu menggunakan aplikasi yang bervariasi mulai dari WhastApp, Youtube, Google Classroom, Google Meet, Quiziz, Ruang Guru, Zoom, dsb. Tentu, pulsa yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

Belum lagi di sore dan malam hari, siswa dituntut untuk aktif mencari sumber referensi yang juga menggunakan pulsa internet. Kebijakan pusat baru sekedar memberikan kebebasan dalam menggunakan dana BOS untuk PJJ. Namun, dari berbagai informasi yang saya peroleh dari media masa dan sosial media, dana BOS sudah terkuras untuk biaya operasional sekolah dan gaji guru. Andaipun uang itu harus dibagi pada siswa dan guru, pasti tidak akan mencukupi dan malah akan memunculkan polemik dikemudian hari. Sebelum pemerintah mampu menggandeng BUMN telekomunikasi untuk memberikan diskon khusus untuk guru dan siswa selama PJJ, maka kemerdekaan dalam merdeka belajar akan sulit diwujudkan.

C.      Tugas menumpuk, kadang tidak dikoreksi

Jasmine (nama samara) menuliskan bahwa 90% pembelajaran online adalah berbentuk tugas, sementara hanya 10% saja guru yang mengajar dengan membuat materi yang interaktif. Parahnya lagi, banyak siswa yang mengungkapkan bahwa guru hanya sekedar memberikan tugas tanpa mengembalikan feedback kepada siswa. Bayangkan jika di suatu sekolah, setiap siswa mempunyai 14 mata pelajaran, dan setiap mata pelajaran memberikan tugas kepada siswa; maka dapat kita bayangkan betapa tertekannya siswa-siswa kita. Bahkan saya sering mendengar keluhan dari siswa bahwa ada beberapa oknum guru, baru pertemuan pertama, langsung memberikan tugas/PR. Padahal mereka belum berdiskusi tentang silabus dan topik pelajaran. Tentu hasil survey dari siswa yang mayoritas mengeluhkan pembelajaran daring tidak efektif dikarenakan guru hanya memberikan tugas, dapat menjadi cambuk tersendiri bagi kami para guru. Tentu, juga koreksi dan masukan untuk program merdeka belajar.

D.      Pembelajaran yang Non-Student Centered

“Kendala dari belajar online menurut saya yaitu kurangnya pembelajaran tatap muka jarak jauh, yang sebenarnya sangat membantu untuk dapat mempelajari lebih dalam lagi tentang materi tersebut” (Sari, nama samara). Pembelajaran satu arah dengan menggunakan WA atau google classroom dengan guru memberikan ringkasan materi, kemudian memberikan tugas terkesan kembali pada pengajaran konvensional yang berpusat pada guru. Padahal generasi milenial/generasi Z yang hidup di abad 21 membutuhkan kecakapan hidup yang kritis, inovatif, dan kolaboratif. Survey yang kami dapatkan, memberikan masukan berharga bagi kami agar guru dapat lebih memberikan porsi diskusi melalui google classroom stream. Atau jika memungkinkan dapat belajar dengan zoom atau google meet yang memantik diskusi kelompok secara live. Tentu pembelajran yang mengedepankan diskusi dan kolaborasi lebih efektif ketimbang selalu memberikan tugas kepada siswa terus menerus.

E.       Tidak Fleksibel

“..kami merasa kebingungan dengan tugas yang belum selesai sudah ditambah dengan tugas lain dan waktu tenggat yang kadang sangat singkat.” Begitulah petikan suara pelajar dari Bunga (nama samaran). Memang betul tugas yang bertubi-tubi muncul, dalam waktu yang berdekatan tidak malah membuat siswa tertantang untuk mengerjakan, namun malah sebaliknya menjadi kesal dan akhirnya ter-demotivasi untuk sekedar membaca tugasnya. Hasilnya tentu dapat diprediksi, nilai siswa akan semakin merosot di tengah pandemi ini.

Oleh karenanya, saya selalu mengingatkan diri saya sendiri untuk memebrikan fleksibilitas dalam tiga hal. Yang pertama, waktu: saya selalu memberi penjelasan yang detail tentang tugas yang dikerjakan anak didik saya. Saya hanya memberi tugas satu saja dalam empat kali pertemuan, dan saya memberi waktu minimal 14 hari dalam menyelesaikan satu tugas tersebut. Yang kedua, tugas yang saya beri, memberikan banyak pilihan untuk siswa; contohnya saya memberi tugas tentang topic “asking, giving, and responding to suggestion” maka saya memberi kebebasan jenis project yang siswa dapat kerjakan: bisa berupa video Tik Tok, bisa berupa postingan youtube, bisa berupa video pembelajaran, bisa berupa poster, bisa berupa komik, dan bisa juga berupa postingan di blog internet. Terakhir, saya juga memberi fleksibilitas untuk siswa memilih dalam mengerjakannya: boleh dalam kelompok (minimal lima anggota) dan bisa juga dikerjakan sendirian. Alhamdulillah, dari feedback yang saya terima anak didik saya sangat berterimakasih atas tiga kelonggaran yang saya berikan.

Suara Pelajar yang saya dapat dari survey meninggalkan pekerjaan rumah bagi kita guru, orangtua, masyarakat dan tentunya pemerintah. Tentu kita harus cepat belajar dan beradaptasi agar dapat terus mendampingi putra-putri kita dalam mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang efektif di masa pandemi. Tidak berlebihan rasanya jika saya mengulas kembali rekomendasi dari siswa-siswi Amerika dan Indonesia yang pada tanggal 29 Juli 2020 mengadakan pertukaran pemuda secara virtual. Diskusi siswa Indonesia-Amerika tersebut menyepakati beberapa poin tentang pembelajaran online. Berikut adalah rekomendasinya:

1.Untuk guru agar tidak memberikan banyak tugas dan PR selama Pandemi. Karena siswa sudah merasa berat dengan pembelajaran online, maka guru harus secara ikhlas mengurangi intensitas pemberian PR dan tugas.

2.Jika memang terpaksa harus memberikan tugas, maka guru harus memberikan fleksibilitas yang tinggi.

3.Agar guru dapat memberikan materi secara menarik dan mudah dipahami, bukan hanya sekedar memberikan tugas.

4.Untuk siswa/i agar dapat terus mematuhi aturan pemerintah termasuk untuk tetap menjaga physical distancing dan disiplin dalam menggunakan masker ketika harus ke luar rumah.

5.Untuk siswa/i agar dapat memanfaatkan waktu belajar dari rumah untuk memaksimalkan penelitian dan penemuan jati diri, contohnya dengan secara mandiri mempelajari bahasa asing, atau mempelajari budaya dari negara lain yang tentunya tidak diajarkan di sekolah.

Akhirnya, momen kemerdekaan Republik Indonesia harus dapat kita jadikan momentum untuk  berbenah dalam mewujudkan cita-cita luhur “merdeka belajar.” Tentu kebijakan merdeka belajar ini tidak dapat menjadi seperti “silver bullet”, namun perlu waktu dan usaha ikhlas dan pantang menyerah dari semua pihak: siswa, guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Semoga kita semua dapat berkomitmen dalam menyongsong kemajuan pendidikan tanah air. Dirgahayu Republik Indonesia ke 75.

Penulis: Dion Ginanto, Guru/Dosen, dan Pengamat Pendidikan

Tabrakan Mobil VS Motor di Muntialo, Penumpang Roda 2 Meregang Nyawa

KUALA TUNGKAL (SR28) - Kecelakaan adu kambing mobil merek Ford bernopol B 8906 D dengan motor Mateck Honda Beat terjadi di jalan lintas Kuala Tungkal-Jambi Desa Muntialo Rt 01, Kecamatan Betara,Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis(27/08/20) Pengendara Kendaraan R2 Spm Honda Beat No. Pol tidak terpasang pengemudi UNTUNG mengalami luka robek pada bagian dagu, luka patah pada kaki sebelah kiri. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tanjab Barat, AKBP. Guntur Saputro, melalui kasad lantas Iptu Eko Sutoyo.

"Penumpang Kendaraan R2 Sepeda Motor Honda Beat POINAH mengalami luka robek pada bagian kepala belakang serta mulut, hidung dan telinga mengeluarkan darah kini meninggal dunia di Rumah Sakit, sebelumnya pengemudi dan penumpang kendaraan roda dua sempat di evakuasi oleh warga sekitar sebelum di bawa kerumah sakit," jelas Iptu Eko.

Hingga kini pengemudi mobil atas nama Ford Everest No. Pol : B 8906 D atas nama Arif Setiawan (59) masih dilakukan pemeriksaan. Arif Setiawan diketahui merupapan warga Kompleks KPKN No. 10 A RT/RW : 6/6 Kelurahan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. (Sabri)

Fachrori: Pendidikan Prioritas Dalam Pembangunan SDM

JAMBI (SR28) - Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum., menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah menempatkan pendidikan sebagai prioritas dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Jambi agar kedepannya lebih meningkat lagi. Hal tersebut disampaikan Fachrori pada Wisuda Santri Akhir Pondok Karya Pembangunan (PKP) Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2019/2020, yang berlangsung di Lapangan PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi, Sabtu (25/07).

“Pembangunan SDM menjadi sangat penting sekali, karena SDM yang akan melaksanakan pembangunan di Provinsi Jambi. Pembangunan SDM saat ini, diarahkan kepada terbentuknya insan yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang harus melebur dalam setiap jiwa manusia,” ujar Fachrori.

Fachrori menjelaskan, ketiga kecerdasan tersebut harus benar benar seimbang, karena saat ini banyak SDM yang cerdas secara intelektual tetapi tidak cerdas secara emosional dan spiritual, sehingga sangat mudah sekali terprovokasi. SDM seperti wisudawan dan wisudawati ini sebagai pelaku pembangunan sudah seharusnya lebih mengasah potensi intelektual agar menjadi seorang cendikia yang cerdas, melatih kepekaan rasa agar memiliki ketajaman spiritual dan lebih mengolah daya imajinasi agar dapat lebih berkreasi dan berinovasi.

“Saya berpesan kepada semuanya, untuk bersikap optimis dan penuh percaya diri terhadap kemajuan yang sangat cepat saat ini, sehingga bisa menggapai masa depan yang lebih baik. Kita harus menyikapi kemajuan pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat saat ini secara arif, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan manusia,” jelas Fachrori.

Selanjutnya Fachrori mengingatkan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk terus semangat dalam belajar sepanjang hayat, karena saat ini akan memasuki masa pembelajaran yang sesungguhnya dalam kehidupan masyarakat. Hal yang sangat penting adalah harus bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada, karena peluang dan kesempatan tidak datang dua kali, sedangkan tantangan hidup yang ada akan semakin bertambah berat.

“Kita harus mempersiapkan diri dengan baik dalam pengembangan diri yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, kinerja dan harus didukung dengan teknologi informasi yang terus berkembang dengan cepat. Tantangan kedepannya menjadi lebih kompleks lagi dalam menghadapi berbagai kultur dan budaya yang masih mengakar kuat di masyarakat dan masih lemahnya dalam akses terhadap teknologi informasi,” pesan Fachrori.

“Saya sangat mengharapkan lulusan PKP Al Hidayah ini mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai tantangan saat ini, terutama dalam upaya meningkatkan pembangunan SDM di Provinsi Jambi. Saya juga mengharapkan lulusan PKP Al Hidayah memiliki berbagai keterampilan dan nilai tambah lainnya, sehingga mampu bersaing dan sejajar dengan lulusan lulusan dari sekolah lainnya,” pungkas Fachrori.

Direktur PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi, Ustadz H.Hasan Basri Husein,SH., mengatakan, sejak berdirinya PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi sampai saat ini, baru pada kesempatan ini Gubernur Jambi menghadiri acara wisuda santri akhir. Semoga dengan kedatangan Bapak Gubernur Jambi, menjadi motivasi tersendiri bagi PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi untuk kedepannya menjadi lebih baik lagi.

“Semoga kedepannya, PKP Al Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi kedepannya bisa melahirkan santriwan dan santriwati yang lebih berprestasi lagi, sehingga mendukung program Pemerintah Provinsi Jambi dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan berakhlak serta dapat membantu pembangunan di Provinsi Jambi,” kata Ustadz Hasan. (Sidik)

Ormas Rajawali Sakti Geruduk Kantor Bupati dan Dinas PUPR Tanjabbar Soalkan Lelang Proyek Sarana dan Prasaran MTQ

KUALA TUNGKAL (SR28) - Ormas Rajawali Sakti, Kamis  (13/08) geruduk Kantor Bupati Tanjab Barat dan Dinas PUPR Tanjab terkail ada dugaan Penyimpangan Lelang Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana MTQ Tingkat Provinsi 2021 Kabupaten Tanjab Barat yang dimenangkan oleh PT.Bumi Delta Hatten,Dana Sebesar Tiga Puluh Milyar lebih,Tahun Anggaran 2020 APBD Tanjab Barat.

Sudirman Ketua Ormas Rajawali Sakti mengatakan, dari hasil lelang proyek tersebut menduga ada pemain terselubung antara panitia lelang yaitu Unit Pelayanan Pengadaan Barang Dan Jasa  (ULP) dan Oknum Dinas PUPR Tanjab Barat  sehingga rekanan tersebut melaksanakan Pekerjaan padahal.

"Dari hasil investigasi bayak kejanggalan dari pemenang proyek tersebut,” ujar Sudirman.

"Selain itu juga kami menyoalkan Admitrasi Perusahaan,dan kita minta agar Panitia Lelang (ULP) bertanggung Jawab tentang Legalitas penawaran Sub Kontraktor yang diduga Bodong,” ungkap Sudirman.

Lanjut Sudirman, "Kami juga disini mempertanykan Ke Dinas PUPR Tanjab Barat tentang pungsi pengawasan pisik Pekerjaan Sarana dan Prasaran  MTQ Tingkal Provinsi 2021,dan uji Slam /agregat kedalaman Ting pancang,surat dukungan Pabrik Tiang Pancang (Brosur Tiang Pancang),” tambah Sudirman.

Menurutnya, proyek tersebut juga diduga telah mengakangi  Perpres 54 Tahun 2010 tentang pengadaan Barang dan jasa,dan perubahan nomor 4 tahun 2015,yang mana anggaran  diatas Rp.25 Milyar wajib di Sub kontraktorkan (Sub Penyedia Usaha Kecil).

"Namun seperti itu tidak kita temukan di lapangan," ujarnya.

"Terkait pertanyaan kami akan terus persoalkan permasalahan ini hingga nanti akan kita laporkan ke pihak hukum," pungkas Sudirman. (Sabri)