Minggu, Januari 17, 2021

Sriwijaya Air Wajib Ganti Rugi Rp1,25 M per Penumpang SJ182

JAKARTA - Keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 berhak atas ganti rugi dari pihak maskapai. Hal tersebut mengacu pada Pasal 141 ayat (1)...

Besok Divaksin, Begini Kondisi Kesehatan Jokowi

JAKARTA - Sekretariat Presiden memastikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjalani vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1) besok di Istana Kepresidenan Jakarta....

Ini Pertimbangan Hakim Tolak Praperadilan Habib Rizieq

JAKARTA - Hakim Akhmad Sahyuti menolak gugatan praperadilan yang diajukan Habib Rizieq Shihab terkait penetapan tersangka kasus pelanggaran kekarantinaan kesehatan dan penghasutan kerumunan di Petamburan, Tanah...

BREAKING NEWS:Black Box Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan!

JAKARTA - Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan. Kotak hitam itu kemudian dibawa ke daratan. Seperti dikutip dari Antara,...

Technology

18 CPNS BKKBN Provinsi Jambi Resmi Dilantik

JAMBI (SR28) - Setelah melewati berbagai tahapan seleksi kepegawaian pada 2018 silam, sebanyak 18 orang CPNS Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi resmi dilantik pada Senin (9/3/2020) di Ruang Latbang BKKBN Provinsi Jambi.

Pelantikan tersebut juga langsung dilakukan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Mukhtar Bakti.

Adapun ke-18 PNS yang baru dilantik tersebut  terdiri dari 8 orang calon penyuluh KB dan 10 pejabat pelaksana. Selain itu, Mukhtar Bakti juga melantik 5 orang Tenaga Penyuluh Terampil.

Dalam sambutannya, orang nomor 1 di BKKBN Provinsi Jambi tersebut meminta agar PNS yang baru dilantik punya jiwa kompetitif dan berimplikasi pada kinerja organisasi yang baik pula.

“Dahulu, Karir atau Jabatan PNS itu dikenal sebagai “zona nyaman”. Akan tetapi sejak diberlakukan UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah membawa perubahan bagi kehidupan dan karir CPNS. Oleh karena itu, saudara sekalian harus siap menghadapi kompetisi tersebut dengan menyiapkan kompetensi pada masing-masing bidang” Ungkap Mukhtar Bakti dalam pidato resminya

Lanjut Mukhtar, dia juga berpesan agar PNS yang baru dilantik memiliki integritas dan profesional jabatannya masing-masing.

“Saya tidak bosan-bosannya mengingatkan agar seluruh PNS dilingkungan BKKBN mampu bekerja dengan segala integritas, profesional dan ketulusan. Sehingga, dengan ini harapannya Revolusi Mental pada PNS tidak hanya jadi gagasan utopis semata, namun menjadi spirit, gerak, napas, kerja dan kinerja yang terbaik”. Tambah Mukhtar.

Pelantikan 18 CPNS dan 5 Tenaga Penhyuluh tersebut juga turut dihadiri oleh Pejabat Struktural dilingkungan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi. (Muhammad Sidik)

- Advertisement -

Nah Loh, Bawaslu Kota Jambi Masih Temukan Data Pemilih Ganda

KOTA JAMBI (SR28) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jambi masih mendapati banyaknya temuan data pemilih ganda jelang penetapan DPT ini. Selain itu, terjadi ketidak singkronan data di lapangan antara Panwascam dan PPK.

Terbaru, Habib Rizieq Resmi Ditahan

JAKARTA (SR28)- Imam Besar Front Pembela Islam pada Minggu dini hari sekira pukul 00.30 resmi ditahan di Polda Metro Jaya.

Penahanan dilakukan setelah Habib Rizieq diperiksa selama 14 jam oleh penyidik sejak Sabtu pagi. Dia diperiksa sebagai tersangka kasus pelanggaran Covid-19 saat  menikahkan puterinya di Petamburan Jakarta.

Pukul 00.22 Habib Rizieq keluar dari ruang Ditreskrimum dengan mengggunakan rompi orange dan tangan diikat.

Sebelum diperiksa Habib Rizieq menjelani test Swab terlebih dahulu dan hasilnya negatif.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Desember 2020, dalam kasus kerumunan dalam acara pernikahan putri Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat dan penghasutan. Rizieq diduga melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Selain itu, dia juga dikenakan pasal 160 dan 216 KUHP.

Selain Rizieq, ada lima orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka yakni ketua panitia acara Haris Ubaidillah (HU), sekretaris panitia Ali Bin Alwi Alatas (A), penanggung jawab keamanan acara Maman Suryadi (MS), penanggung jawab acara Shabri Lubis (SL) dan kepala seksi acara, Habib Idrus (HI).

Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Ditutup Sementara

KOTA JAMBI (SR28) - Puskesmas Putr Ayu Kota Jambi ditutup sementara. Lantaran salah satu tenaga medis terkonfirmasi positif corona. Penututpan dilakukan hingga 3 hari kedepan.

Update Korban Ledakan Beirut Lebanon, 135 Tewas dan 5.000 Terluka

LEBANON - Ledakan besar di Beirut menewaskan setidaknya 135 orang dan 5.000 terluka, menurut data Aljazeera pada Kamis (6/8/2020) pukul 09.00 WIB. Lokasi ledakan di daerah pelabuhan kota itu memang menjadi tempat penyimpanan bahan-bahan yang sangat eksplosif (mudah meledak).

Korban ledakan di Beirut, Lebanon hingga 96/8/2020) sebanyak 135 tewas dan 5000 lainnya terluka
Sumber: JAMBI28 TV

Latest News

Tak Layak Masuk Dalam Pemiliharaan, Aktivis Endus Dugaan Korupsi Uang Negara Di Pembangunan Sarana dan Prasarana MTQ Tanjabbar

KUALA TUNGKAL (SR28) - Terkait hasil kerja pembangunan Sarana dan Prasarana MTQ Tingkat Provinsi Jambi yang berada di Desa Tungkal 1 (Satu)...

Di Akhir Jabatannya, Bupati Safrial Resmikan Proyek Fisik Infrastruktur 2016-2020

KUALA TUNGKAL (SR28) - Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir.H.Safrial didampingi Wabup Drs. H. Amir Sakib, Senin (11/01/21) kemarin di Laman Orang...

Yuk Intip, Ini Daftar Kekayaan 5 calon Kapolri

JAKARTA (SR28)- Perrgantian Kapolri direncanakan akan rampung pada akhir Januari 2021 ini. Sederet nama pun mulai muncul ke publik, mulai dari petinggi...

Nelayan Melihat Pesawat Jatuh Saat Hujan Deras di Sekitar Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

JAKARTA - Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Pemerintahan dan Transit Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Surachman mengatakan, nelayan Pulau Lancang mendengar ledakan di...

LSM Petisi: Hasil Kerja Pembangunan Sarana Dan Prasarana MTQ Didesa Tungkal 1 Tanggung Jawab PPK-PPTK

KUALA TUNGKAL (SR28) – Terkait hasil kerja pembangunan Sarana dan Prasarana MTQ Tingkat Provinsi Jambi yang berada di Desa Tungkal 1 Kecamatan...

Music

Unjuk Rasa Jilid 3 Kembali Ricuh, Motor Petugas Kepolisian Dibakar Massa

JAMBI (SR28) - Aksi unju rasa berlanjut hingga petang, bahkan satu sepeda motor yang digunakan petugas kepolisian berhasil direbut paksa demonstran dan dibakar massa.

Jenderal Muchlis Siap Pimpin Perbakin Jambi

JAMBI (SR28) - Jenderal Muchlis yang juga diketahui hobi menembak, kini mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk meneruskan kepemimpinan Perbakin Jambi. Berbagai program sudah disiapkannnya jika ia dipercaya oleh para penembak Jambi untuk memimpin Perbakin Jambi.

Pemkot Jambi Minta Perketat Protokol Kesehatan Seluruh ASN dan Tamu yang Berkunjung

KOTA JAMBI (SR28) - Pemkot Jambi menekankan agar seluruh OPD untuk tetap memperketat penerapan protokol kesehatan bagi seluruh ASN dan seluruh tamu yang berkunjung termasuk dengan tetap memberlakukan Work From Home (WFH).

Landasan Prinsip Hukum Syariah terhadap Asuransi di Indonesia

Oleh: Muhammad Haadi Nugraha, SH.MH

Asuransi syariah menyimpan dananya di bank yang berdasarkan syariat Islam dengan sistem mudhârabah. Untuk berbagai bentuk investasi lainnya didasarkan atas petunjuk Dewan Pengawas Syariah.

Allah Swt. berfirman dalam Q.S Âli ‘Imran (3): 130. Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu risiko berkaitan dengan keuangan yang diakui secara sah oleh hukum, antara tertanggung dan suatu yang dipertanggungkan dan dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hukum. Ada beberapa prinsip-prinsip dalam asuransi, yaitu:

1. Utmost good faith, atau itikad baik dari kedua pihak, antara tertanggung dan penanggung.

2. Indemnity, atau ganti rugi. Artinya mengendalikan posisi keuangan tertangung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian tersebut.

3. Proximate cause, adalah suatu sebab aktif, efisien yang mengakibatkan terjadinya suatu peristiwa secara berantai atau beurutan dan intervensi kekuatan lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independen.

4. Subrogation, merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransinya mengalami suatu peristiwa kerugian.

5. Contribution, suatu prinsip di mana penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seorang tertanggung, meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung belum tentu sama besarnya.

Ada dua jenis risiko yang dapat diasuransikan:

1. Takâful keluarga (asuransi jiwa), meliputi:

a. TakâfulBerencanaWaktu, Insurance and Islamic Law,

b. Takâful Pembiayaan,

c. Takâful Pendidikan;

d. Takâful Kolektif (asuransi kerugian), meliputi Takâful kebakaran,  Takâful kendaraan bermotor, Takâful kecelakaan diri, Takâful pengangkutan laut, darat, dan udara serta Takâful l rekayasa/engineering

Ada baiknya, kita mengutip pandangan ulama Islam terhadap eksistensi asuransi pada masa-masa awal sehingga melahirkan satu konsep yang disebut dengan asuransi takaful. Tujuannya sama dengan asuransi, namun beda dalam banyak praktek dan teori. Yang paling mengemuka dari pendapat-pendapat tersebut terbagi tiga, yaitu:

Pertama, Mengharamkan. Asuransi itu haram dalam segala macam bentuknya, temasuk asuransi jiwa. Pendapat ini dikemukakan oleh Sayyid Sabiq, ‘Abd Allâh al-Qalqi (mufti Yordania), Yusuf Qaradhâwi dan Muhammad Bakhil al-Muth’i (mufti Mesir). Alasan-alasan yang mereka kemukakan ialah: Asuransi sama dengan judi, Asuransi mengandung unsur-unsur tidak pasti,  Asuransi mengandung unsur riba/renten; dan Asuransi mengandung unsur pemerasan, karena pemegang polis, apabila tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya, akan hilang premi yang sudah dibayar atau dikurangi, Premi-premi yang sudah dibayarakan diputar dalam praktik-praktik riba,  Asuransi termasuk jual beli atau tukar menukar mata uang tidak tunai. Hidup dan mati manusia dijadikan objek bisnis, dan sama halnya dengan mendahului takdir Allah.

Merdeka Belajar: Apakah Benar Sudah Merdeka?

SR28JAMBINEWS - Perayaan kemerdekaan Indonesia tahun ini tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada lomba balap karung, tidak ada lomba makan kerupuk, tidak ada lomba panjat pinang, dan tidak ada lomba-lomba tradisional lainnya. Kalaupun ada persentasinya pasti sangat sedikit. Upacara kemerdekaanpun tidak akan meriah seperti biasa. Pasukan pengibar bendera banyak dikurangi kuantitasnya. Gegap gembita karnaval yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat dan pelajarpun tak akan digelar.

Covid-19 telah memaksa hampir seluruh aktifitas perayaan kemerdekaan lumpuh total. Lalu, jika gegap gempita perayaan kemerdekaan sepi, bagaimana dengan tututan pendidikan di sekolah? Karena seperti halnya Indonesia yang tengah merayakan hari kemerdekaan, pendidikan di tanah air juga telah mencanangkan program Merdeka Belajar. Program Merdeka Belajar sendiri dilahirkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada akhir tahun 2019. Program Merdeka Belajar episode satu ditandai dengan hilangnya ujian akhir nasional, pembaharuan konsep ujian sekolah, penyederhanaan rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan program zonasi.  Lalu, apakah konsep merdeka belajar ini dapat membantu siswa di masa pandemic? Apakah pelajar Indonesia telah benar-benar merdeka?

Siswa dan Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Beberapa minggu yang lalu saya menyebar survey pada siswa tentang kendala dalam belajar online. Mayoritas siswa berharap untuk kembali belajar tatap muka di sekolah. 90% dari total responden (150 responden) memberikan kendala teknis dan kendala non-teknis. Kendala teknis seperti listrik yang sering mati, harga kuota internet yang mahal, dan sinyal internet yang hilang timbul. Kendala non-teknis misalnya guru yang sekedar memberi tugas, tanpa memberi materi yang interaktif, serta tidak adanya fleksibilitas pelaksanaan pembelajaran dan penugasan. Lalu timbul pertanyaan, apakah mereka sudah merdeka di tengah jargon merdeka belajar?

A.      Kondisi listrik yang seperti minum obat

Ada banyak siswa tinggal di pinggiran yang tidak begitu memperoleh akses listrik yang memadai. Seringnya gangguan bahkan dalam satu hari bisa mencapai tiga kali (mirip seperti minum obat), tentu menjadi penghambat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berikut adalah salah satu quote dari siswa saya, Toni (nama samaran) “Saya tinggal di desa kecil dan terkadang mati lampu seharian, otomatis di sini tidak ada jaringan seharian.” Bukan hanya itu, data KEMENDES (2010) menunjukkan bahwa masih terdapat 2.275 desa yang belum teraliri listrik. Jika di negara kita masih ada dua ribuan desa yang belum teraliri listrik; atau ada aliran listrik namun sering terjadi gangguan, maka kemerdekanan dalam merdeka belajar sulit untuk diwujudkan.

B.      Harga kuota internet mahal dan terbatasnya akses internet

“…kendala jaringan internet, karna tidak semua anak tinggal di tempat yang ada jaringan internet yang bagus. Ketiga, tidak semua anak memiliki hp dan kuota.” (Doni, nama samaran). Tidak sedikit siswa kami yang mengembalikan survey mengeluhkan banyaknya biaya yang harus mereka keluarkan untuk sekedar mengikuti kelas online. Bukan hanya itu, sudah harganya mahal, sinyal internet sering pula hilang timbul.  Setiap hari, Senin s.d Jumat mereka harus “On” dari pukul 7.30 s.d pukul 12.00, tentu menggunakan aplikasi yang bervariasi mulai dari WhastApp, Youtube, Google Classroom, Google Meet, Quiziz, Ruang Guru, Zoom, dsb. Tentu, pulsa yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

Belum lagi di sore dan malam hari, siswa dituntut untuk aktif mencari sumber referensi yang juga menggunakan pulsa internet. Kebijakan pusat baru sekedar memberikan kebebasan dalam menggunakan dana BOS untuk PJJ. Namun, dari berbagai informasi yang saya peroleh dari media masa dan sosial media, dana BOS sudah terkuras untuk biaya operasional sekolah dan gaji guru. Andaipun uang itu harus dibagi pada siswa dan guru, pasti tidak akan mencukupi dan malah akan memunculkan polemik dikemudian hari. Sebelum pemerintah mampu menggandeng BUMN telekomunikasi untuk memberikan diskon khusus untuk guru dan siswa selama PJJ, maka kemerdekaan dalam merdeka belajar akan sulit diwujudkan.

C.      Tugas menumpuk, kadang tidak dikoreksi

Jasmine (nama samara) menuliskan bahwa 90% pembelajaran online adalah berbentuk tugas, sementara hanya 10% saja guru yang mengajar dengan membuat materi yang interaktif. Parahnya lagi, banyak siswa yang mengungkapkan bahwa guru hanya sekedar memberikan tugas tanpa mengembalikan feedback kepada siswa. Bayangkan jika di suatu sekolah, setiap siswa mempunyai 14 mata pelajaran, dan setiap mata pelajaran memberikan tugas kepada siswa; maka dapat kita bayangkan betapa tertekannya siswa-siswa kita. Bahkan saya sering mendengar keluhan dari siswa bahwa ada beberapa oknum guru, baru pertemuan pertama, langsung memberikan tugas/PR. Padahal mereka belum berdiskusi tentang silabus dan topik pelajaran. Tentu hasil survey dari siswa yang mayoritas mengeluhkan pembelajaran daring tidak efektif dikarenakan guru hanya memberikan tugas, dapat menjadi cambuk tersendiri bagi kami para guru. Tentu, juga koreksi dan masukan untuk program merdeka belajar.

D.      Pembelajaran yang Non-Student Centered

“Kendala dari belajar online menurut saya yaitu kurangnya pembelajaran tatap muka jarak jauh, yang sebenarnya sangat membantu untuk dapat mempelajari lebih dalam lagi tentang materi tersebut” (Sari, nama samara). Pembelajaran satu arah dengan menggunakan WA atau google classroom dengan guru memberikan ringkasan materi, kemudian memberikan tugas terkesan kembali pada pengajaran konvensional yang berpusat pada guru. Padahal generasi milenial/generasi Z yang hidup di abad 21 membutuhkan kecakapan hidup yang kritis, inovatif, dan kolaboratif. Survey yang kami dapatkan, memberikan masukan berharga bagi kami agar guru dapat lebih memberikan porsi diskusi melalui google classroom stream. Atau jika memungkinkan dapat belajar dengan zoom atau google meet yang memantik diskusi kelompok secara live. Tentu pembelajran yang mengedepankan diskusi dan kolaborasi lebih efektif ketimbang selalu memberikan tugas kepada siswa terus menerus.

E.       Tidak Fleksibel

“..kami merasa kebingungan dengan tugas yang belum selesai sudah ditambah dengan tugas lain dan waktu tenggat yang kadang sangat singkat.” Begitulah petikan suara pelajar dari Bunga (nama samaran). Memang betul tugas yang bertubi-tubi muncul, dalam waktu yang berdekatan tidak malah membuat siswa tertantang untuk mengerjakan, namun malah sebaliknya menjadi kesal dan akhirnya ter-demotivasi untuk sekedar membaca tugasnya. Hasilnya tentu dapat diprediksi, nilai siswa akan semakin merosot di tengah pandemi ini.

Oleh karenanya, saya selalu mengingatkan diri saya sendiri untuk memebrikan fleksibilitas dalam tiga hal. Yang pertama, waktu: saya selalu memberi penjelasan yang detail tentang tugas yang dikerjakan anak didik saya. Saya hanya memberi tugas satu saja dalam empat kali pertemuan, dan saya memberi waktu minimal 14 hari dalam menyelesaikan satu tugas tersebut. Yang kedua, tugas yang saya beri, memberikan banyak pilihan untuk siswa; contohnya saya memberi tugas tentang topic “asking, giving, and responding to suggestion” maka saya memberi kebebasan jenis project yang siswa dapat kerjakan: bisa berupa video Tik Tok, bisa berupa postingan youtube, bisa berupa video pembelajaran, bisa berupa poster, bisa berupa komik, dan bisa juga berupa postingan di blog internet. Terakhir, saya juga memberi fleksibilitas untuk siswa memilih dalam mengerjakannya: boleh dalam kelompok (minimal lima anggota) dan bisa juga dikerjakan sendirian. Alhamdulillah, dari feedback yang saya terima anak didik saya sangat berterimakasih atas tiga kelonggaran yang saya berikan.

Suara Pelajar yang saya dapat dari survey meninggalkan pekerjaan rumah bagi kita guru, orangtua, masyarakat dan tentunya pemerintah. Tentu kita harus cepat belajar dan beradaptasi agar dapat terus mendampingi putra-putri kita dalam mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang efektif di masa pandemi. Tidak berlebihan rasanya jika saya mengulas kembali rekomendasi dari siswa-siswi Amerika dan Indonesia yang pada tanggal 29 Juli 2020 mengadakan pertukaran pemuda secara virtual. Diskusi siswa Indonesia-Amerika tersebut menyepakati beberapa poin tentang pembelajaran online. Berikut adalah rekomendasinya:

1.Untuk guru agar tidak memberikan banyak tugas dan PR selama Pandemi. Karena siswa sudah merasa berat dengan pembelajaran online, maka guru harus secara ikhlas mengurangi intensitas pemberian PR dan tugas.

2.Jika memang terpaksa harus memberikan tugas, maka guru harus memberikan fleksibilitas yang tinggi.

3.Agar guru dapat memberikan materi secara menarik dan mudah dipahami, bukan hanya sekedar memberikan tugas.

4.Untuk siswa/i agar dapat terus mematuhi aturan pemerintah termasuk untuk tetap menjaga physical distancing dan disiplin dalam menggunakan masker ketika harus ke luar rumah.

5.Untuk siswa/i agar dapat memanfaatkan waktu belajar dari rumah untuk memaksimalkan penelitian dan penemuan jati diri, contohnya dengan secara mandiri mempelajari bahasa asing, atau mempelajari budaya dari negara lain yang tentunya tidak diajarkan di sekolah.

Akhirnya, momen kemerdekaan Republik Indonesia harus dapat kita jadikan momentum untuk  berbenah dalam mewujudkan cita-cita luhur “merdeka belajar.” Tentu kebijakan merdeka belajar ini tidak dapat menjadi seperti “silver bullet”, namun perlu waktu dan usaha ikhlas dan pantang menyerah dari semua pihak: siswa, guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Semoga kita semua dapat berkomitmen dalam menyongsong kemajuan pendidikan tanah air. Dirgahayu Republik Indonesia ke 75.

Penulis: Dion Ginanto, Guru/Dosen, dan Pengamat Pendidikan

Culture

- Advertisement -

Wabup buka pengobatan gratis bagi lansia di Kejari Jambi

MERANGIN - Dalam  tatanan kehidupan new normal pada pandemi Covid 19 ini, para orang tua lanjut usia (Lansia), membutuhkan perhatian kesehatan yang serius.

Hal ini mengingat usia Lansia itu sangat rentan terhadap virus Covid-19. Ini dikatakan Wabup Merangin, H. Mashuri yang juga merupakan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Lansia Merangin, saat menghadiri acara Bhakti Sosial Hari Bhakti Adhyaksa ke-60, di Gedung Kejari Kabupaten Merangin, Kamis (16/7/2020)).

‘’Saya sangat berterima kasih sekali dan memberikan penghargaan serta meng- apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kejari Merangin, yang telah dan sangat perduli terhadap Lansia. pada Momentum Hari Adyaksa dan melakukan Bhakti Sosial, pengobatan gratis bagi Lansia ini,’’ ujar Wabup.

Wabup pun berharap, perhatian Kejari Merangin terhadap kesehatan para Lansia itu, agar dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin bagi Kejari Merangin pada berbagai kegiatan.

‘’Mudah-mudahan bhakti sosial pengobatan gratis ini, akan mampu meningkatkan derajat dan kwalitas kesahatan para orangtua Lansia di Kabupaten Merangin. Tidak hanya pengobatan gratis, Kejari Merangin juga akan gelar Senam massal Lansia,’’

Wabup pun menambahkan, Untuk senam massal lansia,  itu rencananya akan dilakukan pada Minggu (19/7/2020) di halaman Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Merangin, Wabup sangat mengharapkan kepada para Lansia Merangin khususnya dapat hadir untuk mengikutinya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin Martha Parulina Berliana, S.H, M.H mengatakan, bhakti sosial, pengobatan kesehatan gratis tersebut, akan terus dilakukan pada Hari Bhakti Adhyaksa setiap tahunnya nanti.

‘’Lansia itu, merupakan orang pendamping kita dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan, karena para Lansia ini sudah sangat berpengalaman dalam berbagai hal,’’ Sebut Kajari.

Dua Perawat Positif Covid-19, Pelayanan RSUD Daud Arif Tanjabbar Tutup Sementara

KUALA TUNGKAL (SR28) - Minggu (16/08) dengan positifnya dua perawat RSUD Daud Arif terpapar covid-19, membuat pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Daud Arif ditutup sementara. Hal tersebut merupakan upaya pemutusan mata rantai Covid-19.

Jubir Covid-19, Taharuddin Tahir mengatakan, pihak rumah sakit Daud Arif mengambil langkah menutup sementara pelayanan IGD untuk melakukan kegiatan Tracking. Dari hasil swab test diketahui dua perawat RSUD Daud Arif terkonfirmasi setelah adanya kontak erat pasien 209 inisial SA yang saat ini sedang dalam proses perawatan.

"Setelah dilakukan Rapid Test kepada 3 org perawat ternyata hasilnya reaktif,” beber Taharuddin.

"Kemudian dari hasil swab test tersebut ada 2 orang perawat yang terkonfirmasi positif, namun hasil resminya belum diterima oleh Gugus Tugas Kabupaten Tanjab Barat,” jelas Taharuddin.

Elfry Syahril, Direktur RSUD Daud Arif, melalui surat edarannya menjelaskan bahwa penutupan pelayanan IGD dilakukan karena pihak RSUD KH. Daud Arif ingin melakukan Tracking dan Screening Swab, TCM/PCR pada karyawan RSUD KH. Daud Arif secara bertahap.

"Penutupan dimulai Senin (17/08/20) hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Untuk pelayanan rawat jalan tetap berjalan seperti biasanya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkas nya. (Sabri)

Merdeka Belajar: Apakah Benar Sudah Merdeka?

SR28JAMBINEWS - Perayaan kemerdekaan Indonesia tahun ini tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada lomba balap karung, tidak ada lomba makan kerupuk, tidak ada lomba panjat pinang, dan tidak ada lomba-lomba tradisional lainnya. Kalaupun ada persentasinya pasti sangat sedikit. Upacara kemerdekaanpun tidak akan meriah seperti biasa. Pasukan pengibar bendera banyak dikurangi kuantitasnya. Gegap gembita karnaval yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat dan pelajarpun tak akan digelar.

Covid-19 telah memaksa hampir seluruh aktifitas perayaan kemerdekaan lumpuh total. Lalu, jika gegap gempita perayaan kemerdekaan sepi, bagaimana dengan tututan pendidikan di sekolah? Karena seperti halnya Indonesia yang tengah merayakan hari kemerdekaan, pendidikan di tanah air juga telah mencanangkan program Merdeka Belajar. Program Merdeka Belajar sendiri dilahirkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada akhir tahun 2019. Program Merdeka Belajar episode satu ditandai dengan hilangnya ujian akhir nasional, pembaharuan konsep ujian sekolah, penyederhanaan rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan program zonasi.  Lalu, apakah konsep merdeka belajar ini dapat membantu siswa di masa pandemic? Apakah pelajar Indonesia telah benar-benar merdeka?

Siswa dan Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Beberapa minggu yang lalu saya menyebar survey pada siswa tentang kendala dalam belajar online. Mayoritas siswa berharap untuk kembali belajar tatap muka di sekolah. 90% dari total responden (150 responden) memberikan kendala teknis dan kendala non-teknis. Kendala teknis seperti listrik yang sering mati, harga kuota internet yang mahal, dan sinyal internet yang hilang timbul. Kendala non-teknis misalnya guru yang sekedar memberi tugas, tanpa memberi materi yang interaktif, serta tidak adanya fleksibilitas pelaksanaan pembelajaran dan penugasan. Lalu timbul pertanyaan, apakah mereka sudah merdeka di tengah jargon merdeka belajar?

A.      Kondisi listrik yang seperti minum obat

Ada banyak siswa tinggal di pinggiran yang tidak begitu memperoleh akses listrik yang memadai. Seringnya gangguan bahkan dalam satu hari bisa mencapai tiga kali (mirip seperti minum obat), tentu menjadi penghambat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berikut adalah salah satu quote dari siswa saya, Toni (nama samaran) “Saya tinggal di desa kecil dan terkadang mati lampu seharian, otomatis di sini tidak ada jaringan seharian.” Bukan hanya itu, data KEMENDES (2010) menunjukkan bahwa masih terdapat 2.275 desa yang belum teraliri listrik. Jika di negara kita masih ada dua ribuan desa yang belum teraliri listrik; atau ada aliran listrik namun sering terjadi gangguan, maka kemerdekanan dalam merdeka belajar sulit untuk diwujudkan.

B.      Harga kuota internet mahal dan terbatasnya akses internet

“…kendala jaringan internet, karna tidak semua anak tinggal di tempat yang ada jaringan internet yang bagus. Ketiga, tidak semua anak memiliki hp dan kuota.” (Doni, nama samaran). Tidak sedikit siswa kami yang mengembalikan survey mengeluhkan banyaknya biaya yang harus mereka keluarkan untuk sekedar mengikuti kelas online. Bukan hanya itu, sudah harganya mahal, sinyal internet sering pula hilang timbul.  Setiap hari, Senin s.d Jumat mereka harus “On” dari pukul 7.30 s.d pukul 12.00, tentu menggunakan aplikasi yang bervariasi mulai dari WhastApp, Youtube, Google Classroom, Google Meet, Quiziz, Ruang Guru, Zoom, dsb. Tentu, pulsa yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

Belum lagi di sore dan malam hari, siswa dituntut untuk aktif mencari sumber referensi yang juga menggunakan pulsa internet. Kebijakan pusat baru sekedar memberikan kebebasan dalam menggunakan dana BOS untuk PJJ. Namun, dari berbagai informasi yang saya peroleh dari media masa dan sosial media, dana BOS sudah terkuras untuk biaya operasional sekolah dan gaji guru. Andaipun uang itu harus dibagi pada siswa dan guru, pasti tidak akan mencukupi dan malah akan memunculkan polemik dikemudian hari. Sebelum pemerintah mampu menggandeng BUMN telekomunikasi untuk memberikan diskon khusus untuk guru dan siswa selama PJJ, maka kemerdekaan dalam merdeka belajar akan sulit diwujudkan.

C.      Tugas menumpuk, kadang tidak dikoreksi

Jasmine (nama samara) menuliskan bahwa 90% pembelajaran online adalah berbentuk tugas, sementara hanya 10% saja guru yang mengajar dengan membuat materi yang interaktif. Parahnya lagi, banyak siswa yang mengungkapkan bahwa guru hanya sekedar memberikan tugas tanpa mengembalikan feedback kepada siswa. Bayangkan jika di suatu sekolah, setiap siswa mempunyai 14 mata pelajaran, dan setiap mata pelajaran memberikan tugas kepada siswa; maka dapat kita bayangkan betapa tertekannya siswa-siswa kita. Bahkan saya sering mendengar keluhan dari siswa bahwa ada beberapa oknum guru, baru pertemuan pertama, langsung memberikan tugas/PR. Padahal mereka belum berdiskusi tentang silabus dan topik pelajaran. Tentu hasil survey dari siswa yang mayoritas mengeluhkan pembelajaran daring tidak efektif dikarenakan guru hanya memberikan tugas, dapat menjadi cambuk tersendiri bagi kami para guru. Tentu, juga koreksi dan masukan untuk program merdeka belajar.

D.      Pembelajaran yang Non-Student Centered

“Kendala dari belajar online menurut saya yaitu kurangnya pembelajaran tatap muka jarak jauh, yang sebenarnya sangat membantu untuk dapat mempelajari lebih dalam lagi tentang materi tersebut” (Sari, nama samara). Pembelajaran satu arah dengan menggunakan WA atau google classroom dengan guru memberikan ringkasan materi, kemudian memberikan tugas terkesan kembali pada pengajaran konvensional yang berpusat pada guru. Padahal generasi milenial/generasi Z yang hidup di abad 21 membutuhkan kecakapan hidup yang kritis, inovatif, dan kolaboratif. Survey yang kami dapatkan, memberikan masukan berharga bagi kami agar guru dapat lebih memberikan porsi diskusi melalui google classroom stream. Atau jika memungkinkan dapat belajar dengan zoom atau google meet yang memantik diskusi kelompok secara live. Tentu pembelajran yang mengedepankan diskusi dan kolaborasi lebih efektif ketimbang selalu memberikan tugas kepada siswa terus menerus.

E.       Tidak Fleksibel

“..kami merasa kebingungan dengan tugas yang belum selesai sudah ditambah dengan tugas lain dan waktu tenggat yang kadang sangat singkat.” Begitulah petikan suara pelajar dari Bunga (nama samaran). Memang betul tugas yang bertubi-tubi muncul, dalam waktu yang berdekatan tidak malah membuat siswa tertantang untuk mengerjakan, namun malah sebaliknya menjadi kesal dan akhirnya ter-demotivasi untuk sekedar membaca tugasnya. Hasilnya tentu dapat diprediksi, nilai siswa akan semakin merosot di tengah pandemi ini.

Oleh karenanya, saya selalu mengingatkan diri saya sendiri untuk memebrikan fleksibilitas dalam tiga hal. Yang pertama, waktu: saya selalu memberi penjelasan yang detail tentang tugas yang dikerjakan anak didik saya. Saya hanya memberi tugas satu saja dalam empat kali pertemuan, dan saya memberi waktu minimal 14 hari dalam menyelesaikan satu tugas tersebut. Yang kedua, tugas yang saya beri, memberikan banyak pilihan untuk siswa; contohnya saya memberi tugas tentang topic “asking, giving, and responding to suggestion” maka saya memberi kebebasan jenis project yang siswa dapat kerjakan: bisa berupa video Tik Tok, bisa berupa postingan youtube, bisa berupa video pembelajaran, bisa berupa poster, bisa berupa komik, dan bisa juga berupa postingan di blog internet. Terakhir, saya juga memberi fleksibilitas untuk siswa memilih dalam mengerjakannya: boleh dalam kelompok (minimal lima anggota) dan bisa juga dikerjakan sendirian. Alhamdulillah, dari feedback yang saya terima anak didik saya sangat berterimakasih atas tiga kelonggaran yang saya berikan.

Suara Pelajar yang saya dapat dari survey meninggalkan pekerjaan rumah bagi kita guru, orangtua, masyarakat dan tentunya pemerintah. Tentu kita harus cepat belajar dan beradaptasi agar dapat terus mendampingi putra-putri kita dalam mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang efektif di masa pandemi. Tidak berlebihan rasanya jika saya mengulas kembali rekomendasi dari siswa-siswi Amerika dan Indonesia yang pada tanggal 29 Juli 2020 mengadakan pertukaran pemuda secara virtual. Diskusi siswa Indonesia-Amerika tersebut menyepakati beberapa poin tentang pembelajaran online. Berikut adalah rekomendasinya:

1.Untuk guru agar tidak memberikan banyak tugas dan PR selama Pandemi. Karena siswa sudah merasa berat dengan pembelajaran online, maka guru harus secara ikhlas mengurangi intensitas pemberian PR dan tugas.

2.Jika memang terpaksa harus memberikan tugas, maka guru harus memberikan fleksibilitas yang tinggi.

3.Agar guru dapat memberikan materi secara menarik dan mudah dipahami, bukan hanya sekedar memberikan tugas.

4.Untuk siswa/i agar dapat terus mematuhi aturan pemerintah termasuk untuk tetap menjaga physical distancing dan disiplin dalam menggunakan masker ketika harus ke luar rumah.

5.Untuk siswa/i agar dapat memanfaatkan waktu belajar dari rumah untuk memaksimalkan penelitian dan penemuan jati diri, contohnya dengan secara mandiri mempelajari bahasa asing, atau mempelajari budaya dari negara lain yang tentunya tidak diajarkan di sekolah.

Akhirnya, momen kemerdekaan Republik Indonesia harus dapat kita jadikan momentum untuk  berbenah dalam mewujudkan cita-cita luhur “merdeka belajar.” Tentu kebijakan merdeka belajar ini tidak dapat menjadi seperti “silver bullet”, namun perlu waktu dan usaha ikhlas dan pantang menyerah dari semua pihak: siswa, guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Semoga kita semua dapat berkomitmen dalam menyongsong kemajuan pendidikan tanah air. Dirgahayu Republik Indonesia ke 75.

Penulis: Dion Ginanto, Guru/Dosen, dan Pengamat Pendidikan
- Advertisement -

Must Read

Target Partisipasi Pemilih di Jambi Hanya 75 Persen

JAMBI - Pihak Kesbangpol Provinsi Jambi menyatakan bahwa partisipasi pemilih yang dipatok sebesar 75 persen itu merupakan angka yang cukup tinggi. Berdasarkan pengamatan, pihak Kesbangpol menilai bahwa angka partisipasi masyarakat untuk mengikuti Pilkada serentak tahun 2020 ini malah lebih meningkat jika dibandingkan Pilkada serentak tahun 2019 lalu yang hanya mencapai 72 persen dari keseluruhan DPT saat itu.

Wabup Salurkan dan Tebar Benih Ikan Bantuan BPBAT

MERANGIN - Wabup Merangin H Mashuri didampingi Kadis Perikanan Kabupaten Merangin Moh Damay, menyalurkan sebanyak 40 ribu benih ikan bantuan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar ( BPBAT ) Sungai Gelam-Jambi, Jumat (03/7).

Benih ikan jenis Nila dan Mas itu disalurkan kepada para Kelompok Budidaya Ikan dari sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Merangin, pada acara yang berlangsung di areal kolam yang berada di Kawasan Waskita Karya Bangko.

‘’Bantuan benih ikan dari BPBAT Sungai Gelam-Jambi ini, sangat membantu keberadaan kelompok budidaya ikan di Merangin. Terimakasih atas bantuan benih ikan ini,’’ujar Wabup.

Diakui wabup, kebutuhan ikan untuk Kabupaten Merangin perbulannya mencapai 50 ton. Dari 50 ton itu jelas wabup, terpenuhi dari para kelompok budidaya ikan di Merangin baru sekitar 10 sampai 15 ton, selebihnya dari kabupaten lain seperti Solok.

Padahal terang Wabup, Kabupaten Merangin sangat luas terdapat rawa-rawa yang  bisa dijadikan kolam-kolam ikan. Untuk itu wabup berharap bantuan benih iklan tersebut bisa terus bergulir.

Kedepan wabup yakin, melalui bantuan benih ikan itu, kebutuhan ikan Kabupaten Merangin sudah bisa terpenuhi dari daerahnya sendiri, sehingga tidak perlu lagi didatangkan dari kabupaten lain.

Pada kesempatan itu, wabup didampingin Staf Ahli Bupati H Syafri, H Arwan dan Dedi Darmantias, berkesempatan  menabur ratusan benih ikan ke dua kolam yang berada di lokasi acara.

Sementara itu menurut Kadis Perikanan Merangin Moh Damay, benih ikan yang disalurkan wabup kepada para kelompok budidaya ikan tersebut, merupakan benih ikan unggul kualitas super.

‘’Ini merupakan bantuan benih ikan kedua yang kita terima dan kita harapkan akan terus bergulir. Benih ikan bantuan dari BPBAT Sungai Gelam-Jambi ini, merupakan benih super yang ikannya cepat besar,’’terang Moh Damay.

BPBAT Sungai Gelam-Jambi jelas Moh Damay, merupakan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar  milik Pemerintah Pusat, yang wilayah kerjanya melayani kebutuhan benih ikan di seluruh Sumatera.

Masyarakat Jambi Diminta Tak Panik Atas Peningkatan Kasus Covid-19

JAMBI (SR28) - Masyarakat Jambi diminta untuk tidak panik atau malah takut akan kondisi peningkatan kasus baru pasien Covid-19 yang masih terus terjadi di setiap harinya. Selain diminta untuk tidak panik. Masyarakat juga selalu dihimbau untuk menerpakan protokol kesehatan 3 M Covid-19.

Tak Sampai Dua Pekan, Dua Menteri Jokowi Tertangkap KPK

JAKARTA - Menteri Sosial Juliari Peter Batubara resmi ditetapkan sebagai tersangka pengadaan bantuan sosial Covid-19 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga menerima suap senilai Rp 17 miliar dari dua pelaksanaan paket bantuan sosial terkait sembako untuk penanganan Covid-19.

Juliari menjadi menteri kedua pemerintahan Presiden Jokowi yang ditangkap karena kasus dugaan korupsi. Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) non aktif Edhy Prabowo juga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi izin ekspor benih.

Ini Penyebab Munculnya Fenomena Awan Tsunami di Aceh

MEULABOH - Fenomena alam,awan berbentuk gelombang selimuti langit Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Pada senin pagi.gumpalan awan jenis arcus yang muncul secara tiba-tiba dan sempat menggelapkan kota meulaboh ini membuat warga panik. Namun badan Meteorologi Geofisika Nagan Raya, meminta warga tidak panik karena itu hanya fenomena alam biasa.

Sumber: JAMBI28 TV

Tak Ada Pembatasan Warga Luar Daerah Masuk ke Kota Jambi

KOTA JAMBI (SR28) - Pemkot Jmabi tetap memberikan izin warga luar kota Jambi untuk berkunjung ke kota Jambi walaupun ditengah wabah Covid-19 yang masih berlangsung.

Lifestyle Magazine

Dibobol Maling Dini Hari, Mini Market Merugi HIngga Rp84 Juta

KOTA JAMBI (SR28) - Salah satu gerai mini market Alfamart yang berada di lorong patimura kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi berhasil disatroni maling. Setidaknya mini market tersebut harus menelan kerugian hingga Rp84 Juta.

Dibobol Maling Dini Hari, Mini Market Merugi HIngga Rp84 Juta

Dibobol Maling Dini Hari, Mini Market Merugi HIngga Rp84 Juta

Posted by JAMBI28 TV on Wednesday, September 16, 2020
Sebuah mini market dibobol maling, kerugian Rp84 Juta

Dosen Kimia UNJA Latih Masyarakat Mengolah Abu Cangkang Kelapa Sawit jadi Deterjen Ramah Lingkungan

MUARO BUNGO (SR28) - Kuamang kuning merupakan salah satu daerah trans dari beberapa daerah yang ada di Provinsi Jambi, terletak di kabupaten Muaro Bungo. Masyarakat di desa Kuamang Kuning memiliki penghasilan utama dari perkebunan, terutama Kelapa Sawit, dan sebagai lainnya berkebun Karet secara minoritas.

Permasalah yang sering terjadi adalah limbah tandan kosong kelapa sawit dan cangkang kelapa sawit yang biasanya hanya dibakar sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan.

Hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan masyarakat sebagai alat untuk pakan ternak dan bahan bakar. Cangkang kelapa sawit merupakan salah satu jenis limbah padat yang paling banyak dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit dengan kadar mencapai 5.5% atau setara dengan 0,05 ton merupakan cangkang kelapa sawit yang memiliki kandungan utama Silikon Oksida (SiO2) 58,02%; Al2O38,7%; CaO 12,65%; Fe2O32,6%; Na2O 0,41%; MgO 4,32%; K2O 0.72%; H2O 1,97%; serta hilang pijar 8.59%. Lebih dari itu abu cangkang kelapa sawit mengandung unsur K 7,5%; Ca 1,5%; Cl 1,3%; CO31,9%; Mg 2,8%; Na 1,1%, N 0.05%; PO40,9% dan SiO261%.

Masyarakat Praktek langsung membuat deterjen

Potensi kandungan ini disebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan bahwa abu tandan kosong dan cangkang kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembangun deterjen. Ditambah lagi saat ini masyarakat lebih memilih deterjen yang dijual di pasaran. Deterjen yang dijual di pasaran pada umumnya mengandung bahan pembangun STPP (Sodium Tri Poly Phosphate)yang dapat membentuk eutrofikasi di permukaan air yang menyebabkan hewan di dalam air tidak mendapatkan oksigen dan STTP menyuburkan tanaman gulma aceng gondok yang menyebabkan danau kekeringan bahkan bisa berubah menjadi daratan.

Melihat kondisi tersebut, sebagai alternatif, tim Dosen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi yang diketuai oleh: Dr. Intan Lestari, S.Si., M.Si., dan beranggotakan Dr. Diah Riski Gusti, S.Si., M.Si., Nindita Clourisa Amaris Susanto, S.Si., M.Si., dan Indra Lasmana Tarigan, S.Pd., M.Sc, melakukan pelatihan kepada masyarakat melalui proram Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Saintek UNJA, dalam mengolah abu cangkang kelapa sawit menjadi zeolite 4A sebagai builder dalam deterjen. Deterjen dengan bahan pembangun zeolite 4A ini ramah lingkungan karena zeolite 4A sebagai pembangun zeolite 4A dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman palawija. Menurut Dr. Intan Lestari, S.Si., M.Si selaku ketua tim pengabdian, bahwa zeolit 4A dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman palawija.

Lebih jauh lagi zeolit dapat dibuat dengan menggunakan limbah abu cangkang kelapa sawit melalui proses yang mudah, mudah, dan sederhana berupa reaksi hidrotermal dalam suasana basa. Dengan demikian pemanfaatan abu sekam padi untuk sintesis zeolite 4A sebagai pembangun deterjen selain mengatasi masalah lingkungan juga dapat dikembangkan menjadi usaha sampingan bagi keluarga melalui pembuatan deterjen bubuk dan krim yang ramah lingkungan dengan bahan pengisi/zat pembangun zeolite 4A dari abu cangkang kelapa sawit.

Tim Dosen Kimia Universitas Jambi melakukan presentasi

Program ini diawali dengan komunikasi dan kerjasama antar tim Dosen Kimia, Fakultas Saintek, Universitas Jambi dengan masayarakat di Desa Kuamang Kuning Kabupaten Bungo melalui Kepala Desa, kemudian menyepakati waktu pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2020 bertempat di Balai Desa Kuamang Kuning Kabupaten Bungo dari pukul 09.00 pagi sampai dengan selesai.

Acara diawali dengan kata sambutan dari Kepala Desa, dan Ketua Tim Pelaksana, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi potensi abu cangkang kelapa sawit sebagai pembangun deterjen oleh Indra Lasmana Tarigan,S.Pd., M.Sc, dilanjutkan dengan diskusi dan sesi coffe break. Setelah itu masyarakat diminta untuk praktek langsung membuat deterjen berbasis abu cangkang kelapa sawit dengan bahan-bahan sudah dipersiapkan terlebih dahulu oleh tim. Kegiatan berjalan dengan lancar dan seru, karena masyarakat berperan aktif dan merasakan kebermanfaatan program ini.

Program ini diharapkan menjadi stimulus awal bagi masyarakat untuk bisa memberdayakan potensi cangkang kelapa sawit menjadi beberapa produk turunan, dan salah satunya sebagai deterjen. Program ini juga menjadi langkah awal koordinasi dan komunikasi antara dunia kampus dengan masyarakat, sehingga tidak ada lagi gap diantara keduanya. (Muhammad Sidik)

Aktivis Tanjab Barat Terus Soalkan Rehab Rumah Dinas Kejari

KUALA TUNGKAL (SR28) - Proyek rehab rumah dinas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuala Tungkal yang menggunakan Dana APBD-P Tanjab Barat Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 1.237.354.000 yang sedang dikeerjakan CV Dinamika Metro Technology, Konsultan pengawas CV Rekanns Tri Prakasa terus disoalkan aktivis Tanjab Barat.

Aktivis Tanjab Barat Anand Viqriza. SH.MH menduga ada kelaborasi dan konspirasi terselubung di proyek Rehab rumdis Kejari Kuala Tungkal tersebut.

"Kita menduga ada konspirasi terselubung sehingga proyek tersebut melenggang bebas dan tanpa pengawasan oleh instansi terkait demikian juga dengan kunsultan pengawas, hal ini sangat kita sayangkan, ada apa, " demikian tutur Anand Viqriza. SH. MH kepada SR28.

Terkait hal ini, oknum Dinas PUPR hingga kini belum dapat ditemui awak media,untuk dimintai keterangan terkait rehab Rumah Dinas Kejari Kuala tungkal namun ternyata dilokasi didapati unit bangunan baru, demikian terkait diameter cerucup yang digunakan rekanan. (Sabri)

Pegawai Positif Corona, Kantor Samsat Kota Jambi Sementara Tutup

KOTA JAMBI (SR28) - Pelayanan pembayaran pajak kendaraan di kantor Samsat Kota Jambi terpaksa ditutup seentara selama 3 hari kedepan. Penutupan layanan itu dilakukan setelah adanya seorang pegawai ASN di kantor samsat yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

Sumber: JAMBI28.TV

Bupati Turun Ke Pasar Sosialisasi New Normal

MERANGIN - Pemerintah Kabupaten Merangin mengajak masyarakat di Bumi Tali Undang Tambang Teliti  untuk melakukan aktivitas sebagaimana biasanya dengan tetap mematuhui protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Merangin Dr. H. Al Haris, S Sos, MH saat mensosialisasikan new normal di pusat perbelanjaan dan pertokoan di Pasar Baru dan Pasar Bawah Bangko dengan menggunakan pengeras suara milik Polres Merangin. Diatas mobil tersebut Bupati Merangin juga didampingi Kapolres Merangin dan Dandim 0420/Sarko dan diikuti rombongan mobil pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.

‘’Kita mulai hari ini mulai melaksanakan aktivitas sebagai mana biasanya, dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan, baik di pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan aktivitas lainnya,’’ kata Bupati Merangin saat mensosialisasikan new normal, Rabu, 3 Juni 2020.

Dijelaskan orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Merangin itu, warga merangin tetap menggunakan masker, cuci tangan saat masuk ke kantor, ke pusat perbelanjaan, ke rumah ibadah dan juga tetap menjaga jarak atau tidak melakukan kerumuman massa.

Silahkan buka rumah ibadah, tapi di halaman disiapkan cuci tangan dengan air mengalir dan pakai sabun. begitu juga di pertokoan, orang yang berbelanja dalam kondisi bersih dan bapak ibuk bersih, tapi yang beli tentu tentu bersih. ‘’Bapak ibuk kita mulai new normal, inilah cara baru kita berakktivitas seperti biasa dalam pendemi corona,virus corona tidak bias di lihat,  tidak bisa di raba, tapi dia ada, ikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah,’’ harap Bupati Merangin.

Video News

- Advertisement -

Walikota Jambi Syarif Fasha Ngaku Stress Jalani Isolasi Covid-19

KOTA JAMBI (SR28) - Orang nomor satu di Kota Jambi tersebut bahkan mnegaku sempat stress dan tertekan lantaran harus menjalani isolasi Covid-19. Fasha mengaku hal tersebut merupakan hal terberat bahkan mengalahkan kondisi kesehatannya.

Gubernur Jambi Perkuat Komunikasi dengan Pihak Sekolah

JAMBI (SR28) - Penjabat Gubernur Jambi Restuardy Daud, berupaya menguatkan komunikasi guna mengetahui kebutuhan sekolah yang saat ini kegiatan belajar mengajar mengalami perubahan menghadapi Pandemi Covid-19, Sabtu (10/10).

Audiensi bersama Kepala Sekolah SMAN/SMKN se Kota Jambi yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi menjadi harapan Pjs.Gubernur Jambi untuk meningkatkan kemajuan dan ketertiban sekolah dengan bangunan komunikasi yang baik sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana maksimal. "Generasi Z merupakan generasi yang lahir 1998 hingga tahun 2010 akan berbeda gaya komunikasi dan saya yakin para guru sudah menerapkan dan punya strategi," ungkap Pjs.Gubernur Jambi.

Dunia pendidikan memiliki sosok penting yaitu guru yang bertatap muka secara langsung juga banyak memahami kondisi mental dan keinginan peserta didik, menyikapi hal tersebut Pjs.Gubernur Jambi menitikberatkan perhatian,"Saat anak-anak didik tidak dapat bertatap muka langsung diharapkan pembelajaran serta bimbingan tetap berlangsung baik dan Pemerintah Daerah juga berusaha memberikan fasilitas penunjang belajar yang dibutuhkan sekolah," jelas Pjs.Gubernur Jambi.

Sumbang saran dari beberapa kepala sekolah menginginkan adanya penambahan sarana dan prasarana sekolah guna memfasilitasi kebutuhan penerimaan dan pembelajaran siswa, serta kebijakan lain yang perlu dilakukan untuk kemajuan sekolah.

"Terima kasih atas masukan untuk Pemerintah Daerah dengan komunikasi ini kita dapat mengetahui secara langsung adanya pembinaan untuk siswa, keberadaan ruang kelas dan kebutuhan penting lainnya juga membangun kerja sama pemerintah, pihak sekolah dan orang tua," kata Ardy Daud.

Nah Loh, Bawaslu Kota Jambi Masih Temukan Data Pemilih Ganda

KOTA JAMBI (SR28) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jambi masih mendapati banyaknya temuan data pemilih ganda jelang penetapan DPT ini. Selain itu, terjadi ketidak singkronan data di lapangan antara Panwascam dan PPK.

Nelayan Melihat Pesawat Jatuh Saat Hujan Deras di Sekitar Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

JAKARTA - Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Pemerintahan dan Transit Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Surachman mengatakan, nelayan Pulau Lancang mendengar ledakan di...

Fenomena Dinasti Politik Dan Kotak Kosong, Kegiatan yang Legal Tapi Kurang Disetujui

Pemilu-KADA serentak tahun 2020 ini, yang direncanakan pemilihan pada tanggal 9 Desember 2020, diduga pelaksanaannya masih berlangsungnya Covid 19, menjadi sangat menarik, karena munculnya Dinasti Politik secara terstruktur, systimatis massive (TSM), fenomena ini yang mengarah kotak kosong, atau pasangan tunggal, umumnya berasal dari Dinasti Politik, dan bukan hanya menjadi isu lokal di daerah, melainkan telah menjadi isu nasional.

Pilkada menjadi menarik dan unik, karena para kontestannya, terdiri dari dan merupakan anak dan menantu presiden, anak wakil presiden, anak dan adik para menteri, Bupati atau walikota dan dari keluarga pejabat lainnya.

Memang disadari bahwa Dinasti Politik ini semakin hangat Ketika proses rekruitmen oleh DPP Parpol yang ada di pusat, Dinasti Politik ini bukan muncul sekonyong-konyong, melainkan telah dipersiapkan berbulan bulan yang lalu, bahkan beberapa tahun yang lalu, tentunya Ketika orang tua atau saudaranya dan keluarganya sedang berkuasa. Persiapan-persiapan tersebut tentunya bukan hanya sekedar financial, termasuk Infrastruktur Politik, pemanfatan segala potensi dan infrastruktur yang ada di wilayah, baik SDM, Proyek, SDA, sponsor dll.

Dengan persiapan-persiapan tersebut, sehingga dalam proses rekruitmen di DPP yang diawali dengan proses di tingkat tapak, fakta sampai hari ini, ada indikasi mengarah pemborongan partai pengusung oleh Baca-KADA dari Dinasti Politik atau partai yang minta diborong oleh Baca-KADA dari Dinasti Politik, sehingga mempersulit Baca-KADA yang non Dinasti Politik untuk mendapatkan partai pengusung baik sendiri maupun koalisi.

Indikasi borong partai memang sangat kental, karena Baca-KADA dari dinasti Politik telah melakukan pendekatan melalui Infrastruktur Politik dari daerah sampai ke pusat, dalam hal ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dan bahkan beberapa Partai Politik yang masih memberikan signal akan memberikan rekomendasi ke Baca-KADA Dinasti Politik.

Kondisi ini tentunya tidak saja tidak merusak demokrasi, melainkan akan menghancurkan demokarsi itu sendiri, karena menghambat para Baca-KADA lainnya untuk ikut berkompetisi, karena kecenderungan Rekruitmen bukan berbasiskan Integritas, visoner, track record dll, namun berindikasi lebih menonjolkan “ISI TAS”. Kondisi ini sudah memunculkan dagang sapi dan demokrasi yang bersifat liberal murni, yang memberi kesan bahwa Dinasti Politik dan Kotak Kosong merupakan pemilu-KADA adalah sistem kerjaaan berbungkus Demokrasi.

Dinasti Politik muncul, sebagai bagian dari keinginan dan keserakahan para pejabat, yang memaksakan diri dan ingin keluarganya berkuasa. Keangkuhan para elite, dalam menempatkan sanak familynya, menjadi penerus kekuasaannya. Akhirnya, orang lain tak boleh berkuasa. Orang lain tak boleh menjabat apa-apa. Seolah-olah hanya keluarga pejabat tersebut, yang berhak untuk berkuasa dan memiliki jabatan. Seolah-olah rakyat yang berprestasi, tak boleh menjadi kepala daerah.

Dinasti Politik yang muncul akhir-akhir ini, lebih diwarnai oleh politik aji mumpung. Mumpung ayahnya presiden, mumpung ayahnya wakil presiden, mumpung kakaknya menteri, mumpung ayah atau ibunya anggota DPR, dan mumpung keluarganya sedang jadi pejabat, mumpung Bapaknya Bupati atau Wali Kota,maka mereka memperluas kekuasaannya, dengan cara mendorong keluarganya jadi kepala daerah.

Akibat dari dinasti politik yang menginkan kekuasaan dengan mudah, berusaha untuk memborong partai sebagai sebuah scenario yang dimainkan dan akan menciptakan pasangan tunggal atau kotak kosong, sehingga fenomena Pemilu-KADA kotak kosong muncul dan bahkan kian Terstruktur, Systimatis dan Masive (TSM) pada 2020.

Tentunya kondisi Pemilu-KADA Tahun 2018 termasuk tahun 2020 dan Pemilu sebelumnya ini hendaknya menjadi catatan bagi Pengamat dan Pembuat UU atau DPR serta penyelengara Pemilu-KADA, bahwa penyebab munculnya kotak Kosong dalam Pemilu-KADA, perlunya penyempurnaan regulasi, baik bagi parpol dan gabungan parpol, maupun bagi kandidat perseorangan.

Sesungguhnya Fenomena Dinasti Politik dan Kotak Kosong, sebagaimana terjadi di Makasar tahun 2018, kotak kosong menjadi pemenang dan Pemilu-Kada akan berlangsung atau dilanjutkan Pemilu-KADA selanjutnya. Sebaiknya fenomena tersebut perlu dipikirkan kembali sehingga sistem pemilu di Indonesia ke depan lebih baik lagi. Karena kemenangan kotak kosong ini tidak memberikan manfaat bagi negara sebab dengan menangnya kotak kosong, pemilihan ulang terpaksa dilakukan dan berdampak pada keuangan negara. Begitu juga kemenangan oleh Pasangan Tunggal yang memberi arti bahwa demokrasi tidak demokrasi.

Dinasti Politik dengan pola dan startegi untuk mendapatkan kekuasaan yang mudah, dengan kekuatan financial yang besar, cenderung ingin menang by atau pasangan tunggal atau kotak kosong, yang berarti Demokrasi sudah rusak dan hampir mati, disamping dapat merugikan negara, karena membebani keuangan kepada negara. Ke depan perlu dipikirkan bagaimana masalah kotak kosong ini. Ini juga merupakan pemikiran bersama sehingga memberikan kefaedahan bagi negara dan bangsa ini. Kita harus memikirkan sistem apa yang harus tepat dilaksanakan barangkali dengan hal-hal lain, tetapi tetap memenuhi asas demokrasi.

Terkesan Dinasti Politik dan kotak kosong karena Parpol terutama kadernya tidak atau kurang bekerja dalam pengertian yang sesungguhnya sehingga para elite parpol akhirnya hanya ”memperjualbelikan” yang memiliki otoritas untuk pemberi rekomendasi bagi setiap Baca-KADA yang hendak berkompetisi dalam pilkada. Ini tentu sebuah ironi di tengah begitu tingginya ekspektasi publik atas peningkatan kualitas demokrasi kita.

Saat ini ada kecenderungan masyarakat pemilih pada wilayah yang kecenderungan adanya dinasti politik yang cenderung memborong Partai Politik dan menciptakan kotak kosong, mulai ditolak oleh masyarakat, dan adanya gerakan social anti dinasti politik. Walaupun sesungguhnya Dinati Politik bukan sebuah perbuatan melanggar hukum konstitusi, namun dari beberapa catatan cenderung merusak demokarsi dan membungkus Demokarsi dengan kerajaan

Dengan memperhatikan factor-faktor tersebut, Dinasti Politik tidak dapat dihentikan, dan merupakan kegiatan legal dan syah, namun Gerakan moral yang bergerak bukan berdasarkan hukum positif, untuk menghentikan dan mencegah harus menjadi Gerakan nasional, dan tidak mungkin adanya kebijakan Undang-undang, maka yang harus dilakukan dari luar kebijakan. Antara lain beberapa cara untuk mengatasinya (1) dengan meningkatkan literasi politik masyarakat agar memilih calon sesuai kompetensinya dan bukan hanya karena populer (modal awal para calon dinasti politik); (2) menghilangkan politik uang dalam pemilihan, agar lebih banyak orang bisa berpartisipasi dalam ajang pilkada/pemilu; (3) Edukasi sosialisasi politik kesemua pemilih baik pemula atau pemilih secara continyu dan konsisten terkait dengan muncul subur Dinasti Politik secara TSM; (4) Pelibatan masyarakat untuk melakukan pengawasan yang peduli dengan Pemilu Langsung, umum bebas dan rahasia, dan pola one man, one vote (OMOV) bekerja sama dengan Lembaga penyelengara dan pengawas, serta Lembaga penegak hukum lainnya, termasuk KPK dan GNPK.

Karena kita semua harus memahami bahwa pemilu sebagai proses demokrasi itu adalah persaingan dalam pemilihan seperti persaingan dalam pemilihan Kepala Daerah, bukan persaingan dengan kotak kosong, sehingga pasangan tunggal itu identic dengan merusak demokrasi dan tidak memenuhi azas pemilu-KADA sebagai sebuah kompetisi. Kompetisi yang sesungguhnya adalah persaingan dalam pemilihan dan pencoblosan di Bilik suara secara Jujur dan Adil, langsun umum bebas dan rahasia (Jurdil, luber) beserta One man, one vote (OMOT).

Memang disadari Dinati Politik bukan kegiatan yang dilarang, maka perlunya Gerakan social yang besifat edukasi politik kepada semua pemilih serta pemantauan dan upaya pencegah serta upaya penegakan hukum secara khusus melalui BANWASLU dan Instansi Hukum terkait, terutama pada Indikasi wilayah yang memiliki indikasi dan munculnya Politik Dinasti, merupakan keharusan, termasuk KPK, GNPK dan masyarakat yang peduli dengan demokrasi dan Pemilu-KADA bersih, melalui pembentukan POSKO Bersama di masing-masing Kecamatan dalam wilayah tersebut sedari dini.

Masyarakat pemilih sangat mengharapkan himbaun kami terkait dengan edukasi politik dan upaya pencegahan dan Tindakan hukum, mohon dapat ditindak lanjuti sedini mungkin, harapan kami dimulai dari pra persiapan, persiapan dan Pelaksanaan sampai pasca pelaksanaan, terutama pada tahapan (1) Proses receuitmen oleh Partai di tingkat tapak, sampai di tingkat Pusat (DPP), (2) Saat sosialisasi pra tahapan; (3) saat kampanye, (4) Saat menjelang pemilihan/Pencoblosan, dan pasca Pencobosan dalam artian perhitungan suara saat di TPS, PPK sampai tingat Kabupatan/kota, merupakan wilayah rawan invisible hand.

Penulis: Syamsul Bahri

Tak Ada Anggaran, Satpol PP Kota Jambi Pungut Biaya Tes Urin dari Pegawai

KOTA JAMBI - 196 pegawai tidak tetap Satpol PP Kota Jambi jalani peemriksaan tes urin narkotika dibawah pengawas BNN Kota Jambi. Anehnya, kegiatan tes urin narkotika ini dilakukan dengan biaya pribadi masing-masng pegawai. Hal tersebut lantaran Satpol PP Kota Jambi tak memiliki anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

- Advertisement -

Music

Diikuti ratusan peserta, Forkompimda Tebo Sukses Gelar Upacara HUT RI ke 75

TEBO (SR28)- Bupati Sukandar Pimpin Upacara Peringatan HUT KemerBupati Tebo, Dr. H. Sukandar, S. Kom., M. Si., memimpin Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-75 yang diselenggarakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Tebo, Senin (17/08/2020).

Upacara berlangsung dengan hikmat meskipun berbeda dengan pelaksanaan upacara dari tahun tahun sebelumnya. Penyelenggaraan upacara menyesuaikan dengan kondisi pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bertugas sebagai Komandan Upacara Kapten Inf. Wahid Nurohim dan Petugas Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, SH., MH., serta pembacaan doa dipimpin Kakan Kemenag, Herman, S. Ag. MH.

Usai upacara dilakukan penyerahan  Piagam Penghargaan dari Panglima Komando Daerah Militer ll/ Sriwijaya yang diwakili oleh Dandim 0416/ BUTE Letkol Inf. Widi Rahman kepada Bupati Sukandar. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kerja sama dan dukungan dalam pelaksanaan tugas. Kemudian dilanjutkan penyerahan Sertifikat Tanah Pemda Kabupaten Tebo dan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek dan Landreform yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati Sukandar kepada Wakapolres Tebo, Ketua DPRD Tebo kepada Sekda Tebo, Kajari Tebo Kepada Kakan Kemenag Tebo, Dandim 0416/ BUTE kepada Perwakilan Desa Sumber Sari dan Kepala BPN Tebo kepada Perwakilan Desa Sapta Mulya.  Adapun peserta upacara pada kesempatan tersebut terdiri dari KODIM 0416/ BUTE, KOMPI Senapan B 142 (TNI-AD), Polres Tebo, Pejabat Eselon ll, lllA, dan lllB, Dinas Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP, dan Dinas LH dan Perhubungan Kabupaten Tebo.Bupati Sukandar dan Wakil Bupati, Syahlan SH., diikuti Unsur Forkopimda, Sekda, Asisten Sekda dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD serta Pejabat Eselon lll Lingkup Pemkab Tebo seusai upacara mengikuti Upacara Peringatan Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-75 secara virtual dari Istana Negara.

sumber: Pemkab Tebo

Jurnalis: Rd.Ari

Aktris Cantik Ini Putuskan Jadi Transgender

Aktris nominasi Oscar Ellen Page mengumumkan memutuskan untuk menjadi transgender, Selasa (1/12/2020). Pemeran utama dalam film Juno itu pun mengganti namanya menjadi Elliot. Menurutnya banyak kaum trans yang menghadapi pelecehan dan ancaman. Ia berharap dirinya bisa mengubah dunia menjadi lebih baik.

Masjid Istiqlal Bersolek, Tampung Hingga 200 Ribu Jemaah

JAKARTA - Setelah 42 tahun berdiri, Masjid Istiqlal kini bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp475 miliar. Inilah wajah terbaru masjid terbesar di Asia Tenggara berkapasitas 200.000 jamaah itu.

Wajah baru masjid Istiqla, masjid tebesar di Asia Tenggara mampu menampung hingga 200 Ribu Jemaah

H Al Haris: Kita Harus Bangga Jadi Alumni Pondok

MERANGIN - Anak  Merangin yang berhasil menjadi alumni Pondok Pesantren (Ponpes) harus berbangga, karena bakal tumbuh menjadi generasi muda Islami  yang berakhlak mulia.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Merangin H Al Haris ketika menghadiri acara wisuda angkatan ke-5 tahun 2019/2020 dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw Tahun 1441 H di Ponpes Modern Terpadu Rahmatan Lilalamin Desa Kungkai, Sabtu (25/7).

‘’Saya sangat mendukung apa yang telah dilakukan Ponpes ini,  karena anak-anak alumni sini, salain mendapatkan ijazah pendidikan umum, juga belajar Tahfiz Quran, Kitap Kuning  dan dibekali berbagai skil,’’ujar Bupati.

Wisuda santri jelas bupati, sangat penting karena mampu memberi semangat kepada para santri yang tamat dari pondok. Selain itu biar para santri semangat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Dikatakan bupati, wisuda santri adalah sebuah bentuk penghargaan terhadap santri yang tamat, sehingga mereka merasa menjadi alumni Ponpres. Mereka tidak berhenti untuk menimba ilmu pengetahuan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Ponpes Modern Terpadu Rahmatan Lilalamin dilengkapi pendidikan Tahfiz,  Salafiyah, Pendika-pendidikan skil dan terdapat Balai Latihan Kerja ‘’Ini sebuah contoh pondok pesantren pendidikan,’’terang Bupati.

Pada kesempatan itu bupati didampingi Kemenag Merangin H Marwan Hasan dan Pimpinan Pondok Kyai Azwardi,S.HI MH, mengalungkan piagam tanda tamat belajar kepada para santri yang diwisuda.

Sementara itu menurut Kyai Azwardi,S.HI MH, ada sebanyak 13 orang santri yang diwisuda. ‘’Pondok ini memadukan pendidikan umam jenjang pendidikan SMP dan SMK dengan pendidikan agama,’’ujarnya.

Para santri lanjut Kyai Azwardi, tidak hanya memelajari tentang pendidikan agama, tetapi mereka yang sudah lulusan, dibekali pelatihan sesauai dengan kemanpuan mereka masing masing.

Pelatihan itu diantaranya, kursus komputer, perbengkelan, menjahit dan pelatihan membawa acara. ‘’Setelah mereka lepas dari pondok nantinya mereka sudah mampun untuk mendiri di tengah masyarakat,’’harap Kyai Azwardi.

Sport News

Bertambah Positif Covid-19 di PT PetroChina, Jubir Gugus Tugas Sebut Penutupan Sementara Akan Dikaji

KUALA TUNGKAL (SR28) - Terkait belasan orang karyawan PT. Petrochina yang positif terkena covid-19 (korona) hingga kini perusahaan tersebut masih mempekerjakan karyawan hal tersebut menimbulkan tanda tanya dikalangan masyarakat Tanjab Barat.

Jubir gugus Tugas Covid-19 H. Taharuddin ketika dikonfirmasi melalui ponselnya terkait belasan orang karyawan PT. Petro China posiitf Covid-19 membenarkan hal tersebut, namun ketika ditanyakan akankah ada upaya penutupan terhadap perusahaan tersebut, pihaknya masih mengkaji terleih dahulu.

"Kita masih mempelajari dan mengkaji hal itu, akan tetapi saat ini kita minta perusahaan tersebut mengikuti protokol kesehatan, dan itu sudah dilakukan, saat pihak perusahaan masih melakukan tes sweb dengan mengandek pihak Rumah Sakit Seloam Jambi," ujar H. Taharuddin, Senin (27/7/2020).

Taharuddin juga menjelasan positifnya belasan karyawan PT. Petrochina saat ini, menurutnya tidak menutupi kemungkinan akan terus bertambah, karena saat ini pihak perusahaan masih melakukan test swab kepada semua karyawan di perusahaan tersebut.

Terhadap masyarakat sekitar Desa pematang Lumut, Gugus Tugas menghimbau untuk mengikuti imbauan Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanjab Barat dengan mengurangi perkumpulan jam malam, gunakan masker bila keluar rumah, cuci tangan pakai sabun.

"Hal tersebut harus masyarakat lakukan demi menjaga dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," pungkasnya. (Sabri)

Nginap Aman, Hotel 02 Weston Jambi Terapkan Protokol Kesehatan

KOTA JAMBI - Hotel 02 Weston Jambi siap menerima tamu hotel dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat, seperti menyediakan area cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan menempatkan Hand Sanitizer di beberapa tempat strategis di lingkup hotel.

Publik area dan kamar-kamar hotel juga selalu di semprotkan cairan desinfektan standar rumah sakit. Tak hanya itu, karyawan hotel juga dibekali proteksi yang sama, seperti sarung tangan dan face shield.

Kajari Tanjab Barat Sambut Baik Audensi Forum Jurnalis Tanjung Jabung Barat (FJTJB )

KUALA TUNGKAL (SR28) - Berlokasi di Ruang Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat, Forum Jurnalis Tanjung Jabung Barat (FJTJB) disambut baik oleh Kejari Tanjung Jabung Barat Togar Rafilion,SH bersama pejabat struktural Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat, Selasa (01/12).

Acara hanya satu hari ini bertujuan tidak lain dan tidak bukan, pertama menjalin siturahmi dan kerjasama kedepan untuk kemajuan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam sambutannya, ketua FJTJB Sabri mengucapkan, terimakasih kepada pihak Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat yang sudah menerima FJTJB untuk beraudensi langsung dengan Pak Kejari dan Para Pejabat Struktural Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat.

"Alhamdulillah sambutan bapak Kajari dan para pejabat nya sangat baik. Sehingga kita bisa beraudesi dan bersilaturahmi untuk menjalin hubungan kerja lebih baik lagi," ungkap Sabri, Selasa (01/12).

Sabri juga menegaskan, anggota yang tergabung dalam FJTB merupakan wartawan yang resmi, bukan kaleng kaleng. Jika ada mengatas namakan FJTJB, dia berharap dapat melaporkan ke organisasi nya ini."Kami berharap kedepan pihak Kejaksaan terus membuka diri untuk bekerjasama yang baik," tukasnya.

Senada, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat Togar Rafilion,SH mengatakan, sangat senang dan rendah hati menerima rekanan FJTJB yang sudah mau bersilaturahmi dan menjalin kerjasama dengan Kejari Tanjung Jabung Barat untuk kemajuan Tanjab Barat ini.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan rekan wartawan dari FJTJB yang sudah mau datang bersilaturahmi dengan kami Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat," kata Kajari.

Kedepan, Kajari berjanji dengan adanya silaturrahmi perdana ini dia berharap selalu terus berkoordinasi jika ada hal terkait pemberitaan untuk dapat di konfirmasi sebelum diterbitkan.

"Jika ada berita yang perlu diekspose agar kawan kawan konfirmasi dulu dengan Intel saya," timpalnya. (Sabri)

- Advertisement -

Sapi Presiden Jokowi “Puang Tedong” Mengamuk, Warga Ketakutan

SULAWESI BARAT- Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat warga kuwalahan menghentian sapi kurban milik Presiden Jokowi yang mengamuk saat hendak dipindahkan. Sapi yang diberi nama Puang Tedong ini terus menyeruduk benda disekitarnya hingga membuat warga sekitar ketakutan.

Puang Tedong yang memiliki berat 1,2 ton tersebut mendadak mengamuk saat dikeluarkan dari kandang dan ingin dipindahkan ketempat pemotongan kurban di di Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (27/7/2020).

Puang Tedong seakan tidak kehabisan tenaga, selama 2 jam ia terus mengamuk dan membuat warga sekitar berhamburan lari menyelamatkan diri. Namun reaksi yang berbeda ditunjukan Rahman, si pengasuh puang tedong dari kecil. Menurut Rahman Puang Tedong hanya kaget dan tahu akan dipindahkan, Puang akan tenang dengan sendirinya.

"Puang Tedong hanya ketakutan, tak apa-apa" Ujar Rahman

Rahman yang telah mengasuh Puang lebih dari 4 tahun ini juga turut sedih karena Puang yang kini beratnya telah mencapai 89 kg harus dipotong saat Idul Adha nanti. Namun ia juga berbangga hati dan bahagia karena Presiden Jokowi memilih sapinya untuk menjadi hewan kurban.

"Saya sedih karena sapi kesayangan saya tak akan pernah lagi bertemu untuk selamanya. Tapi saya juga bangga karena jerih payah saya mebesarkannya selama empat tahun lebih bisa dilirik orang nomor satu di Indonesia ,” Ujar Rahman

Akhirnya setelah 2 jam Puang Tedong berhenti mengamuk dan diantarkan langsung oleh Rahman ke tempat pemotongan hewan.

Fachrori Umar Support Budidaya Mangrove di Tanjung Jabung Barat

KUALA TUNGKAL (SR28) – Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar.M.Hum menegaskan bahwa hutan mangrove harus dilestarikan karena manfaatnya sangat penting, baik untuk menjaga ekosistem air dan fauna dalam ekosisten tersebut maupun manfaat terhadap udara, karena memiliki kemampuan menyimpan karbon 5 kali lebih baik dari hutan daratan, serta dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami. Fachrori mengajak masyarakat dan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama melestarikan hutan mangrove. Hal tersebut disampaikan Fachrori dalam Peringatan Hari Mangrove se Dunia Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2020, bertempat di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (03/08/2020).Fachrori mengatakan, kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Hari Mangrove se Dunia kali ini dilaksanakan di 10 provinsi di Pulau Sumatera yaitu Provinsi Jambi, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepualauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung. ”Penaman mangrove dipusatkan di Provinsi Bangka Belitung, yang akan dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo dengan penanaman mangrove sebanyak 2.020 batang di setiap provinsi, yang melibatkan jajaran  pemerintah daerah dan kelompok tani,” kata Fachrori.Pada kesempatan ini Fachrori mengajak seluruh kelompok tani dan nelayan untuk ikut menggelorakan semangat menanam mangrove, untuk memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove di Provinsi Jambi.“Ekosistem mangrove merupakan sumber daya lahan basah wilayah pesisir dan sistem penyangga kehidupan dan kekayaan alam yang nilainya sangat tinggi. Untuk itu, perlu upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan secara lestari untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Fachrori.Fachrori mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi sangat menaruh perhatian akan kelestarian ekosistem mangrove, karena mangrove banyak memiliki fungsi dan manfaat, diantaranya pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat, penyimpan karbon serta sebagai mitigasi bencana. ”Provinsi Jambi memiliki sebaran ekosistem mangrove seluas 9.347,61 hektar terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 4.165,65 hektar dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur seluas 5.181,99 hektar,” tutur Fachrori.Fachrori menjelaskan, dari hasil penelitian bahwa hutan mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon 5 kali lebih baik dari hutan daratan serta dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami, maka ekosistem mangrove perlu tetap terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya untuk menangani masalah lingkungan. ”Perlu kita sadari bahwa kebiasaan dalam keseharian kita yang turut menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove diantaranya konservasi lahan menjadi area pengunaan lain, perambahan, pencemaran, perluasan tambak, serta praktek budidaya yang tidak berkelanjutan. Perubahan bentang lahan terutama menjadi tambak menyebabkan terlepasnya emisi karbon yang dapat berkontribusi dalam peningkatan suhu bumi,” jelas Fachrori.“Bagi daerah pesisir pantai yang panjang seperti Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mangrove (bakau) sangat penting, selain untuk kelestarian ekosistem, juga berperan menjaga daratan jika gelombang besar, terutama tsunami yang ditakuti, melanda,” pungkas FachroriMenteri Lingkungan Hidup RI yang diwakili Staf Khusus Menteri LHK Bidang Koordinasi Jaringan LSM dan Analis Dampak Lingkungan Ir.Hanna Adiati,M,Si mengatakan, setiap tanggal 26 Juli diperingati sebagai Hari Mangrove se Duniia, dan Indonesia sebagai negara maritim dengan dua pertiga luas wilayahnya adalah lautan serta Indonesia memiliki luas hutan mangrove terbesar di dunia. “Luas bakau Indonesia menurut data pada tahun 2019 mencapai 3,31 juta hektar, dimana seluas 2,67 juta hektar atau 81 persen merupakan mangrove dalam kondisi baik. Sudah sewajarnya kita mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat yang terkandung dalam mangrove yang dikelola selama ini. Kerusakan mangrove disebabkan alih fungsi menjadi pemukiman, perkebunan, pertambangan ilegal, perkembangan infrastruktur percemaran limbah,” terang Hanna Adiati.Hanna Adiati menjelaskan, hutan mangrove sangat mendukung upaya penurunan emisi gas (gas rumah kaca) rumah tangga penyebab perubahan iklim, untuk itu perlu langkah-langkah untuk pencegahan kerusakan mangrove yang lebih luas supaya dapat dipulihkan secara efisien dengan rutin penanamannya. “Kita menyelenggrakan penanaman ini bertujuan agar masyarakat khususnya di Tanjung Jabung Barat menjadi sadar akan pentingnya menjaga  hutan mangrove yang merupakan benteng pertahanan terhadap potensi bencana, dan sekaligus menjaga ekosistem darat dan laut,” pungkasnya.Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr.Ir.H.Safrial,MS menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama-sama Forkopimda setiap tahunnya selalu mengadakan penanaman mangrove (tanaman bakau) sebagai pelindung bagi hewani. Ada tiga manfaat hutan mangrove di Tanjung Jabung Barat: pertama, tempat pelindungan udang ketak, kedua tempat berkembang biaknya kerang, dan ketiga tempat berkembang biaknya kepiting“Selama ini, hutan mangrove ini ditebang, dijadikan arang untuk dijual sebagai penambah ekonomi masyarakat, tapi sekarang sudah dilarang selama 3 tahun ini. Kita harus melestarikan hutan mangrove ini karena banyak manfaatnya” ujar bupati. Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI M.Zulkifli turut hadir dalam acara tersebut.

Humas Pemprov Jambi

H Al Haris Salurkan Bantuan 140 Ribu Benih Ikan

MERANGIN - Bupati Merangin H Al Haris, menyalurkan bantuan benih ikan dari BPBAT Sungai Gelam Jambi, kepada sebanyak 10 kelompok tani yang tersebar di lima kecamatan dalam Kabupaten Merangin, Kamis (11/6).

Sebanyak 10 kelompok tani itu berada di Kecamatan, Bangko Barat, Bangko, Tabir Lintas, Tabir Barat dan Jangkat. Masing-masing kelompok tani mendapatkan bantuan antara 10 ribu sampai 25 ribu benih ikan.

Ada tiga jenis benih ikan air tawar yang diberikan secara simbolis oleh bupati di halaman depan Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Merangin tersebut, benih ikan Nila, Jelawat dan benih ikan Mas.

‘’Jadi ada sebanyak 140 ribu benih ikan yang disalurkan pada hari ini. Bantuan ini akan berlanjut untuk ke kelompok tani di kecamatan lainnya. Terimakasih BPBAT Sungai Gelam Jambi atas bantuan yang sangat bermanfaat ini,’’ujar Bupati.

Diakui bupati, sampai sejauh ini baru 30 persen kebutuhan ikan terpenuhi dari daerah sendiri, sedangkan sebanyak 70 persen lagi masih harus didatangkan dari daerah luar Merangin.

Diharapkan bupati dengan pemberian bantuan benih ikan tersebut, kedepannya kekurangan 70 persen kebutuhan ikan itu akan terpenuhi dari Kabupaten Merangin sendiri.

Bupati mengajak masyarakat, untuk memanfaatkan lahan tidur seperti rawa-rawa dijadikan kolam ikan, sehingga bisa bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Kelompok tani yang mendapatkan bantuan benih ikan itu, Kelompok Tani Mekar Sari Desa Sungai Putih, Griya Mina Berkah Desa Bukit Beringin, Harapan Jaya Desa Pulau Rengas Ulu, Suka Makmur Pematang Kandis Mina Lego Lestari Desa Sidolego.

Selain itu, Kelompok Tani Satria Mina Mandiri Desa Koto Baru Seling, Mina Mekar Muda Desa Mampun Baru, Mina Tunas Muda Desa Mampun Baru, Mekarti Mina Utama Desa Pinang Merah dan Sungai Mengkeruh Desa Renah Alai.

Wabup Amir Sakib Ikuti Apel Siaga Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

KUALA TUNGKAL (SR28) - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Amir Sakib ikuti apel siaga pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan Provinsi Jambi yang dilaksanakan di Lapangan Bola Distrik VII PT. Wirakarya Sakti (WKS) Tanjab Timur.

Pj. Sekda Provinsi Jambi, H. Sudirman, SH, MH selaku Pemimpin apel siaga dalam sambutannya menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau 2020, lahan gambut  menjadi perhatian khusus kesiapsiagaan personel pengendalian kebakaran hutan dan lahan Provinsi Jambi, terutama lahan gambut yang berada di kawasan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi."paparnya.

Selain itu sebagai upaya dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel pengendalian Karhutla, Pj. Sekda Provinsi Jambi juga berharap apel siaga dan kegiatan latihan bersama ini dapat meningkatkan sinergitas antara Pemerintah, TNI, POLRI serta unsur masyarakat dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan, khususnya di Provinsi Jambi. “Melalui Apel Siaga dan Pelatihan Bersama ini, kita tingkatkan sinergitas Pemerintah, TNI–Polri, Dunia Usaha dan Masyarakat Dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi," ujarnya.

Sementara itu, Wabup H. Amir Sakib juga sepakat bahwa lahan gambut yang tersebar di 3 Kabupaten lingkup Privinsi Jambi ini perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan Karhutla. Hal itu disampaikannya dalam wawancaranya usai kegiatan apel siaga. Wabup juga berharap tujuan pelaksanaan apel siaga dan pelatihan dalam meningkatkan kemampuan personel dan meningkatkan sinergitas semua elemen masyarakat dapat tercapai."Kita sudah memasuki musim kemarau 2020, berdasarkan pengalaman kita, lahan gambut ini memang perlu perhatian lebih dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla,"tutur nya.

Lanjut Amir Sakib, "Selain itu, kesiapsiagaan personel pengendalian kebakaran hutan dan lahan perlu ditingkatkan lagi, terutama pada musim kemarau, seperti arahan Pj Sekda Provinsi Jambi, kita agar Lebih meningkatkan upaya pencegahan sebagai antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dan ini akan kita tindak lanjuti melalui koordinasi dengan para Camat, TNI, Polri di wilayah kita," tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Pangdam II/Swj, Kapolda Jambi, Danrem 042/Gapu, Kajati Provinsi Jambi, Kepala BPBD Provinsi Jambi, Wakil Bupati Tanjab Timur, Dandim 0415/Batanghari, Dandim 0419/Tanjab, Kapolres Tanjab Barat, dan Kapolres Tanjab Timur. (Sabri)

TV

Jelang Natal Dan Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Melonjak Naik

KOTA JAMBI - Menjelang perayaan natal dan tahun baru 2021, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di pasar Angso Duo Kota Jambi mulai melonjak seperti komoditas cabai.

Beberapa kebutuhan pokok masyarakat lainnya juga ikut mengalami peningkatan harga, seperti harga dagingayam potong yang juga mengalami kenaikan.

Nelayan Melihat Pesawat Jatuh Saat Hujan Deras di Sekitar Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

JAKARTA - Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Pemerintahan dan Transit Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Surachman mengatakan, nelayan Pulau Lancang mendengar ledakan di...

Bupati Tanjabbar Safrial Laksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Agung Al-Istiqomah


KUALA TUNGKAL (SR28) - Bupati Tanjab Barat Dr. Ir. H. Safrial MS beserta jajaran Forkopimda Tanjung Jabung Barat melaksanakan Sholat Idul Adha 1441 Hijriah di Masjid Agung Al-Itqomah, Jumat (31/7/2020).

Sholat Idul Adha juga diikuti oleh Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian Lingkup Sekretariat Daerah, Camat Tungkal ilir, serta masyarakat sekitar.

Sambutan sebelum pelaksanaan sholat idul adha, Bupati Safrial berikan sambutan,dalam sambutan nya beliau menyampaikan, bahwa hari raya Idul Adha atau hari raya qurban, mengandung makna ikhlas berkorban sebagai bentuk ketaatan umat islam kepada Allah SWT.

"Dengan momentum hari idul adha mari kita teladani sikap nabi Ismail dan Ibrahim dalam berkorban, dengan keiklasan berkorban semoga kita selalu menjadi seorang yang bersyukur," imbuh Safrial

Safrial juga mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan persatuan dan rasa toleransi diantara umat beragama, khususnya umat islam.

”Kita semua berharap melalui hari raya qurban ini, kita dapat tumbuhkan semangat membangun kebersamaan dan toleransi, menuju Kabupaten Tanjabbar yang lebih baik,” harapnya.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Tanjab Barat tersebut juga menghimbau masyarakat untuk selalu disiplin terapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah ataupun bermasyarakat, sehingga dapat mencegah penyebaran Covid 19 khususnya di Tanjung Jabung Barat.

Usai pelaksanaan rangkaian Sholat Idul Adha, Bupati didampingi Forkopimda dan Pejabat lainnya, serahkan hewan qurban kepada panitia qurban masjid Agung Al-istiqomah. (Sabri)

25 Perkara Netralitas ASN Sudah Diproses Bawaslu, Sudah Dapat Rekomendasi Sanksi

JAMBI - Dari 25 perkara netralitas ASN yang diproses Bawalsu, sebagian besar malah sudah mendapatkan rekomendasi sanksi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Dan dari keseluruhan, hanya ada dua perkara terkait netralitas ASN yang akhirnya tidak mendapatkan rekomendasi sanksi atau mendapatkan rehabilitasi dari KASN.