Jumat, 29 November 2013 14:36 WIB

Benteng Madrid & Spanyol, Sergio Ramos:3 Titel La Liga, 1 Piala Dunia,2 Piala Eropa,17 Kartu Merah

 Benteng Madrid & Spanyol, Sergio Ramos:3 Titel La Liga, 1 Piala Dunia,2 Piala Eropa,17 Kartu Merah

Sejak membela Real Madrid, karier Sergio Ramos menanjak dengan berbagai gelar bergengsi yang sudah didapatnya. Tapi Ramos tampaknya harus lebih berhati-hati saat bermain karena rekor disiplinnya begitu buruk.

Di umur yang baru 27 tahun dan belum terhitung usia emas seorang pemain belakang, Ramos sudah meraih sederet gelar baik di level klub maupun timnas. Bersama Madrid, eks pemain Sevilla itu meraih tiga titel La Liga dan satu titel Copa del Rey. Sementara saat berseragam La Furia Roja, Ramos adalah anggota inti skuat tersebut saat merajai Eropa di tahun 2008 dan 2012, serta menjadi juara Piala Dunia di 2010. Bakal punya karier yang panjang, Ramos bisa menambah lagi deret trofi di lemarinya.

Tapi Ramos punya sisi negatif juga ketika cap "pemain kasar" melekat pada dirinya, karena tak jarang ia melepaskan tekel-tekel keras kepada lawannya dan boleh dibilang Ramos pun cukup emosional. Ini dibuktikan sejak gabung ke Madrid musim panas 2005, Ramos sudah 17 kali dikartu merah dan terakhir didapatnya saat Madrid menang 4-1 atas Galatasaray di matchday V Liga Champions.

Jika dirata-rata, Ramos mendapatkan satu kartu merah per 20 laga bersama Madrid. Padahal saat bermain untuk Sevilla, Ramos tak pernah sekalipun mendapatkannya. Demikian dilansir Guardian. "Aku adalah tipe orang yang selalu ingin menuntaskan masalah sejelas-jelasnya, baik Anda suka maupun tidak. Aku selalu bilang kepada orang-orang apa yang kupikirkan. Ada karakter matador dalam diriku," ujar Ramos di Football Espana.

"Keluargaku sangat menggemari adu banteng dan begitupun aku. Aku sempat mempertimbangkan menjadi seorang matador, tapi akhirnya memilih sepakbola," sambungnya. "Salah satu contoh karateristiknya adalah penalti melawan Portugal (di Piala Eropa 2012). Itu tak lama setelah kegagalanku mengeksekusi penalti melawan Bayern di final Liga Champions."

"Hal itu sangat berdampak besar untukku dan membuatku dikritik keras. Keluargaku menderita, khususnya ibuku dan adikku, jadi aku ingin menyemangati mereka lagi. Dan itu dengan penalti Panenka." "Sebelum pertandingan, aku berbicara kepada Del Bosque dan bertanya: 'Jika sampai adu penalti, bisakah aku men-chip?' Dia tertawa dan bilang bahwa silakan saja kau lakukan." "Well, kesempatan itu datang dan aku memutuskan (untuk melakukannya). Dan terjadilah," demikian dia.

detik.com

Sat

Benteng | Madrid | & | Spanyol, |

Copyright @2015