Selasa, 24 Desember 2013 20:12 WIB

Pejabat Pemkab : Peran Aparat Hukum Dibutuhkan Untuk Atasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

 Pejabat Pemkab : Peran Aparat Hukum Dibutuhkan Untuk Atasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

KUALA TUNGKAL(SR28) - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram amat dirasakan masyarakat Tanjab Barat. Hal ini disebabkan kurangnya pengawasan secara proaktif dan kolektif oleh instansi terkait dan aparat hukum.
 
Dari pantauan SR28, Selasa (24/12) di lapangan saat berada di Pelabuhan Tanggo Rajo Ulu terpantau gas elpiji 3 kilogram tersebut dibawa keluar daerah, yaitu ke Pulau Kijang, Riau dan Mendahara, Tanjab Timur. Hal ini dibenarkan salah seorang buruh bongkar muat di Pelabuhan  Tanggo Rajo Ulu yang berinisial GN saat dihubungi  SR28.
 
Terpisah Kabag Umum Pemkab Tanjab Barat, Sayfriwan, ketika ditemui di ruangan kerjanya mengatakan,” Terkait dijualnya gas elpiji 3 kg tersebut keluar daerah, pihak kami juga sudah mendengar kabar tersebut, namun untuk ditindak lanjuti hal tersebut, tentunya kami perlu bukti, atau paling tidak saat mereka bongkar muat gas elpiji 3 kg di lokasi tersebut, mereka tertangkap tangan, baru bisa kita tindak.”
 
“ Selain itu, kita sangat berharap aparat hukum yang ada, juga mengambil tindakan hukum terkait hal itu. Kita harapkan peran aktif aparat hukum dan pihak lain untuk mengawasi penjualan gas elpiji keluar daerah,” ujarnya.
 
“ Jadi meskipun kuota gas elpiji 3 kg untuk Tanjab Barat ini di tambah, tetapi bila tidak ada pengawasan dari aparat hukum dan instansi lain, tentu membuat jatah (kuota) Tanjab Barat ini selalu berkurang dan tetap tidak terpenuhi apa yang diharapkan masyrakat Tanjab Barat,” tutupnya.

Sab/Sat

Pejabat | Pemkab | : | Peran |

Copyright @2015