Senin, 01 Juli 2013 17:52 WIB

Jelang Ramadhan, Harga Daging Naik

 Jelang Ramadhan, Harga Daging Naik
Harga Sayur Mayur Naik

SAROLANGUN - Meskipun masih lebih dari satu minggu menjelang bulan Ramadhan, sesuai prediksi banyak pihak, harga sembako dan harga daging di sejumlah pasar tradisional di Sarolangun, sudah menunjukkan trend menaik. Kenaikan harga barang barang tersebut sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Contoh, harga daging ayam potong yang biasanya dijual dengan harga Rp 28 ribu per kilonya, menjadi Rp 32 ribu. Harga telur ayam yang biasanya dijual per karpetnya hanya Rp 28 ribu naik menjadi Rp30 ribu, bahkan beras juga mengalami kenaikan walaupun kenaikannya hanya beberapa ribu saja. Harga minyak sayur curah naik Rp 1.000 per kilonya, harga cabai naik jauh sebelum harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

Seperti yang diungkapkan oleh Edi, pedagang sembako yang berjualan di Pasar Atas Sarolangun, kepada SR28 Senin (01/07) mengatakan bahwa dirinya terpaksa menaikkan harga jual sembako, jika tidak maka dirinya tidak akan mendapatkan untung. “ Saya mengikuti trend naiknya harga sembako, sebab dari agen, harganya sudah naik. Jika tidak ikut naik, maka saya akan merugi, “ ungkapnya.

Diakuinya biasanya rutin menjelang bulan Ramadhan, harga sembako naik walaupun tidak terlalu tinggi. Tetapi pada tahun ini bertepatan dengan kenaikan harga BBM jenis bensin dan solar, yang mengakibatkan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat. “ Harga harga barang yang naik sangat dirasakan dampaknya kepada masyarakat, sebab ini sudah dekat dengan bulan Ramadhan, bulan yang seharusnya kita menahan diri, tetapi justru trend komsumtif masyarakat kita amat meningkat. Walau bagaimana pun yang terjadi, kami usahakan tetap menjual sembako dengan harga yang masih terjangkau.”

Terpisah Kadis Koperindag (Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan) Kabupaten Sarolangun Haznul Sidki kepada SR28 mengatakan bahwa kenaikan harga sembako memang tidak bisa dihindarkan, sebab itu merupakan dampak dari kenaikan harga BBM. “ Kenaikan harga sembako memang tidak dapat kita hindari, sebab itu hukum pasar, namun kita tetap akan melakukan pengawasan di sejumlah pasar, apalagi ini jelang bulan Ramadhan. Untuk stabilisasi suplai barang dan harganya, kita akan terus melakukan pemantauan, “ tandasnya.

Yan/Sat

Jelang | Ramadhan, | Harga | Daging |

Copyright @2015