Rabu, 03 Desember 2014 06:00 WIB

Produk Sarolangun Terkendala Packing

 Produk Sarolangun Terkendala Packing

SAROLANGUN(SR28)  - Kabupaten Sarolangun tengah gencar meningkatkan dan memasarkan produk asli daerahnya dari hasil pertanian, perkebunan, dan Home Industry/Industri Rumah Tangga. Namun hasil produknya sampai saat ini belum maksimal, dikarenakan banyak faktor yang belum menunjang sepenuhnya.

Seperti hasil pertanian berupa beras. Para petani sudah memasarkan berasnya kepada pedagang yang lalu menjualnya di Pasar Atas Sarolangun untuk dikonsumsi para pembeli. Tetapi kemasan beras itu belum memunculkan merk Produk Sarolangun. Hal ini tidak dilakukan para pedagang, karena biaya untuk packing/kemasan beras masih terlalu tinggi. Sementara di Provinsi Jambi pun belum memiliki industri packing yang rendah biaya produksinya.

Selain produk beras, produk home industry lainnya seperti keripik tempe yang berada di Kecamatan Singkut mengalami kendala serupa. Para pelaku home industry belum mencantumkan merek produk yang dibuatnya berasal dari Kabupaten Sarolangun. Kemasannya pun belum terlalu menarik di pasaran karena masih dikemas secara manual.

Kepala Dinas Pertanian Sarolangun, Sakwan kepada sejumlah wartawan  mengatakan, bahwa hal semacam ini perlu dipikirkan oleh segenap instansi terkait. Karena kemasan merupakan hal utama yang dilihat untuk memasarkan produk yang akan dijual kepada konsumen. Jika kemasannya menarik dan memiliki keunggulan karena merupakan asli produksi daerah serta lebih murah harga jualnya, tentu berpotensi untuk lebih laku di pasaran. Jika hal itu terjadi, maka para pelaku usaha, baik du bidang pertanian maupun home industry, akan terus gencar untuk mengembangkan usahanya.

" Informasi yang saya peroleh dari kelompok tani yang sudah menjual hasil pertaniannya di pasaran, bahwa agen memang belum memasang merek beras asli dari Sarolangun. Mereka masih menjualnya dengan karung tanpa merek. Per kilo berasnya berkisaran harganya Rp 7.000 sampai Rp 8.000," terang Sakwan.

Dilanjutkannya, bahwa Pemkab Sarolangun sudah mewacanakan untuk menggandeng pihak investor agar membuka bisnis Packing/Kemasan di Kabupaten Sarolangun. 

"Jika sudah ada pabrik packingnya, tentulah banyak produk yang bisa dipasarkan," jelas Sakwan. 

Sakwan pun berharap, jika para petani sudah mampu menjual hasil pertaniannya dengan lancar, tentunya menjadi stimulus para petani untuk menuju swasembada pangan, khususnya beras.

“ Besar harapan kita jika para petani kita mampu menjual hasilpertanianya dan bisa kita pasarkan, sehingga swasembada pangan yang kita cita-citakan dapat terwujud,” tandasnya.

 

Yan/Sat

Produk | Sarolangun | Terkendala | Packing |

Copyright @2015