Jumat, 12 Desember 2014 22:01 WIB

KPHP Ajak Masyarakat Memperbaiki Kerusakan Hutan

 KPHP Ajak Masyarakat Memperbaiki Kerusakan Hutan
Kawasan Konservasi Hutan

SAROLANGUN(SR28) - Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki ± 17.500 pulau tersebar dalam jarak dari London, Inggris ke Teheran, Iran. Sebagai kawasan archipelago/kepulauan yang diapit oleh dua Samudra, Hindia dan Pasifik, dan berada di antara dua benua, Asia dan Australia. 

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sarolangun UPTD Disbunhut Kabupaten Sarolangun Misriadi, SP, MSc kepada sejumlah wartawan mengatakan menyikapi kondisi Indonesia seperti yang digambarkan di atas, dalam pengelolaan sumber daya alamnya harus terintegrasi.

“ Kita harus dapat memadukan antara kepentingan ekonomi di dalam lingkungan (ekologis) dan memasukkan perpaduan keduanya dalam arus tengah pembangunan. Hal ini berarti bahwa dalam pembangunan tidak bisa hanya mengedepankan salah satunya saja. Ekonomi dulu, baru lingkungan, atau sebaliknya lingkungan dulu, baru ekonomi,” tuturnya. 

“ Keduanya memiliki konsekuensi masing-masing bila berjalan sendiri-sendiri. Jika ekonomi yang dikedepankan, maka keberlanjutannya tidak akan terjamin, karena bangkrutnya sumber daya alam dan rusaknya lingkungan,“ katanya.

“ Lingkungan yang rusak akan mematikan pembangunan ekonomi dan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, berbagai kebijakan telah dibuat oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah. Langkah itu ditempuh untuk tetap mampu menjalankan roda pembangunan, antara lain dengan menetapkan kawasan-kawasan tertentu yang dapat dijadikan sebagai kawasan yang dapat dieksploitasi,” ungkapnya. 

“ Namun bukan berarti kawasan-kawasan tertentu yang telah ditetapkan sebagai kawasan yang dapat dieksploitasi, dapat dilakukan semena-mena tanpa memperhatikan kelestarian dan daya dukungnya. Eksploitasi sumber daya alam hutan, tambang, minyak dan gas, ataupun sumber daya laut, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui, harus dilakukan secara bijak agar dapat bermanfaat secara terus menerus bagi kelangsungan makhluk hidup dan kehidupan ini,” jelasnya.

Sementara itu lanjutnya,” Untuk mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup, di berbagai kawasan ditetapkan sebagai kawasan lindung yang bertujuan sebagai fungsi perlindungan seperti hutan lindung, kawasan bergambut, kawasan resapan air, sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau atau waduk, kawasan sekitar mata air, kawasan suaka alam (termasuk, cagar alam), kawasan suaka alam laut dan lainnya, mangrove, taman nasional, taman hutan raya, taman wisata alam, kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan, kawasan rawan bencana alam.”

“ Kawasan-kawasan tersebut terdapat di wilayah daratan, pesisir pantai dan laut. Dari luas kawasan konservasi daratan mencapai 21,7 juta hektar, wilayah pesisir pantai dan laut mencapai 4,7 juta hektar, sehingga luas seluruh kawasan konservasi berdasarkan pengukuhan dan penunjukannya mencapai 26,4 juta hektar ( Anonim,2002),” bebernya.

Dirinya berharap apa yang telah disampaikannya menjadi refleksi bagi kita semua.

“ Dalam masa bulan bhakti menanam (November dan Desember), kita dapat sama-sama bergerak dengan sadar untuk memperbaiki kerusakan hutan dan lingkungan dengan cara melakukan penanaman pohon. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menanam pohon, Insya Allah akan segera terwujud budaya menanam pohon sebagai bagian dari kehidupan sosial bangsa Indonesia. Dengan demikian akan tercipta ekosistem yang seimbang dalam kehidupan ini,” pungkasnya.

 

Yan/Sat

KPHP | Ajak | Masyarakat | Memperbaiki |

Copyright @2015