Minggu, 14 Desember 2014 21:06 WIB

Guru Senang K-13 Dihentikan, Waket PGRI Tebo Firdaus : Kita Tetap Mengikuti Putusan Pusat

 Guru Senang K-13 Dihentikan, Waket PGRI Tebo Firdaus : Kita Tetap Mengikuti Putusan Pusat

MUARATEBO(SR28) – Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberhentikan pelaksanaan kurikulum 2013 (K-13) disambut senang oleh sejumlah guru di Kabupaten Tebo. Mereka selama ini banyak yang merasa terbebani dengan pelaksanaan K-13 tersebut.

"Dari kemarin kita sudah bingung. Mau terapkan K13, tapi tidak ada buku panduan. Sampai sekarang pun sudah lewat satu semester, tapi belum juga dapat buku panduan," ujar salah satu guru yang mengaku mengajar bidang studi Bahasa Indonesia, yang minta namanya tidak disebutkan.

Tidak itu saja, lanjut dia, saat ini para siswa tengah menjalani ujian semester. Tentunya, usai ujian semester dilanjutkan dengan pemberian rapor.

"Cara pemberian nilai rapor juga masih bingung, sebab nilai diberikan berbentuk huruf, bukan angka seperti semester sebelumnya (KTSP,red). Jadi memang terasa rumit dan bingung mau ngisi rapor siswa. Mungkin karena belum terbiasa saja," tuturnya.

Terpisah, Firdaus selaku Wakil Ketua PGRI Kabupaten Tebo mengakui jika masih banyak guru yang bingung menjalankan K-13. Meski demikian, dia mengatakan, sebagai wakil ketua PGRI Tebo, ia bersama para guru tetap akan menjalankan apapun yang menjadi keputusan pusat.
"Memang penerapan K-13 lebih rumit dibandingkan dengan KTSP. Namun, kita tetap akan mengikuti keputusan dari pusat. Jika memang pusat memutuskan untuk kembali ke KTSP tetap akan kita jalani," katanya.

Menurutnya, dalam dunia pendidikan sangat banyak perbedaan antara pusat (kota besar,red) dengan daerah. Terutama perbedaan pola belajar dan mengajar. Untuk itu, alangkah baiknya jika pemerintah pusat tidak memaksakan pola atau sistim belajar di kota besar untuk diterapkan ke daerah (pelosok,red).

"Dari segi sarana dan praserana saja sudah jelas banyak perbedaan. Jadi alangkah baik jika sistim belajar mengajar antara kota besar dengan daerah dibedakan. Kalau dikota besar seperti Jakarta, Bandung dan lain sebagainya bolehlah pakai K-13, tapi kalau di Tebo sepertinya belum bisa. Namun, yang jelas kita tidak menolak K-13 ataupun menerima putusan pusat yang menarik kembali K-13. Yang jelas apapun putusan pusat akan kita ikuti," pungkasnya.

Bbe/Sat

Guru | Senang | K-13 | Dihentikan, |

Copyright @2015