Minggu, 14 Desember 2014 21:26 WIB

Pendirian Hotel Di Jalan KH Ahmad Dahlan Rimbo Bujang Resahkan Warga

 Pendirian Hotel Di Jalan KH Ahmad Dahlan Rimbo Bujang Resahkan Warga

MUARATEBO(SR28) – Pertumbuhan hotel di Rimbo Bujang Kabupaten Tebo cukup pesat. Belum cukup 5 hotel, saat ini muncul lagi satu hotel, berlokasi simpang Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Wirotho Agung, masih di wilayah Pasar Sarinah Rimbo Bujang.

Sayangnya pembangunan hotel yang belum diketahui namanya ini telah menjadi sorotan masyarakat. Dikhawatirkan hotel yang menempati deretan ruko itu akan semakin menyuburkan budaya selingkuh di kecamatan yang tengah berkembang di Kabupaten Tebo ini.

Perehaban ruko tiga pintu dua lantai yang akan disulap menjadi hotel itu telah dimulai sekitar dua bulan terakhir itu mulai menimbulkan pro kontra di masyakarakat sejak awal pendirian. Bahkan persoalannya telah sampai ke pihak kelurahan dan kepolisian setempat.

Lurah Wirotho Agung, Soedjarijo, ketika dikonfirmasi SR28 membenarkan persoalan tersebut. Menurutnya masyarakat menolak jika dalam pendirian hotel itu, pengelolanya akan melegalkan untuk pasangan di luar nikah.

“Masyarakat menolak kalau hotel itu nantinya hanya akan digunakan untuk selingkuh,” jelas Soedjarijo.

Lurah mengatakan, dari sekian hotel yang sudah ada, yakni Hotel Melisa di Jalan RA Kartini, Hotel Lestari dan Hotel Yossy di Jalan Lintas, Hotel Grand Ratu di Puja Sera, dan Hotel Linda di Komplek Rawamangun ini, selama ini sudah identik dimanfaatkan untuk mesum pasangan di luar nikah.

Tamu hotel yang benar itu, menurut Soedjarijo, mereka yang datang dari luar kota ke Rimbo Bujang dan tidak memiliki tempat untuk menginap, makanya mereka menyewa hotel. Bukan datang berpasang-pasangan cuma satu jam, dua jam, atau tiga jam lalu pergi.

“Selama ini kebanyakan hotel di yang ada memang kebanyakan tamunya cuma untuk selingkuh, dan masyarakat tidak mau itu terjadi di hotel yang baru itu,” jelasnya.

Sebab, lanjut Soedjarijo, hotel yang baru itu lokasinya dekat dengan Masjid Agung Al Huda, dan di tepi jalan lintas yang aktivitasnya dapat dilihat oleh siapa saja. Maka akan sangat tidak etis, jika hotel tersebut juga banyak melayani tamu yang hanya akan berbuat mesum.

“Kami akan pantau terus hotel itu. Kalau nanti aktivitasnya sama saja dengan yang lain ya terpaksa kami akan bertindak,” tegasnya.

Bbe/Sat

Pendirian | Hotel | Di | Jalan |

Copyright @2015