Minggu, 06 Desember 2015 07:22 WIB

Para Politisi Yang Mundur Teratur Tersangkut Skandal, Apakah Setya Novanto Menyusul?

 Para Politisi yang Mundur Teratur Tersangkut Skandal, Apakah Setya Novanto Menyusul?
Andi Alfian Mallarangeng

Budaya malu dan mundur dari jabatan karena skandal hukum sebaiknya menjadi tradisi. Desakan kini menyasar Setya Novanto setelah terbongkar kasus dugaan permintaan saham PT Freeport menggunakan nama Presiden dan Wapres. Ketua DPR ini diminta legowo lengser.

Desakan Novanto mundur makin menguat, salah satunya dilontarkan oleh Sejarawan Universitas Indonesia Anhar Gonggong yang meminta Novanto punya rasa malu dan harus mengundurkan diri karena pelanggaran kode etik yang dilakukannya.

Hal senada juga disampaikan Pengasuh Pesantren Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid. Pria yang akrab disapa Gus Sholah mengkritisi sikap  Novanto yang masih bertahan sebagai ketua DPR, dan merasa tak bersalah atas kasus yang bergulir di MKD. Menurut dia, Novanto seharusnya mengundurkan diri.

Meski belum menjadi tradisi, namun aksi politisi-politisi yang mundur gara-gara skandal korupsi patut diapresiasi. Ada sederetan politisi yang rela menanggalkan jabatannya setelah terlibat skandal.

1. Rio Capella

Patrice Rio Capella langsung menyatakan mundur dari keanggotaanya di DPR ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya menyatakan berhenti dari (jabatan) DPR, Sekjen NasDem. Saya menyatakan mengundurkan diri dan berhenti dari Partai ini (NasDem), saya tidak bisa bersama-sama lagi dengan partai ini," kata Patrice.

Ia akan konsentrasi menghadapi kasus yang membelitnya saat ini. Patrice Rio ditetapkan tersangka oleh KPK karena diduga menerima suap terkait penanganan perkara Bantuan Sosial yang tengah diusut oleh Kejati Sumatera Utara dan Kejagung.  

2. Jero Wacik

Jero Wacik tidak hanya mundur sebagai Menteri ESDM usai ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jero juga sudah mundur dari jabatan menterengnya di Partai Demokrat, Sekretaris Majelis Tinggi.

"Tentu tidak lagi pengurus partai, sudah mundur dari sekretaris majelis tinggi," ujar Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin di Hotel Sahid, Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (23/09/2014).

Menurut Amir, partainya sudah memiliki standar tersendiri jika ada anggota yang terkena kasus hukum. Biasanya, otomatis orang tersebut juga harus mundur dari jabatan di partai. "Dia mundur dari jabatan dan juga partai," tutup Amir.

3. Sutan Bhatoegana

Sutan Bhatoegana yang menjadi tersangka KPK akhirnya mundur dari posisi Ketua Komisi VII DPR. 

"Saya kan lagi dalam ujian. Sudah tidak efektif, dari awal sudah tidak elok saya memimpin Komisi VII," kata Sutan setelah resmi mundur dari jabatan Ketua Komisi VII, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/06/2014).

"Saya mengajukan diri mundur, penggantinya juga diajukan kepada saya, siapa yang baik? Dari awal sudah saya ajukan. Saya mundur tapi ada prosesnya," kata Sutan.

Sutan mengaku walau mundur dari posisi ketua komisi, ia tidak mundur sebagai anggota DPR. Ia pun mengaku tetap mendapatkan gaji sebagai anggota wakil rakyat, di tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi dugaan korupsi dari KPK.

4. Andi Mallarangeng

Andi Mallarangeng akhirnya memastikan mundur sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Dia akan fokus menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.

"Tadi pagi saya menghadap Bapak Presiden dan mengajukan surat pengunduran diri saya sebagai Menpora dan mulai berlaku hari ini," kata Andi saat jumpa pers di Kemenpora, Jl Gerbang Pemuda, Jakarta, Jumat (07/12/2012) pukul 10.00 WIB.

Andi mengenakan kemeja batik motif cokelat dengan didampingi para stafnya. Andi membacakan naskah jumpa persnya dan mengawali pernyataannya dengan Salam Olahraga!

Andi Mallarangeng telah ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek Hambalang oleh KPK pada Kamis kemarin. Pagi ini, Andi pun langsung menghadap Presiden SBY di Istana Negara untuk mengajukan permohonan pengunduran dirinya.

viva.co.id

Wit

Para | Politisi | yang | Mundur |

Copyright @2015