Selasa, 28 Juni 2016 14:35 WIB

Gila, Usai Lebaran PT Lontar Papyrus Bakal PHK Massal Karyawannya

 Gila, Usai Lebaran PT Lontar Papyrus Bakal PHK Massal Karyawannya
Ilustrasi

TANJABBAR(SR28) - Ratusan karyawan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPI) gundah gelisah. Pasalnya, perusahaan penghasil bubuk kertas dan tisu yang terbesar di Indonesia dikabarkan mem-PHK ratusan karyawannya usai Lebaran, namun bukan lantaran krisis. Perusahaan yang berada di Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini diduga melakukannya untuk mendapatkan tenaga kerja yang lebih murah.

Keterangan ini didapat dari salah satu karyawan yang sudah mendapatkan surat pemberhentian kerja (PHK). Sumber yang meminta namanya tak disebutkan itu mengatakan 'pensiun dini' karyawan ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2016 hingga 2018 mendatang.

"Dari sekitar 1.800 karyawan yang ada, hampir 800 karyawan ini akan dihabiskan secara bertahap sampai 2018 mendatang. Kami ini karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun, mulai dari perintis tahun 1994 lalu," beber sumber info, Selasa (28/06).

Sumber info itu menjelaskan, untuk menghilangkan kesan pemberhentian sepihak, karyawan dibuatkan laporan hasil kinerja. Dari sini lanjutnya, perusahaan mendorong para pekerja untuk 'angkat kaki'. Dan bila tidak mengikuti prosedur yang diajukan perusahaan, karyawan terancam kehilangan pesangon.

"Ada saja alasan mereka untuk membuang kita. Mau tak mau, karyawan memilih menerima pesangon dibanding harus melawan SOP (Standar Operasional Prosedur-red) yang mereka buat. Benar, mereka punya indikator yang jelas. Tapi, yang menjadi sasaran itu ya kami, karyawan yang sudah bekerja lama ini. Dan hari ini, 2 orang sudah pensiun dini," ujarnya.

Dengan keluarnya karyawan lama ini, papar sumber info itu, perusahaan bakal meraup keuntungan dari biaya tenaga kerja. Umumnya, karyawan yang bekerja dari tahun 90-an memiliki gaji berkisar Rp 3-5 juta perbulan.

Sementara dengan menggunakan tenaga kerja baru, bilangnya lebih lanjut, perusahaan hanya mengeluarkan gaji di bawah itu, atau UMR yang berkisar Rp 1,9 juta per bulan. Dengan biaya yang murah, perusaahan bisa mendapatkan 2 tenaga kerja dari gaji yang dikeluarkan untuk karyawan saat ini.

 

Pde/Sat

Gila, | Usai | Lebaran | PT |

Copyright @2015