Sabtu, 26 November 2016 02:38 WIB

Untuk Mengejar Pongres 100 Persen Proyek Neighorhood Upgrading And Shelter Project (Nusp) Phase-2 Drainase Dana ADB Dikerjakan Asal Jadi

 Untuk Mengejar Pongres 100 Persen Proyek Neighorhood Upgrading And Shelter Project (Nusp) Phase-2 Drainase Dana ADB Dikerjakan Asal Jadi
Kondisi Jalan Yang Tak Kunjung Selesai Dan Rusak

KUALATUNGKAL(SR28) - Proyek Neighorhood Upgrading And Shelter Project (Nusp) Phase-2 (drainase) dari Dana ADB, yang dikerjakan oleh PT.Krakatau Bumi Kalasan sepertinya hingga masa akhir kontrak 20 Desember ini, bekerja diduga asal jadi saja, guna untuk mengejar pongres 100%, dan ini terpantau langsung oleh SR28 dilapangan.

Dari hasil pembuatan drainase tampak tidak rata disepanjang pembangunan drainase tersebut, ada tinggi ada rendah, bagaikan ular dipukul dengan kayu, melekuk, begitu juga dibibir drainase sepanjang Jalan Sriwijaya Kelurahan Tungkal IV kota, kecamatan Tungkal, Kab.Tanjab Barat, selain tidak digilas bekas galian tanah, itu hanya dikasih behel satu batang saja dan langsung dicor oleh rekanan.

Ketua LSM LPSDN, Anand ViQriza,SH,MH, berkomentar kerasa melihat kenyataan dilapangan, jika seperti itu hasil kerjanya lebih baik Dinas PU menghentikan pekerjaan tersebut.

"Karena dari awal memang kerjanya saja sudah asal jadi, terutama cerucup yang digunakan itu sudah tidak ukuran standar RAB, kemudian dari bok setiap simpang yang dibuat tidak dibuka papan malnya, dan sekarang ini sisi jalan Sriwijaya yang didapati pembangunan drainase ini pun sudah dicor tanpa digilas dan hanya menggunakan besi behel satu batang saja, apakah ini akan bisa bertahan, dan siapa yang berani menjamin," imbuh Anand ViQriza,SH,MH, belum lama ini.

"Sisi drainase yang dicor itu tidak akan bertahan lama, begitu juga air yang ada di drainase itu tidak akan mengalir ketempat mestinya, dikarenakan bok-bok yang dipasang setiap persimpangan lobangnya sangat kecil, terlebih papan mal dibok itu tidak dibongkar, begitu juga sisi jalan Srisoedewi yang saat ini sudah dicor, alat untuk pemadatan tanah (Wales) itu mereka mengunakan wales kecil yang diperkirakan satu ton, itu tidak memberikan kepadatan yang maksimal, dan coran itu akan retak," papar Anand.

Terlebih lagi ada kolaborasi apa pengawas PU, Kunsultan sehingga menutup mata seakan tidak memberikan teguran kepada rekanan, yang kita tau dilapangan pekerjaan ini banyak kekeliruan dan janggal, atau memang benar yang berhembus dilapangan diduga kalau proyek tersebut merupakan proyek koleganya Bupati Tanjab Barat saat ini, sehingga pejabat pengawas Dinas PU ini takut hilang jabatan, dan kunsultan pengawas juga takut hilang lokaan," tukasnya.

Sab/Ags

Untuk | Mengejar | Pongres | 100 |

Copyright @2015