Selasa, 14 Pebruari 2017 10:46 WIB

Tolong!!! Dua Tahun Lebih, Masyarakat Keluhkan Aktivitas PETI Di Sungai Alai

 Tolong!!! Dua Tahun Lebih, Masyarakat Keluhkan Aktivitas PETI Di Sungai Alai
Tidak Kapok, Aktivitas PETI Masih marak

MUARATEBO(SR28) - Meski sudah berulang kali Polres Tebo melakukan razia Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), namun belum memberi dampak jera bagi para pelaku tambang. Bahkan, aktivitas tambang ilegal ini sepertinya semakin marak.

Seperti yang terlihat di jalan Kompas Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang. Tampak beberapa unit mesin dompeng (alat tambang ilegal) melakukan aktivitas tambang. Akibatnya, warga sekitar merasa resah. Pasalnya, para pelaku Peti ini melakukan aktivitasnya di badan sungai (Sungai Alai) yang merupakan satu-satunya bagi warga.

"Dulu air sungai ini sangat jernih. Kalo sekarang lihat saja sendiri. Akibat Peti, air sungai jadi keruh dan berlumpur, "ungkap Yanto salah satu tokoh masyarakat setempat.

Dijelaskan Yanto bahwa pihaknya selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan aktifitas Peti tersebut. Selain melaporkan aktivitas ilegal ini ke Polsek Rimbo Bujang, dia juga mengaku sudah pernah melarang dan memarahi langsung pelaku Peti.

Sayangnya, lanjut dia, upaya tersebut tidak membuat para pelaku Peti menghentikan aktivitasnya. “Kita sudah berkali-kali melapor ke Polsek Rimbo Bujang tetapi tidak ada tanggapan. Bahkan kami juga sudah melaporkan ini ke Polres Tebo, tapi juga tidak ada reaksi. Pelaku Peti tetap saja melakukan aktivitasnya, "kata dia.

"Sementara, masyarakat sudah sangat mengeluhkan aktivitas Peti ini. Apalagi setiap harinya ada saja pohon karet milik masyarakat yang roboh akibat Peti, "katanya lagi.

Menurut Yanto, aktivitas PETI ini telah berlangsung sekitar 2 tahun. Para pelakunya sebagian besar orang luar bekerjasama dengan masyarakat yang memiliki lahan. "Mewakili masyarakat dan sebagainya tokoh masyarakat, saya berharap kepada pihak yang berwenang untuk memberantas aktivitas PETI ini. Karena ini sudah sangat merugikan masyarakat. Jangan sampai kami yang mengambil tindakan sendiri, " tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tono selaku pemelik kebun. Dia mengungkapkan bahwa aktivitas PETI ini sudah berlangsung sekitar tahun 2014 yang lalu. Sedikitnya, ada sekitar 10 unit lebih peralatan PETI (dompeng) yang saat ini tengah beraktivitas.

"Kami berharap aktivitas PETI ini segera dihentikan karena sudah sangat meresahkan kami," pungkasnya.

Bbe|Ags

Tolong!!! | Dua | Tahun | Lebih, |

Copyright @2015