Selasa, 25 April 2017 21:28 WIB

Program Cetak Kolam Ikan (CKI) Di Sarolangun Dinilai Asal Jadi

Program Cetak Kolam Ikan (CKI) di Sarolangun Dinilai Asal Jadi
Kondisi Cetak Kolam Ikan Asal Jadi

SAROLANGUN(SR28) - Program Cetak Kolam Ikan (CKI) tahun 2016 lalu, dinilai asal jadi. Seperti kolam ikan di Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai. Pasalnya, kolam ikan yang dibangun setahun lalu, dengan anggaran ratusan juta rupiah itu, terkesan sia-sia.

"Buktinya, saat ini, kolam ikan itu mulai rusak parah. Apa nggak asal jadi itu namanya," kata Bambang Gunawan, anggota DPRD Sarolangun, kepada wartawan, Selasa (25/4).

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (P3) itu, kondisi kolam ikan di Desa Bukit Berantai, semakin memprihatinkan. Bahkan, bisa diprediksi tidak akan bermanfaat bagi masyarakat. 

"Saya melihat, di Bukit Berantai sangat potensial pembudidayaan ikan. Namun, dengan kondisi kolam yang hampir rusak parah, saya pikir itu adalah kesalahan. Percuma juga dibangun," katanya kepada wartawan, Selasa (25/4).

Ia mengaku sedih melihat proyek terbengkalai tersebut. Sebab, manfaat kolam ikan tidak dirasakan warga.

“Jujur saja, saya sangat sedih melihat kolam yang tak bermanfaat itu. Seharusnya, warga bisa merasakan manfaatnya," timpalnya.

Untuk itu, ia menegaskan agar pelaksana atau kontraktor cetak kolam ikan tersebut, mesti bertanggungjawab. Caranya, dengan melakukan perbaikan terhadap kerusakan kolam. Jika tidak, maka ia meminta aparat penegak hukum melakukan audit cetak kolam ikan.

“Kontraktornya harus bertanggung jawab memperbaikinya. Kalau tidak mau, saya minta pihak terkait turun langsung ke lokasi dan lakukan audit. Kontraktor harus bekerja secara profesional. Dengan tidak membangun proyek asal jadi," tegasnya.

Sementara itu nilai proyek cetak kolam ikan semah, yang berada di desa Bukit Berantai, kecamatan Batang Asai, bernilai Rp 462 juta, dan diambil dari dana APBD murni tahun 2016 lalu.

Anehnya proyek yang ditenderkan asal jadi, sementara dari informasi yang didapatkan, pengerjaan kolam hanya diborongkan lewat pengesup, sebesar Rp 8 juta perkolam.

Dar/Ags

Program | Cetak | Kolam | Ikan |

Copyright @2015